Disclaimer: Ada beberapa trigger warning di part ini ya, terutama terkait KDRT. So please, please be wise guys. Selamat membaca....
***
Pernahkah kamu mengalami di hidupmu di mana suatu peristiwa yang telah terjadi rasanya seperti mimpi ketika demam? Saking kamu rasa bahwa hal seperti itu tak mungkin pernah terjadi setelah kamu mengetahui apa yang terjadi setelahnya.
Bagi Grace hari ini, semua peristiwa yang terjadi selama beberapa bulan ke belakang, rasanya bak mimpi ketika demam. Tidak mungkin semua yang terjadi sebelumnya itu nyata setelah merasakan semua yang terjadi hari ini.
Apa mungkin semua yang terjadi belakangan hanyalah khayalan karena Grace terlalu stres dengan kehidupan aslinya dan butuh pelarian? Apakah Hadja benar-benar sosok yang bahkan nyata? Grace bertanya sungguh-sungguh kepada dirinya, apakah Hadja benar-benar ada di dunia ini dan bukan hanya ada di dunia ciptaan Grace sendiri?
Grace naik pesawat paling awal yang bisa ia pesan dan tiba di Medan sekitar pukul satu dini hari. Untung saja sepupu Grace yang bekerja sebagai pramugari juga pulang di jam berdekatan sehingga Grace tak perlu meminta jemput ayahnya atau menunggu sampai lebih pagi hingga ia berani pulang ke rumahnya.
Melihat bagaimana sepupu Grace tak membahas sedikit pun mengenai berita terbaru Gresa, Grace menyimpulkan bahwa berita itu pasti belum sampai ke keluarga besar ayahnya. Tentu saja orang tua Grace pasti akan mati-matian menutupi berita itu dari siapa pun, tidak mungkin Erin dan Doumu rela jika orang-orang tahu putri tersayang mereka yang selalu jadi kebanggaan justru melakukan sesuatu yang mencoreng tak hanya dirinya sendiri, tetapi juga nama keluarga. Meskipun Grace yakin cepat atau lambat orang-orang pasti akan tahu.
Untungnya Grace memiliki kunci cadangan sehingga ia bisa diam-diam pulang ke rumah tanpa membangunkan siapa pun. Grace tertegun ketika melihat ruang tamu tampak begitu berantakan. Barang-barang berserakan di lantai, bahkan ada pecahan kaca yang belum dibersihkan. Ini mengingatkan Grace kepada kondisi ketika dirinya masih kecil. Semuanya berantakan persis seperti ini.
Tampaknya ayah Grace yang selama ini diam, telah terbangun dari tidur panjangnya. Grace tak tahu hal buruk apa yang akan terjadi ketika pagi menyongsong nanti. Apa pun itu Grace harus benar-benar mempersiapkan dirinya untuk skenario terburuk.
"Grace. Bangun! Kamu sudah pulang ternyata."
Pagi hari, baru beberapa jam setelah Grace tertidur di kamarnya, pintu diketuk kencang oleh sang ibu, Erin. Grace yang terbangun dengan kaget pun langsung membuka pintu dan mendapati ibunya di depan pintu sembari menggenggam ponsel yang ia gunakan untuk melihat jam.
Dalam pengamatan singkatnya, Grace melihat raut wajah ketakutan Erin. Ada sedikit memar di sudut bibir Erin, seperti bekas tamparan.
"Mama!" Grace mendekati sang ibu dan segera menyentuh sudut bibir Erin. "Mama dipukul?" tanya Grace panik karena sumpah, terakhir kali ibunya dipukul oleh sang ayah adalah ketika Grace sekolah dasar. Hal seperti itu tidak pernah terjadi lagi semenjak keluarga mereka pindah ke Medan.
Erin buru-buru menepis tangan Grace, tak ingin membahas memar tersebut. "Marahnya papa belum juga berhenti. Papa ingin menemui kamu juga. Ayo," ucap Erin dengan suaranya yang lesu.
Baru beberapa langkah menuju ruang tamu, Grace dapat mendengar suara barang dibanting disusul suara jeritan Gresa. Persis seperti yang Grace dengar kemarin di telepon, bedanya kali ini sangat jelas karena didengar langsung.
Sekarang, tak hanya Erin yang gentar, Grace pun merasakan perasaan mencekam serupa. Bahkan sejahat-jahatnya mulut Erin, tetap tak ada yang bisa melawan kemarahan Doumu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[SS] Before You
RomancePerkenalkan, The Untouchable Hadja. Dokter konglomerat jenius dari keluarga Saputro. Seorang dokter unik dengan alexithymia. Diam, dingin, datar, tak bisa ditebak, dan tak menunjukkan emosi, Hadja benar-benar tak tersentuh. Jangankan mendekatinya, t...
![[SS] Before You](https://img.wattpad.com/cover/210087644-64-k691754.jpg)