Haiii aku update lagi^^
Mohon maaf banget aku lama updatenya ya, jujur aku butuh waktu lebih banyak buat nulis even satu chapter cerita ini and idk. Makanya aku mau berterima kasih buat yang masih berkenan untuk nunggu cerita ini update. Jadiii makasih banyak yang masih nunggu cerita ini🥰
Selamat membaca dan semoga suka, ya^^
***
Sebagaimana biasanya menunggu Hadja, Grace berdiri di depan gerbang apartemennya sembari membawa sebuah tote bag cokelat berisi kado untuk keponakan Hadja yang hari ini berulang tahun. Wajahnya harap-harap cemas, menunggu Hadja muncul di hadapannya.
Tanpa menunggu Hadja turun, Grace segera membuka pintu penumpang mobil dua kursi tersebut dan meletakkan tas kdo tersebut di samping kakinya. "Halo, Hadja."
"Halo, Grace."
Mobil Hadja segera melaju menyusuri langit Kota Jakarta yang sinarnya baru saja digantikan lampu-lampu pencakar langit dan kendaraan. Selama di mobil pun Grace tak henti-hentinnya merasa gugup dan takut. Grace terus mengatur napasnya untuk mencoba terlihat setenang mungkin. Tampaknya Hadja menyadari tanda tersebut.
"Kamu dari tadi terus mengembuskan napas. Apa kamu sedang menenangkan diri, Grace?" tanya Hadja.
Grace terkekeh malu, "Kelihatan banget, ya?" tanya Grace dijawab anggukkan Hadja. "Iya aku sedikit gugup. Biar gimana pun ini kali pertamaku ketemu keluargamu, kan. Jadi ya ... pikiranku sedikit ke sana ke mari."
"Kenapa gugup, Grace? Keluargaku pasti akan menyambutmu dengan baik."
"Oh ya? Kamu tahu dari mana, kan aku belum pernah bertemu." Walau sebenarnya Grace pernah bertemu adik dan salah seorang kakak Hadja, tetapi saat itu statusnya dan Hadja tak sama.
"Aku sudah menceritakan tentangmu kepada keluargaku, Grace. Walau sebenarnya aku juga merasa sedikit canggung karena itu pertama kalinya bagiku, tapi aku sudah mengatakan kalau akan ada tamu di pesta ulang tahun Galei dan itu adalah kekasihku. Aku pikir kalau aku melakukan itu sepertinya akan sedikit memudahkanmu sewaktu bertemu mereka nanti."
Grace tersipu, tak menyangka Hadja memikirkan hal seperti itu. "Terus gimana responsnya? Coba ceritain ke aku," kata Grace antusias.
"Maaf menghancurkan antusiasmu, Grace. Tapi itu cerita yang akan sedikit panjang dan sejujurnya aku juga tidak terlalu memasukkan respons mereka ke ingatanku. Intinya semuanya kaget karena aku adalah orang yang paling tidak mereka sangka akan jatuh cinta, tentu aku juga dulu merasa begitu. Makanya keluargaku senang ketika aku akhirnya memiliki seseorang yang aku cintai."
Pipi Grace merona walau masih tersisa sedikit keraguan di hatinya. Semoga yang Hadja ceritakan itu adalah respon sebenarnya dari keluarganya, bukan karena Hadja salah mengartikan.
"Oke oke .... Kalau begitu gimana penampilanku sekarang?" tanya Grace dengan mata berbinar.
Hadja menoleh sekilas, "Cantik, Grace. Benar-benar memesona."
Grace tertawa salah tingkah, ia senang dipuji Hadja. Grace bersiap-siap sejak sore hari tadi, tepatnya tiga jam sebelum Hadja datang. Ia bahkan berbelanja tiga pasang baju baru beberapa hari lalu dan menghabiskan banyak waktu untuk akhirnya memutuskan mana yang akan ia gunakan.
"Rambutku bagaimana? Sebenarnya aku sedikit nggak percaya diri, tapi kamu bilang gak perlu aku catok." Grace bertanya sembari menyentuh rambutnya yang hanya ia ikat rapi. Ketika bersiap-siap tadi, Grace sengaja menelepon Hadja untuk meminta pendapat mengenai rambutnya dan pria itu mengatakan bahwa Grace tak perlu meluruskannya jika ia mau.
"Aku suka bagaimana pun kamu Grace. Tapi kalau aku ditanya mana yang paling kusukai, aku lebih suka rambutmu sebagaimana adanya."
Perkataan Hadja meningkatkan rasa percaya diri Grace. Jarang sekali ia mendengar pujian akan rambutnya. Kulit dan rambut, dua hal yang paling membuat Grace tak percaya diri. Namun Hadja selalu menatap apa adanya diri Grace dengan penuh rasa kagum, wanita itu benar-benar bersyukur karena Tuhan telah membuatnya dicintai oleh seseorang seperti Hadja.
KAMU SEDANG MEMBACA
[SS] Before You
RomansaPerkenalkan, The Untouchable Hadja. Dokter konglomerat jenius dari keluarga Saputro. Seorang dokter unik dengan alexithymia. Diam, dingin, datar, tak bisa ditebak, dan tak menunjukkan emosi, Hadja benar-benar tak tersentuh. Jangankan mendekatinya, t...
![[SS] Before You](https://img.wattpad.com/cover/210087644-64-k691754.jpg)