59 - A Shocking Story

968 112 8
                                        

Halo semuanya😊
Apakah masih ada yang stay di sini?🥹
Lagi dan lagi aku mau bilang terima kasih karena udah mau nunggu kelanjutannya^^
Yah karena ada satu dan lain hal di real life yang gak bisa aku jelasin, aku mau minta maaf bikin kalian semua nunggu.

Selamat membaca^^

***

Bagi Hadja yang tak benar-benar tahu cara menjalin sebuah hubungan romantis yang baik, hal terbaik yang dapat ia lakukan selain mempelajarinya. Dengan mendengarkan apa tang Grace instruksikan, atau bahkan bahkan membeli buku mengenai cara menjalin hubungan romantis.

Jika Grace mengatakan kepadanya untuk menunggu, maka Hadja akan menunggunya. Tak peduli berapa banyak waktu yang Grace butuhkan.

Seharunya begitu, kan?

Hanya saja, semakin lama ternyata semakin menyiksa. Sudah sekitar satu bulan Hadja tak mendengar kabar apa pun dari Grace. Bahkan ketika Hadja meminta Sueny untuk menghubungi Grace melalui media sosial adiknya seperti waktu itu pun, Sueny bilang kalau sudah tidak bisa karena akunnya hilang.

Sebenarnya ke mana Grace? Seberapa lama lagi Hadja harus menunggu kabar darinya? Pria itu bahkan selalu datang ke kafe di setiap kesempatan yang ia miliki, bahkan hari ini, berharap sewaktu-waktu Grace akan datang sebagai kejutan terbaiknya.

Hanya saja, sekali lagi, sampai kapan?

Tampaknya, Tara yang setiap hari berada di kafe jelas menyadari kehadiran Hadja. Kekasih sahabatnya itu tetap datang meski Grace sendiri belum ada tanda-tanda pulang. Benar-benar hampir setiap hari sampai Tara sendiri tak tega melihatnya.

"Apa menurut kamu nggak sebaiknya pacar Grace dikasih tahu juga, ya?" tanya Leo yang tengah memantau Hadja dari counter bersama Tara.

Tara menimbang, menggigit bibirnya. "Tapi permintaan Grace gimana?"

"Kamu logika gini aja deh. Grace bilang itu sekitar satu bulan lalu, kan? Sedangkan kalau memang perjodohannya benar-benar jadi, berarti sekitar satu bulan dari waktu itu kan? Sebentar lagi, dong? Masa kamu tega pacarnya Grace sendiri malah gak tahu soal itu? Grace juga gak bisa dihubungi sama sekali loh, Sayang. Kamu nggak kasihan sama pacarnya Grace?"

"Ya kasihan sih ... tapi gimana, ya. Itu kan permintaan Grace."

"Kasih tahu aja Sayang. Serius, deh. Takutnya Grace sendiri juga ada masalah yang bikin dia nggak bisa ngabarin pacarnya. Soal keputusan apa yang nanti diambil pacarnya, biar dia yang putusin."

"Ya udah sana kamu kasih tahu dia."

Leo mendelik tajam. "Kamu aja. Kamu lebih banyak berinteraksi sama dia kan ketimbang aku."

"Mana ada, aku juga canggung banget sama dia. Walau kata Grace memang default-nya aja yang kaku, tapi aku tetap aja segan kalau harus berinteraksi sama dia."

"Dari pada aku yang sama sekali nggak pernah. Udah sana kamu aja."

Leo mendorong lembut punggung Tara. Memaksanya untuk pergi dan berbicara dengan Hadja.

Tara membersihkan tenggorokannya terlebih dahulu sebelum mengajak Hadja bicara. Mempersiapkan diri.

"Permisi, Dokter Hadja." Sapa Tara.

Hadja yang tengah membaca buku menoleh, lalu segera menutup bukunya ketika melihat suara itu adalah milik sahabat Grace. "Iya. Ada apa?"

"Apakah Dokter ada waktu? Sebenarnya ada yang perlu saya sampaikan soal Grace."

"Ada. Silahkan duduk."

"Apakah Grace belum menghubungi Dokter?" tanya Tara, membuka pembicaraan setelah duduk di hadapan Hadja dengan canggung.

[SS] Before You Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang