Seperti biasa-biasanya, Grace duduk di bangku dekat bartender, tak melakukan apa pun. Ia baru saja menyelesaikan perhitungan upah bagi seluruh karyawan Glece Kafe, termasuk para part timer. Grace menutup buku yang sedang dibacanya segera setelah rasa kantuk mulai menyerangnya, Grace tak ingin tidur sekarang lalu malah sulit tidur ketika sudah di apartemennya nanti, masih empat jam lagi sebelum pulang.
Kalau sudah tidak ada yang dilakukan begini, Grace tak memikirkan hal lain lagi selain Hadja. Waktu Hadja berkata bahwa kesibukannya benar-benar tak terkendali, ternyata itu serius. Separah itu. Grace bahkan sudah tak bertemu Hadja empat hari ini padahal mereka hanya terpisahkan sebuah jalan raya. Hadja sekadar mengabari aktivitasnya saja lewat pesan yang intervalnya lebih dari enam jam sekali, apalagi jika Hadja ada jadwal operasi, bisa lebih lama lagi. Sebelumnya Hadja bercerita kalau para Dokter PPDS banyak yang sampai tidur di rumah sakit saking padatnya jadwal mereka.
Hadja mengabari bahwa ia mendapatkan shift malam empat hari berturut-turut karena senior yang kini di tahun ke empat dan ketiga rata-rata menukar jadwal shift malam mereka kepada juniornya untuk belajar dan istirahat. Namun anehnya, alih-alih kesepian, Grace justru merasa khawatir dengan kondisi kesehatan Hadja dengan jadwal tidur yang tak beraturan dan jam kerja lebih dari empat belas jam perhari. Grace khawatir, dokter yang paling terdepan menjaga keselamatan pasiennya justru menjadi pihak yang kurang diperhatikan kesehatannya.
"Halo, Grace."
Sebuah suara familier membuyarkan lamunan Grace. Melihat yang kini ada di hadapannya—terhalang meja, bibir Grace merekah, matanya berbinar-binar. Yang mampu membuat mood Grace berubah seketika itu juga tentu saja Hadja. Grace tak mampu menyembunyikan kegembiraannya karena dapat melihat Hadja kembali. Hadja mengenakan sebuah kaos polo putih polos dilapisi jas hitam panjang dan celana bahan hitam, dengan sebuah tas gendong di bahu kirinya. Bahkan dengan tas pun, Hadja masih membawa sebuah buku super tebal di tangannya.
"Hadja." Grace tersenyum lebar.
"Maaf sekali ya aku baru ada waktu sekarang menemuimu. Sekarang aku ada waktu sampai sekitar jam sepuluh, tapi aku ada tugas untuk ujian. Boleh aku mengerjakannya di sini?" Hadja bertanya lembut.
"Tentu. Mau pesan yang seperti biasa? Aku yang buatkan kopinya langsung!" Grace antusias. Tentu saja Grace hapal karena pada dasarnya Hadja pada dasarnya selalu memesan menu yang itu-itu saja. "Oh iya tapi kamu mau makanan berat juga atau snack aja?"
Hadja menyunggingkan bibirnya tipis, "Makasih ya, Grace. Makanan ringan aja. Aku tunggu di sini."
"Nggak usah, kamu duduk aja. Nanti kubawain, bawaanmu juga banyak, cepat duduk aja."
Hadja mengangguk, kemudian mengeluarkan kartu debitnya kepada Grace. Ngomong-ngomong, Hadja tak memesan lewat jalur kasir, ia memesan langsung kepada Grace.
"Gak perlu, Hadja. Gratis, pokoknya kamu dapat free ke semua menu di sini selagi aku masih jadi manajer di sini," kata Grace.
Tidak benar-benar gratis sebenarnya, Grace tentu saja mengganti dengan gajinya. Sebab jika kalau bukan di sini, Hadja pasti menolak setiap kali Grace ingin mengeluarkan uang untuknya, padahal Grace maunya gantian saja, tak perlu semuanya ditanggung Hadja ketika mereka berkencan. Grace merasa tak enak, apalagi melihat Hadja bekerja sekeras itu.
Grace membawa segelas americano dingin yang selalu Hadja pesan, dengan satu porsi fish and chips, basic saja. Hadja duduk di bagian kafe yang sepi, letaknya agak jauh dan terpojok, pastinya karena butuh ketenangan untuk belajar. Pria itu memilih sebuah meja dengan dua kursi berhadapan.
Hadja langsung berdiri ketika melihat Grace mendekat ke arahnya, mengambil makanan dan minuman yang ada di tangan Grace, kemudian mempersilahkannya untuk duduk juga. "Loh gak apa-apa aku duduk di sini? Kamu kan mau belajar," ucap Grace.
KAMU SEDANG MEMBACA
[SS] Before You
Roman d'amourPerkenalkan, The Untouchable Hadja. Dokter konglomerat jenius dari keluarga Saputro. Seorang dokter unik dengan alexithymia. Diam, dingin, datar, tak bisa ditebak, dan tak menunjukkan emosi, Hadja benar-benar tak tersentuh. Jangankan mendekatinya, t...
![[SS] Before You](https://img.wattpad.com/cover/210087644-64-k691754.jpg)