VOYAGE ; 5.4

318 32 3
                                        

[Hai! Aku update lagi untuk kalian. Anyway, aku juga udah update part 8 full di Karyakarsa FreelancerAuthor, untuk kalian mungkin yang mau baca duluan. Happy reading semuanya!]

Nusa tahu bahwa dia sudah bermain-main dengan perempuan yang salah untuk satu hal ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nusa tahu bahwa dia sudah bermain-main dengan perempuan yang salah untuk satu hal ini. Dia hampir lupa bahwa sebelum kejadian yang mengerikan dan hampir membuatnya kehilangan Nora, mereka memang ering melakukan berbagai eksperimen bercinta hinga Nora menjadi handal dengan sendirinya. Setiap gelora yang menggelegak di dalam diri Nusa, selalu Nora yang ada dan bersedia untuk melakukan hubungan intim dengannya. Itu dulu. Nusa tidak akan melakukannya lagi, sebab satu-satunya perempuan yang dia inginkan adalah Nora sekarang. Dia tidak memiliki fantasi terhadap perempuan lain yang tidak bisa dimiliki dan memang tidak seharusnya dia terus dekati.

"Argh! Elnora ... what are you doing?"

Nusa mendapati istrinya bergerak dengan sangat cepat, dia bisa merasakan miliknya mentok dan Nora sepertinya meletakkannya tepat mengenai titik kepuasannya. Wajah perempuan itu memerah dan tidak karuan sekarang ini. Meski begitu, Nusa suka dengan sisi liar yang Nora miliki. Hanya dengannya Nora bisa menunjukkan semua ini. Dan jika dipikirkan, reaksi Nusa tidak lebih bagus. Dia hampir tidak bisa menutup mulutnya sendiri karena merasakan rangsangan yang luar biasa dari istrinya. Ranjang yang sudah dirancang tahan gunjang juga tampaknya tidak mampu menahan gerakan mereka berdua.

Merasakan Nora memekik dengan tubuh yang bergetar, Nusa tahu bahwa perempuan itu mendapatkan orgasme pertamanya di atas tubuh pria itu.

Nusa membiarkan istrinya itu bersandar di dadanya dengan lemas karena mengerahkan seluruh tenaganya. Napas Nora bahkan berhembus dengan begitu tidak beraturan. Mereka sama-sama tidak bisa menutup mulut sendiri karena rasanya, jika mulut tertutup maka mereka tidak akan bisa bernapas dengan baik.

"Kamu sangat kuat, Elnora." Nusa membisikkan kalimat tersebut.

Di dalam pelukan Nusa, perempuan itu menggeleng. "Nggak. Aku lemes. Aku nggak kuat."

Nusa tahu lemasnya Nora bukan hal yang serius. Lemasnya perempuan itu masih bisa meladeni gairah Nusa yang masih tinggi dan mengingingkan waktu berjalan dengan lama untuk membuat mereka bisa menikmati malam pertama dengan panjang.

"No. Kamu perempuan yang sangat kuat." Nusa menjeda ucapannya karena mengubah posisi mereka kembali, menjadi pria itu yang ada di atas Nora. "Kamu sangat kuat, karena kamu bisa melakukan sesi tambahan denganku."

Kali ini Nusa tidak membutuhkan pemanasan apa pun lagi, karena tubuh istrinya memang sudah sangat basah di bawah sana. Dia hanya perlu membuka kedua kaki Nora dan melesakkan tubuhnya di dalam lintasan milik istrinya itu dengan mudah dan licin.

Terdengar suara lenguhan Nora yang terkejut dengan lembahnya yang disapa oleh batang kejayaan milik suaminya sendiri. Nusa tersenyum dan melakukan gerakan yang tidak terlalu cepat. Dia tahu bahwa selalu ada hal yang tidak perlu diburu-buru, khususnya sesi bercinta seperti ini. Semakin mereka menikmati waktu yang lama, semakin terasa setiap tekstur yang saling bersentuhan itu.

"Danusa ..."

Saat ini, memanggil nama yang agaknya lengkap satu sama lain malah terdengar lebih seksi ketimbang hanya sepenggal seperti biasanya.

"Ya, Sayang?"

"Kamu ... eung!"

Nora tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena Nusa yang mendorong lebih keras. Ingat, ini baru lebih keras belum ditambahkan dengan kecepatan. Tubuh Nora sudah memantul dengan dorongan yang ajaib itu. Ya, dorongan ajaib yang keras dan menusuk tajam dalam diri Nora tapi tidak menyakiti perempuan itu sama sekali.

Nusa membingkai wajah istrinya dan mengecup berulang kali bibir Nora. Mereka membagi kecupan, lumatan, dan deru napas yang bisa dirasakan satu sama lain. Keringat yang membanjiri kening Nora membuat perempuan itu semakin menggairahkan di mata Nusa. Bibirnya yang terbuka membuat Nusa gemas untuk melesakkan lidahnya ke dalam dan pada akhirnya disambut dengan balasan yang sama bersemangatnya dari sang istri.

Seiring bertambahnya gairah yang siap meledak, Nusa mempercepat temponya dan membuat Nora kewalahan untuk mengikutinya. Tubuh mereka bergoyang berirama meski agak tidak beraturan iramanya yang sekarang ini, hingga yang bisa dilakukan Nora adalah berpegangan kuat dan menekan bahu Nusa. Jika tidak kalah dengan licinnya keringat pria itu, maka Nora akan meninggalkan bekas cakaran yang nantinya akan menjadi kenang-kenangan untuk Nusa sebutkan terus hanya demi mendapati wajah memera malu Nora.

"Danusa ... Danusa."

Sama seperti dulu, nama Nusa selalu disuarakan lebih sering oleh Nora. Disaat ingatannya tidak menunjukkan apa-apa, tubuh Nora tetaplah mengingatnya. Untuk itu, Nusa memberikan kalimat yang begitu mengejutkan untuk Nora dengar meski harusnya perempuan itu bisa memperkirakannya.

"Aku mencintai kamu, Elnora."

Ditengah napas menggebu mereka, Nusa mengatakannya tepat di mata sang istri.

"Aku cinta kamu, Elnora. Jadi, jangan pernah berpikir untuk pergi dariku."

Nusa mengatakannya dengan serius hingga Nora tidak bisa mengalihkan atau memejamkan matanya, bahkan disaat mereka berdua sama-sama mendapatkan orgasme hebat.

Voyage#2 | TAMAT|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang