Grace mengerjap-ngerjapkan matanya yang terasa begitu panas ketika terbangun dari tidurnya. Sekujur tubuhnya pun ikut merasakan panas dan nyeri. Punggung tangan Grace terulur untuk menyentuh keningnya sendiri. Sepertinya dugaan Grace benar, dirinya terkena demam. Pantas saja semalam ketika akan tidur, Grace merasakan perasaan tidak nyaman di sekujur tubuh hingga kesulitan tidur sampai pukul dua dini hari.
Jemari Grace meraih ponselnya yang berada di atas meja kecil di samping kasur. Layar menyala menunjukkan pukul sepuluh pagi di tanggal dua puluh tiga Desember.
Sial sekali. Bisa-bisanya Grace malah sakit tepat di hari ulang tahunnya. Grace tiba-tiba berpikir apakah hal itu seolah menyiratkan firasat bahwa hal buruk akan menimpanya di usia yang menginjak dua puluh tujuh tahun ini? Soalnya, Grace sendiri tergolong jarang sekali sakit, sepertinya terakhir kali Grace demam hampir satu setengah tahun yang lalu. Itu pun bukan di hari ulang tahunnya.
Sudahlah ... yang jelas saat ini Grace lapar. Menyebalkan, bahkan di saat sakit pun Grace tetap harus mengurus segala hal tentang dirinya seorang diri. Itulah mengapa sakit ketika berada di perantauan adalah hal yang sebaiknya benar-benar tak perlu menimpa siapa pun.
Ketika Grace membuka kunci ponselnya untuk memesan makanan, ia mendapati pesan dari Hadja. Oh, tepatnya ada dua pesan, yang satu dikirimkan pukul lima pagi dan yang satu dikirimkan pukul sembilan pagi. Grace buru-buru membuka pesan tersebut.
Hadja: Hari ini kamu berulang tahun, Grace. Aku mendoakan semua hal baik untukmu. Maaf karena sudah puluhan tahun aku tidak pernah merayakan ulang tahun seseorang lagi, jadi aku bingung harus melakukan atau mengatakan apa. Tapi ketika beberapa hari lalu aku menemani ibuku berbelanja, aku menemukan barang yang kurasa akan cocok sekali untukmu. Aku akan memberikannya setelah pekerjaanku selesai. Mungkin sekitar jam lima sore? Lalu aku akan mengajakmu untuk makan malam di suatu tempat, aku akan sampai di tempatmu sekitar pukul enam sore, jadi tolong persiapkan dirimu, ya.
Sudut bibir Grace yang menjadi begitu kering terangkat tipis setelah membaca pesan Hadja. Kekasihnya itu memang benar-benar pria yang kikuk dan kaku. Meskipun begitu, bagi Grace hal itu justru sangat menggemaskan. Ia pun lanjut membaca pesan kedua.
Hadja: Maaf sekali Grace, ternyata aku diminta menjadi asisten untuk operasi darurat karena hanya aku PPDS senior yang sedang stand by. Sayangnya ini adalah operasi yang akan memakan waktu lama, sekitar enam hingga sembilan jam tergantung kondisi pasien itu sendiri. Jadi sepertinya kita harus memundurkan rencana makan malam kita. Perkiraanku aku bisa sampai ke tempatmu sebelum pukul delapan malam dan untungnya Sueny bilang restoran yang ia booking tutup pukul dua belas malam jadi kita masih sempat. Meskipun begitu aku juga tidak berani benar-benar menjanjikanmu hal tersebut karena apa pun bisa terjadi di ruang operasi. Yang pasti, aku pasti akan langsung menghampirimu begitu pekerjaanku selesai tidak peduli jam berapa pun itu.
Lagi-lagi Grace tersenyum membaca pesan Hadja meskipun jujur mata Grace terasa semakin panas setelah membaca pesan sepanjang itu dan Hadja benar-benar memasukkan semuanya dalam satu paragraf.
Dari pesan Hadja, Grace tahu kalau Hadja pasti merasa tidak enak dengan situasinya. Padahal sebenarnya Grace juga tak mempermasalahkan hal tersebut, lagi pula ini hanyalah sebuah ulang tahun. Tapi lucu juga Grace pikir-pikir ketika membayangkan Hadja meminta adiknya untuk mengatur sebuah rencana kencan.
Grace sendiri tak pernah merasakan euforia berlebihan saat ulang tahunnya. Justru, Grace terkadang merasakan perasaan enggan untuk menyambut hari di mana ia resmi menjadi satu tahun lebih tua padahal kehidupannya masih begitu-begitu saja. Satu-satunya hal yang membuat Grace terpantik senang di hari ulang tahunnya hanyalah alasan untuk memberikan dirinya hadiah makanan enak melalui berbagai birthday treats yang mana ujung-ujungnya pun Grace tetap harus merogoh koceknya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
[SS] Before You
RomancePerkenalkan, The Untouchable Hadja. Dokter konglomerat jenius dari keluarga Saputro. Seorang dokter unik dengan alexithymia. Diam, dingin, datar, tak bisa ditebak, dan tak menunjukkan emosi, Hadja benar-benar tak tersentuh. Jangankan mendekatinya, t...
![[SS] Before You](https://img.wattpad.com/cover/210087644-64-k691754.jpg)