47 - His Stories

2K 159 14
                                        

Halo semua pembaca^^
Akhirnya sampe ke tahap flashback Hadja ... Ga nyangka banget udah nulis sampe ke tahap ini🥹

Ini part panjaaangg dan didominasi narasi karena aku mau madatin salah satu kilas balik paling penting dalam pertumbuhan Hadja sebagai karakter dalam satu chapter. Semoga kalian berkenan baca chapter ini sampai ya karena ini pentingg, apalagi part akhirnya.
So take your time buat baca ....

Selamat membaca semuanya^^

***

Hari itu, awan hitam di sore hari pada tanggal 13 Juli mulai menggulung pergi tatkala hujan yang tak lazim turun di bulan itu selesai mengguyur kota Jakarta. Matahari sore mulai kembali memunculkan dirinya bersamaan dengan jalanan yang kembali ramai utamanya oleh kendaraan roda dua yang semula berteduh ketika hujan.

Hari itu, Hadja yang baru saja selesai dengan salah satu pelajaran tambahan akan kembali ke rumahnya bersama Sulman, seorang sopir yang telah bekerja bersama keluarga Saputro semenjak Hadja bahkan belum mengembuskan napasnya di dunia. Di sisi lain, kediaman keluarga Saputro tengah sibuk mempersiapkan pesta ulang tahun Hadja yang sebenarnya hanya dihadiri oleh keluarga Saputro. Walau Hadja bukan seseorang yang mendambakan perayaan semacam ini, tetapi pesta ulang tahun bersama keluarga tetap diadakan.

Seluruh persiapan telah selesai dengan sempurna pada pukul empat sore hari, mempertimbangkan jarak, seharusnya Hadja akan sampai paling lambat pada pukul setengah lima sore hari. Harold, Sekar, Serren, Hendji, Haiden, dan Sueny tengah duduk-duduk di ruang keluarga sembari menunggu kedatangan Hadja sementara pesta nanti akan diadakan di taman belakang rumah.

Anehnya, sudah lewat dua puluh menit dari estimasi kehadiran Hadja, anak keempat keluarga Saputro itu tak kunjung menginjakkan kakinya di rumah. Namun, semuanya sama-sama sepakat bahwa Hadja mungkin terjebak macet yang parah atau pelajarannya selesai sedikit terlambat.

"Mau nonton kartun!" Sueny yang saat itu baru menginjak bangku taman kanak-kanak bersikeras merebut remote televisi dari tangan sang kakak, Hendji.

Maksud Hendji menyembunyikan remote itu agar mereka fokus kepada pesta ulang tahun Hadja saja. Jika Sueny sampai menonton kartun kesukaannya, maka ia sama sekali tak akan bisa dipisahkan dengan tontonan favoritnya tersebut. Sayangnya anak seusia Sueny memang memiliki refleks dan gerakan yang luar biasa cepat dan gesit hingga akhirnya Sueny berhasil merebut remote dari tangan Hendji dan langsung menyalakannya tanpa pikir panjang.

... menurut keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan diduga bermula ketika sebuah mobil pick-up berwarna putih yang melaju dengan kecepatan tinggi hilang kendali dan menabrak kendaraan di depannya. Tabrakan keras tersebut memicu rangkaian kecelakaan beruntun terhadap lima kendaraan roda empat dan enam kendaraan roda dua.

Jemari Hendji langsung sigap mengambil remote dari tangan Sueny ketika ia mencoba memindahkan tayangan ke saluran yang diinginkannya. Raut wajah keluarga Saputro seketika berubah serius ketika saluran televisi menampilkan lokasi kecelakaan yang ternyata tak terlalu jauh dari kediaman keluarga Saputro.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian telah mengonfirmasi enam orang meninggal dunia di tempat kejadian. Korban jiwa terdiri dari dua pengendara sepeda motor, dua korban dari mobil Suzuki APV hitam, satu korban dari mobil pick-up putih, dan satu korban dari Mercedes-Benz S-Class putih. Puluhan mobil ambulans telah dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Kecelakaan ini mengakibatkan lalu lintas di sekitar tempat kejadian lumpuh total.

Tiba-tiba terdengar suara dentingan kaca yang menghantam lantai ruang keluarga. Sekar tampak membeku di tempatnya dengan tangan yang gemetar hebat dan keringat dingin tiba-tiba mengalir di sekujur tubuhnya. Seluruh anggota keluarga Saputro—kecuali Sueny—tampak begitu tegang karena mereka tahu betul tempat laka lantas tersebut adalah daerah yang pasti dilewati oleh Hadja, tetapi tak satu pun dari mereka yang sanggup bersuara selain sang ibu, Sekar.

[SS] Before You Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang