Nusa merapatkan pinggulnya pada sang istri. Mendudukkan Nora pada meja dimana dia menyambut tamu yang datang ke ruangannya, kini dia disambut dengan istrinya yang bertambah seksi dengan kehamilannya. Dia benar-benar bodoh karena baru bisa melihat Nora yang begitu cantik dan menggairahkan dalam kehamilannya. Kenapa dia dulu dibutakan oleh Geografi? Perempuan yang tidak memiliki buah dada seberisi Nora, tidak memiliki bibir penuh Nora, dan yang paling penting tidak memiliki ketertarikan pada Nusa sama sekali.
Seluruh tubuh Nusa didorong dengan gairah yang begitu besar. Dia senang melihat respon Nora yang tidak melawan dan bahkan matanya memancarkan keinginan untuk menarik Nusa dengan begitu berani.
"Kamu terlihat sangat siap, Nora."
Nusa sengaja untuk menggoda istrinya itu. Dia tidak bohong bahwa Nora memang terlihat siap dan tidak malu-malu untuk bercinta di ruangan kerja pria itu.
"Ingat, ya. Ini bukan keinginan aku sendiri. Pengaruh hormon juga, sampai aku ngerasa bahwa melakukan ini memang yang aku inginkan."
"Nggak karena hormon juga nggak apa-apa. Aku senang kalo kamu bisa jujur dengan apa yang kamu inginkan dariku."
Secara perlahan Nusa melepaskan ikat pinggangnya untuk menurunkan celananya. Mereka tidak perlu membuka pakaian sepenuhnya. Yang terpenting saat ini adalah mereka bisa menggapai puncak bersama. Memuaskan sensasi bercinta di kantor Nusa, yang memang tidak pernah dilakukan dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
"Kalo ada bagian yang sakit, bilang ke aku."
Nusa tetap harus memikirkan kondisi sang istri yang berbadan dua. Memang kepuasan yang dia inginkan, tapi jangan sampai juga dia keblablasan dengan apa pun yang berkaitan Nora. Sebab Nusa tidak ingin lagi melakukan kesalahan dan membuat Nora merasakan kekecewaan sekecil apa pun itu.
Nora mengangguk setelah mendengar kalimat suaminya itu. Memeluk tengkuk Nusa dan memberikan kesempatan bagi sang suami untuk melumat bibir Nora yang terbuka. Mereka saling mengaitkan lidah begitu mudahnya. Membuat tautan bibir mereka menciptakan bunyi asing yang semakin menggairahkan.
Nusa mengarahkan kedua kaki istrinya untuk melingkari pinggul pria itu dengan kuat. Membuat bokong Nora lebih naik dan secara perlahan menarik bagian celana dalam istrinya agar tidak lagi menutupi lubang penting yang membuat Nusa menggila.
Telunjuk Nusa dengan sengaja bergerak mengelus sepanjang klitoris istrinya. Desahan halus juga secara otomatis muncul dari mulut Nora. Mendengar dan melihat sendiri bagaimana respon perempuannya, membuat Nusa sangat bangga dan tidak bisa menahan diri untuk mencium bibir Nora dengan gemas.
"Cepetan, Sa ...." Nora meminta dengan nada manja dan serupa berbisik.
Bagian diri Nora yang seperti ini sebenarnya mengingatkan bagaimana dulu perempuan itu begitu keras kepala meminta agar menjadi teman tidur Nusa. Mendorong banyak perempuan yang sekiranya menarik perhatian Nusa dan membuat banyak fantasi Nusa menjadi hampir nyata. Ya, hampir nyata, dimana Nora selalu memerankan sosok lain untuk bisa membuat Nusa bertahan di ranjang bersama Nora seorang saja.
Nusa sadari bahwa kriterianya akan perempuan sangat unik. Namun, Nora selalu menciptakan dan tidak menjadi dirinya sendiri untuk memuaskan Nusa. Baru Nusa sadari juga bahwa Nora bisa memunculkan semua karakter unik dari perempuan-perempuan yang Nusa suka. Rupanya selama ini Nusa selalu mendapatkan apa yang dia mau melalui Nora.
Menatap Nora yang sekarang benar-benar menjadi diri sendiri, memasang wajah yang bergairah, dan menggigit bibir bawahnya tak sadar. Semua pemandangan ini tidak akan Nusa biarkan lepas begitu saja. Dia tahu bahwa segalanya menjadi sangat rumit jika nantinya Nora mengingat hal-hal yang terjadi di masa lalu mereka. Namun, sekarang Nusa tidak ingin memikirkan semua itu. Dia akan sepenuhnya memastikan Nora merasa dicintai sepenuhnya. Begitu pula calon anak mereka yang akan lahir dalam beberapa bulan. Tidak akan Nusa biarkan dia berada di fase dimana kehilangan itu dirasakannya.
Menundukkan wajahnya, Nusa menciumi perut Nora lebih dulu dan meminta izin pada sang bayi untuk berkunjung. Setelah itu, Nusa menyatukan diri secara perlahan dan menggenggam tangan Nora kuat-kuat. Menatap mata sang istri untuk menyampaikan bahwa Nusa sangat menggilai perempuan itu, meminta agar tidak ditinggalkan.
"Nusa ..."
Mereka memang gila. Mencoba melakukan percintaan di kantor Nusa. Namun, beginilah mereka. Sama-sama gilanya. Tidak ada yang benar atau salah, mereka tahu ini adalah cara yang benar untuk menunjukkan cinta yang mereka miliki.
"Elnora."
Tubuh mereka menyatu semakin lekat seiring dengan dorongan pinggul Nusa yang melesak dalam. Dalam beberapa kali hentak, mereka mendapatkan pelepasan secara bergantian, dimana Nora lebih dulu yang merasakannya dan diikuti Nusa.
Deru napas mereka saling bersahutan. Saat kembali bertatapan, keduanya tersenyum dan Nusa memeluk istrinya itu dengan erat sebagai makna bahwa percintaan ini tidak menjadi bukti sesaat saja. Melainkan bahwa mereka sudah benar-benar terikat bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Voyage#2 | TAMAT|
RomanceThey voyage to distant lands that we called;home. |Danusa Roedjati.| |Roedjati series #2| Danusa dan Elnora mengawali kisah mereka bukan dengan cinta, melainkan obsesi salah satunya. Suatu ketika Elnora kehilangan ingatannya dan melihat Danusa ket...
