Grace mengelap tetesan embun air di atas meja kafe yang semula menjadi alas bagi segelas minuman dingin yang kini telah habis sempurna. Entah mengapa hari ini kafe tidak terlalu ramai padahal biasanya ramai, jadi Grace mengambil waktu senggang itu untuk membaca buku sembari minum jus seolah ia adalah pengunjung kafe, bukan seseorang yang bekerja di sini.
Tahun baru terlewati empat hari, Grace baru dua hari lalu menginjakkan kakinya kembali ke Jakarta setelah liburan—cukup—singkat tetapi luar biasa. Ingat ajakan Hadja bahwa keluarganya mengajak Grace untuk ikut liburan di luar negeri setelah natal dan hingga tahun baru? Ya, akhirnya Grace ikut jalan-jalan yang menurut Grace seharusnya hanya untuk keluarga itu.
Ada beberapa alasan yang membuat Grace mau ikut. Pertama, Sueny yang beberapa kali mendatangi kafe hanya untuk meminta Grace ikut, satu-satunya adik Hadja itu bahkan tak sungkan terus mengirimkan pesan kepada Grace agar mau ikut.
Kedua, karena Hadja sendiri nyaris tak ikut, tiba-tiba saja Hadja tertantang untuk ikut dalam sebuah operasi yang sebenarnya di luar kewajibannya. Oleh sebab itu, keluarga Hadja melalui Sueny meminta Grace meyakinkan Hadja untuk ikut liburan saja alih-alih menuruti kehausannya akan ilmu pengetahuan. Tentu saja Hadja yang kini memprioritaskan Grace lebih dari apa pun memilih untuk mengikuti keinginan Grace alih-alih ambisi pribadinya.
Tujuan awal dari liburan keluarga itu sebenarnya adalah Strasbourg, Prancis. Namun karena yang mengundang, Haiden, ternyata memiliki beberapa masalah yang sepertinya cukup besar hingga sampai akhir liburan, kakak ketiga Hadja itu tak bisa datang. Akhirnya keluarga Saputro pun mengubah rencana untuk pergi ke Kanada, Quebec.
Untungnya ada keluarga Hadja yang entah bagaimana bisa membuat kedutaan yakin untuk memberikan Grace visa. Kalau tidak, Grace yakin ia tak akan mungkin ikut bepergian karena bisa saja Grace disangka ingin ke luar negeri untuk menjadi pekerja gelap saking suramnya isi rekening Grace.
"Kamu natal ini beneran gak bakalan pulang ke Medan? Kurang ajar sekali kamu, memangnya ada apa di Jakarta sampai tidak mau pulang?" tanya ibu Grace tempo hari, sehari sebelum natal dan sehari setelah Grace sakit parah di hari ulang tahunnya.
"Grace sedang sakit, Ma. Jadi kemarin siang Grace batalkan tiket pesawat selagi masih bisa refund penuh uangnya, karena Grace rasa Grace gak akan bisa langsung pulang tanggal dua empatnya. Ini juga sedikit membaik karena diberi obat ampuh saja oleh Hadja," ucap Grace di telepon.
"Sakit apa sih memangnya? Paling demam biasa, kan? Berlebihan banget kamu kayak lagi sekarat aja sampai gak mau pulang. Nih papamu marah-marah ke mama karena kamu gak pulang, kamu juga diomongin sama keluarga besar. Katanya cuma sedang kerja di kafe saja lagaknya seperti pejabat penting sampai jarang sekali pulang."
Grace mengembuskan napasnya berat, menutup mata yang masih terasa sedikit panas. Tak ada yang mengkhawatirkan kondisinya, apalagi mengucapkan ucapan selamat untuk hari ulang tahun yang sudah terlewat.
"Kan Grace pulang waktu nikahan Aishe. Memang gak ada yang peduli saja sama kehadiran Grace makanya pada merasa kalau Grace gak pernah pulang atau hadir di acara keluarga." Grace membela dirinya.
"Memang faktanya begitu kok, kamu lebih banyak melewatkan acara keluarga daripada ikut hadir."
"Ngapain juga hadir di acara di mana gak ada yang peduli mau Grace hadir atau nggak, hadir pun gak akan dianggap."
Erin mendecak, "Ya sudah kamu pesan tiket lagi yang terdekat. Gak masalah setelah natal juga. Yang sebelum tahun baru karena mau ada peringatan mendiang kakekmu di tanggal dua sembilan."
Alasan mengapa Grace selalu pulang ketika natal dan tahun baru sampai menabung jatah cutinya adalah selain untuk merayakan natal bersama keluarga, juga untuk menghadiri peringatan kematian kakeknya. Kakek yang meninggal beberapa bulan setelah Grace pindah ke Medan.
KAMU SEDANG MEMBACA
[SS] Before You
RomancePerkenalkan, The Untouchable Hadja. Dokter konglomerat jenius dari keluarga Saputro. Seorang dokter unik dengan alexithymia. Diam, dingin, datar, tak bisa ditebak, dan tak menunjukkan emosi, Hadja benar-benar tak tersentuh. Jangankan mendekatinya, t...
![[SS] Before You](https://img.wattpad.com/cover/210087644-64-k691754.jpg)