Special double update lagi nih😍
Perayaan 300k views🎉
Semangatnya mana nih🥹
Hehe...
Happy reading🌷
____________________________________
Tubuh Fabian terjebak dalam air.
Dia diselimuti oleh air danau, Fabian berusaha untuk naik ke atas, namun entah kenapa tubuhnya tidak bisa digerakan sama sekali. Seolah-olah seluruh tubuhnya mendadak lumpuh.
Kedua matanya perlahan mulai kabur, dan tubuhnya semakin lama turun ke dalam dasar danau. Fabian yang berusaha untuk meminta tolong pun tidak bisa. Suaranya tertahan di tenggorokannya.
Perasaan tidak berdaya ini sangatlah familiar.
Fabian yang merasa tidak bisa berbuat apa-apa, perlahan mulai menyerah. Sebelum kedua matanya tertutup, sekelebat dia melihat ada bayangan yang mendekati tubuhnya. Belum sempat berpikir itu apa, Fabian telah kehilangan kesadarannya karena oksigennya yang habis.
***
Cuaca di pantai kala itu sangatlah cerah.
Semua turis yang datang ke tepi pantai yang memiliki pasir putih. Mereka duduk disana sambil melihat matahari di sore hari yang mulai tenggelam. Duduk bersama dengan orang yang paling mereka kasihi.
Diantara para turis yang duduk, ada dua orang yang sangat Fabian kenali. Itu adalah Devan, sehabatnya yang paling Fabian cintai dan terobsesi. Duduk berdampingan dengan kekasihnya, Laura.
Laura menyandarkan tubuhnya ke bahu Devan, dan Devan memeluk pinggang Laura. Tubuh mereka semakin dekat satu sama lain. Dan Fabian, mengintip mereka dari salah satu restoran tepi pantai.
"Permisi Mas."
Mendengar panggilan itu, Fabian sadar dari lamunan nya. Dia menoleh dan mendapati sosok pria manis berdiri dengan senyuman ramah dan lebarnya.
"Iya?"
"Masnya mau pesan makanan atau minuman apa? Karena sedari tadi hanya diam saja."
"Ah, ya. Maaf. Aku lupa."
Pelayan tersebut tersenyum ramah dan berkata lembut, "Tidak apa-apa."
"Saya pesan menu paling populer disini saja. Bisa?"
"Bisa, akan segera saya siapkan."
"Biru!"
Mendengar panggilan dari belakang, pelayan tersebut menoleh ke belakang. Menatap seorang pria dengan pakaian khas koki.
"Kesini sebentar."
"Baik!"
Setelah itu, pelayan tersebut pamit kepada Fabian. Fabian tidak membalasnya dan segera melihat lagi ke depan. Hanya untuk menemukan Devan dan Laura telah hilang dari tempatnya.
"Ah, sial!"
Fabian langsung keluar begitu saja dari restoran, dia berlari ke arah pantai putih, mencari dua orang yang sudah diikutinya sejak pagi tadi. Namun, dari banyaknya orang, Fabian tidak menemukan mereka.
"Kemana mereka pergi!"
"Ah, ini gara-gara pelayan tadi! Kalau dia tidak menggangguku! Aku tidak akan kehilangan mereka berdua!"
Fabian benar-benar frustasi sekarang ini, kalau dia kehilangan mereka, sia-sia saja apa yang telah dilakukannya ini.
Namun, seolah tuhan mendengar kegelisahannya, Fabian melihat sosok Laura berdiri sendirian di bagian ujung pantai. Di bagian itu lebih banyak bebatuan besar dan ombaknya pun sedikit lebih besar. Berbeda dengan pantai di depannya ini.
Tanpa pikir panjang, Fabian segera berlari mendekati Laura. Dia tidak bisa kehilangan Laura. Ini adalah kesempatan yang jarang dia miliki!
Laura hanya sendirian, tanpa Devan disampingnya!
"Hei, kau wanita drama!"
Fabian berseru kesal kepada Laura. Perempuan itu berbalik dan menoleh ke belakang. Menghela nafas pelan sambil menyeringai pelan. Seolah tahu kalau dia akan bertemu Fabian.
"Kau mengikuti kami lagi?"
"Bukan urusanmu! Aku datang kesini karena kau kan orang dibalik semua ini! Kau itu bukanlah korban disini, tapi kau adalah pelakunya!"
Dahi Laura berkerut, "Aku tidak mengerti."
"Halah! Jangan sok deh! Kau hanya pura-pura baik di depan Devan. Tapi, kau sama saja sepertiku!"
Laura mendengus menanggapi kata-kata Fabian, kemudian dia berjalan mendekat dan mendorong bahu Fabin dengan jari telunjuknya, "Jangan samakan diriku dengan orang bodoh sepertimu!"
Fabian yang kesal, mendorong Laura sampai jatuh. Atas tindakan itu, Laura menatap dingin Fabian.
"Kau yang selama ini menyebarkan rumor tentang dirimu sendiri! Kau juga alasan dirimu dipecat oleh perusahaan tempat kau bekerja! Tapi, kau mengadu kepada Devan kalau aku yang melakukannya! Sungguh, dramamu memang sangat bagus!"
Fabian begitu marah, karena tindakan Laura itulah, Devan semakin membencinya. Padahal, Fabian tidak pernah menyebarkan rumor aneh tentang Laura atau membuatnya dipecat. Itu adalah kelakuan Laura sendiri agar mendapatkan simpati dari Devan!
"Jangan menuduh orang lain tanpa bukti. Sudah jelas siapa disini yang sering membuat kegaduhan. Itu adalah dirimu, Fabian. Bukan aku."
Laura bangun lagi, dia kemudian mundur selama beberapa langkah. Wajahnya sangatlah aneh, dan itu membuat Fabian semakin kesal terhadapnya.
"Kau hanya iri karena Devan lebih memilih diriku. Dari pada orang sepertimu."
"Tapi, tentu saja Devan lebih memilih diriku. Aku adalah sosok wanita miskin, yang anggun, patuh dan tidak berdaya. Berbeda dengan dirimu, kau hanya lelaki pembuat onar, obsesi dan gila."
"Ah, sayang sekali. Padahal hanya tinggal beberapa langkah lagi aku akan mendapatkan semua kepemilikan Devan. "
Fabian datang mendekat, "Oh, jadi itu kau sendiri yang membuat perusahaan Devan goyah akhir-akhir ini."
"Mungkin?"
"Beraninya!"
"Heh... baiklah. Ini akan menjadi penutup yang membahagiakan. Kau akan menanggung akibatnya!"
Begitu saja, dan Laura dengan sengaja menjatuhkan dirinya ke dalam laut. Fabian melotot terkejut, melihat kegilaan yang dilakukan Laura. Fabian berusaha untuk turun dan jatuh ke laut, tapi dia terlalu takut untuk menyentuh air laut.
Kepalanya tiba-tiba menjadi pusing.
Namun, Fabian tidak mau membiarkan ini terjadi begitu saja. Dia tidak mau lagi disalahkan Devan atas sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Termasuk mendorong Laura ke laut!
Karena Laura sendiri yang melakukannya.
Sayangnya, harapan untuk menyelamatkan Laura tidak berjalan mulus. Tindakan Fabian hanya sia-sia saja, karena dirinya sendiri tidak bisa berenang. Alhasil, Fabian hanya berusaha menyelamatkan dirinya sendiri, berpegangan pada salah satu batu, mencegah dirinya terseret arus ombak.
Tidak tahu bagaimana dengan nasib Laura. Karena kepala Fabian sendiri malah semakin pusing dari sebelumnya. Perlahan dia memejamkan matanya karena merasa lelah atas semuanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
Author Note : Fyi aja, kalau tulisan miring di atas itu bagian dari kejadian di Kehidupan Pertama.
Lalu, ada yang kenal dengan nama pelayan di restoran tadi? kalau kalian baca tulisan ku yang sebelumnya pasti tahu. Untuk kalian yang menunggu lanjutan dari tulisan itu, aku kasih spoiler dikit untuk Season2 nanti ya!
Namun, kapan aku rilisnya itu belum ada jadwal pastinya.
Tunggu aja ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Second Time |Fabian&Devan|
Fantasi🌻 Bagi teman-teman yang mau baca karya saya dalam bentuk pdf, hubungi saya lewat aplikasi Line dari link di profil saya.🌻 Fabian sangat terobsesi dengan sehabatnya, Devan. Tapi, karena hal itu, hidupnya pun menjadi hancur. Itulah yang terjadi di k...
![[BL] Second Time |Fabian&Devan|](https://img.wattpad.com/cover/374041126-64-k75492.jpg)