Halo semuanya ...
Sebelum mulai baca, aku mau kasih trigger warning : family related issues. Part ini 'sedikit' contain domestic violence / kdrt, bullying. Jadi aku meminta kebijaksanaan pembacaku yaa^^
Happy reading^^
***
Masa sekarang, ayah Grace menjalankan usaha toko bangunan di Medan. Bukan usaha besar tetapi mampu mencukupi kehidupan keluarga yang terdiri dari empat orang. Dengan sebuah rumah dua lantai di atas tanah 6x10 meter persegi, rumah yang dibangun menggunakan uang dari kakek Grace sebelum meninggal 15 tahun lalu ketika kejamnya realita menghantam keluarganya.
Grace lahir dan dibesarkan di Jakarta hingga lulus bangku sekolah dasar. Bersekolah di sekolah yang cukup homogen membuat Grace secara fisik tampak menonjol dibandingkan teman-temannya.
"Grace rambut kamu kok kriwil-kriwil begini, kayak mie."
"Kulit Grace kayak sawo, kok beda banget ya sama kita."
"Grace tinggi besar banget kayak raksasa."
Kira-kira seperti itulah kata-kata yang banyak Grace terima di sekolahnya. Namun bagi Grace yang sudah terlatih, itu tak terdengar lebih dari sekadar kebingungan anak-anak ketika berhadapan sesuatu yang berbeda dengan mereka. Walau pun Grace kadang-kadang diejek mengenai fisiknya atau rambutnya yang berbeda dengan teman-temannya sering ditarik-tarik, tetapi Grace tak mempermasalahkan hal itu. Ia masih memiliki teman, masih ada yang menerimanya dengan baik, ia masih bisa bermain-main dengan teman-temannya. Grace sudah terbiasa mengalami yang lebih parah di rumahnya.
"Apa-apaan nilaimu ini, Grace? Padahal sudah mengikutkanmu les tapi kamu masih saja bodoh. Kalau begini apa yang mau papa banggakan darimu ke keluarga papa? Sebenarnya kau bisa becus membesarkan anak tidak, Erin? Sialan kau! Tahunya cuma berleha-leha di rumah, berfoya-foya, tapi tidak bisa mendidik anak-anak dengan baik, sebenarnya apa yang bisa kau lakukan selain menjadi cantik? Sudah tidak punya penerus laki-laki, tidak ada yang pintar lagi!" Doumu melemparkan rapor Grace ke badan Erin, menghantam tubuhnya cukup keras sementara Grace kecil berdiri ketakutan setengah mati di belakang tubuh ibunya.
"Tapi setidaknya Gresa cantik dan sering menjadi model cilik, dia juga sering menang kontes menyanyi. Aku tidak segagal itu mendidik anak!"
Kata-kata itu terpatri jelas dalam ingatan Grace hingga berpuluh-puluh tahun setelahnya, mengukirkan luka yang tak sembuh sekalipun mengering.
Orang tuanya sering sekali ribut, terutama ketika Grace kelas lima dan enam, saat-saat ketika bisnis ayahnya mulai mengalami guncangan hebat hingga hancur seluruhnya ketika Grace akan lulus sekolah dasar. Ayahnya menghilang karena tak sanggup menanggung beban hutang, menjadikan Grace satu-satunya anak yang tak ditemani ayah maupun ibunya ketika perpisahan sekolah.
Setelah ayahnya menjual seluruh aset yang dimiliki sampai abu pun tak tersisa, mereka pulang ke Medan dalam keadaan miskin, menandai awal mulai neraka baru tercipta di tempat keluarga besar ayahnya berada.
Doumu yang semula paling sukses di antara tujuh bersaudara dan selalu dibangga-banggakan orang tuanya, kini menjadi bulan-bulanan saudaranya yang lain. Para anak yang sejak kecil hingga dewasa memendam luka karena selalu dibanding-bandingkan dan selalu diperlakukan tak adil, akhirnya meledak ketika mendapatkan subjek yang semula superior menjadi tak berdaya.
Ketidakadilan melahirkan ketidakadilan. Kebencian melahirkan kebencian. Tak semua sampai hati untuk mengakhiri nelangsa yang dialami hanya pada dirinya, sebagian memilih membalaskan lukanya kepada orang lain. Namun Grace tak begitu, ia ingin mengakhiri seluruh lukanya hanya pada dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[SS] Before You
RomancePerkenalkan, The Untouchable Hadja. Dokter konglomerat jenius dari keluarga Saputro. Seorang dokter unik dengan alexithymia. Diam, dingin, datar, tak bisa ditebak, dan tak menunjukkan emosi, Hadja benar-benar tak tersentuh. Jangankan mendekatinya, t...
![[SS] Before You](https://img.wattpad.com/cover/210087644-64-k691754.jpg)