Halo semuanya ... aku kembali dengan chapter baru hehe
Selamat membaca, semoga suka🥰
***
Hadja melangkahkan kakinya menyusuri lorong sunyi PICU menuju elevator yang akan mengantarkannya ke atap rumah sakit. Hadja baru saja selesai melakukan pemeriksaan malam ke bangsal-bangsal pasien bedah umum dan tak lupa melakukan pembaharuan rekam medis secara berkala. Jarum jam di pergelangan tangan Hadja menunjukkan jika waktu telah lebih larut dari jam sepuluh malam.
Beberapa saat lalu, Grace berkata bahwa ia akan datang ke rumah sakit untuk membawakan Hadja sekotak makan malam. Namun karena Hadja selesai lebih lambat, Grace memutuskan untuk menunggu di atap saja, sebuah tempat bersejarah bagi hubungan keduanya yang masih seumur jagung. Untung saja akses menuju atap rumah sakit tak dibatasi bagi pengunjung, dan beruntung juga Grace berani untuk ke sana seorang diri di malam hari.
Jantung Hadja berdebar-debar akan fakta bahwa ia akan bertemu dengan wanita terkasihnya dalam hitungan menit. Sayangnya, ketika tiba di ujung lorong PICU, Hadja melihat sesosok pria berjalan ke arahnya. Bukan hantu.
Kening Hadja mengernyit karena tak tahu mengapa orang ini tiba-tiba menghalangi jalannya. Apakah dia keluarga pasien? Tetapi Hadja sudah beberapa hari ini tak mengurusi bagian bedah anak.
"Bener dugaan gue. Lo Hadja, kan?" Pria itu menyapa dengan kalimat yang membingungkan Hadja seolah mereka saling mengenal. "Gue sempat lihat lo kemarin cuma masih ragu, tapi kalau udah lihat sedekat ini sih gue yakin kalo lo Hadja. Jadi lo dokter di sini, ya?
"Wah ... siapa sangka Hadja yang jenius itu ternyata jadi Dokter, gue kira lo bakalan punya karier yang lebih mencolok dari ini. Lagi pula siapa sangka seorang Saputro kerja jadi Dokter, kok mau sih? Bukannya jadi dokter itu capek banget ya? Tapi udah kerja sesibuk itu pun lo masih ganteng aja ternyata." Pria itu berbicara sambil menyelipkan tawanya sesekali, seolah ia adalah seseorang yang akrab dengan Hadja.
Hadja mengerjapkan matanya beberapa kali ketika merasa dirinya kesulitan memproses kata-kata yang begitu padat dan terdengar begitu akrab padahal Hadja tak mengingat pria itu sama sekali. "Maaf tapi siapa, ya?" tanya Hadja dengan nada yang lebih hati-hati.
Pria di hadapan Hadja tampak terkejut dengan perkataan Hadja. "Loh gak inget ternyata. Ini gue, Aldo. Temen SD lo, masa gak inget? Dulu bangku kita depan-depanan."
Hadja kembali terdiam sesaat. Mencoba memutar balik jauh ke masa sekolah dasarnya. Oh ... ternyata Aldo yang itu. Hadja tak memiliki kenangan baik tentang pria sebayanya ini hingga harus diberitahukan sedemikian rupa oleh Aldo untuk dapat mengingatnya.
Tatapan Hadja berubah menjadi begitu dingin seketika ia mengingat siapa pria di hadapannya ini. Hadja tak ingin berurusan dengannya apalagi merepotkan diri untuk membangun hubungan baik dengan Aldo. Bisakah pria ini minggir saja karena saat ini Hadja memiliki hal yang lebih penting? Hadja ingin segera bertemu dengan Grace yang tengah menunggunya seorang diri di atap rumah sakit! Bagaimana jika kekasihnya itu kedinginan atau ketakutan!?
"Ada keperluan apa?" tanya Hadja.
"Udah inget sama gue ya?" Aldo terkekeh. "Gak ada urusan tertentu, tapi seneng aja pas tahu ada orang yang dikenal di sini. Gue udah beberapa hari full di rumah sakit sampai kayak mati rasa."
Hadja tak mengerti apa maksud dari mati rasa yang diucapkan oleh Aldo, yang pasti itu adalah kiasan. Namun Hadja juga tak tertarik untuk tahu lebih dalam dan memilih untuk tak merespon.
"Lo dokter di bagian mana?" tanya Aldo lagi.
"PPDS Bedah Umum."
Aldo manggut-manggut mendengar jawaban Hadja. "Istri gue habis c-section beberapa hari lalu dan masih dirawat intensif juga di obgyn karena rahimnya juga harus diangkat, terus anak gue juga ada kelainan jadi harus dioperasi juga. Apa ya namanya ... esofagus esofagus apa gitu. Dan sekarang gue bener-bener full di rumah sakit."
KAMU SEDANG MEMBACA
[SS] Before You
RomancePerkenalkan, The Untouchable Hadja. Dokter konglomerat jenius dari keluarga Saputro. Seorang dokter unik dengan alexithymia. Diam, dingin, datar, tak bisa ditebak, dan tak menunjukkan emosi, Hadja benar-benar tak tersentuh. Jangankan mendekatinya, t...
![[SS] Before You](https://img.wattpad.com/cover/210087644-64-k691754.jpg)