"Loh Nayeon? Kok kamu udah disini?"
Jeongyeon kaget bukan main. Dia baru aja buka pintu ruang latihan, tapi ternyata udah ada Nayeon sendirian disana.
"Sayang?" panggil Jeong lagi karena perempuan itu masih diam menatap lurus ke arahnya.
Mulai ada perasaan takut dan merinding. "Anjir, ini bener Nayeon bukan ya?"
Karena penasaran Jeongyeon mulai mendekati Nayeon yang masih diam itu.
"Sayang?"
Ada ide tergokil tiba-tiba melintas di otak Jeong.
Dia sedikit menunduk, beradu pandangan dengan Nayeon.
"AAAAAAAAA!!!"
Satu colekan di dada berhasil membuat Nayeon teriak. "Mesum!"
"Aduhhh! Ampun sayang!" Jeong berusaha untuk melindungi diri dari amukan Nayeon.
"Siapa suruh diem aja? Mau sok nakutin aku kan pasti?"
"Ya kan tadinya mau surprise kalo Jihyo atau siapa gitu yang dateng, eh ternyata malah kamu. Yaudah aku mau isengin" jawab Nayeon sambil terus menyerang pacarnya dengan slingbagnya.
"Kamu nih... belum aja ketemu aslinya— aduh! Sakit sayang!"
Akhirnya Jeong berhasil menangkap tangan Nayeon, dia membawa tangan perempuan itu ke atas kepalanya sendiri.
"Pulang gak ngabarin, pas ketemu malah dipukulin. Jahat banget sih kamu Nay!"
"Kirain pulang tanggal 6 kayak Sana" lanjut Jeong.
"Lah ini tanggal 6 Jeong!"
Jeongyeon langsung mengecek tanggal di ponselnya, dan benar kalo itu tanggal 6. "Gila! Terus kamu ngapain udah disini aja? Gak istirahat?"
"Laporan dulu, terus aku pulang istirahat sebentar buat isi tenaga sebelum ke konser sama Jihyo"
"Jadi emang?"
"Jadi lah! Ini aku udah chat Jihyo sih tadi, ngabarin kalo ada sedikit perubahan dari rencana awal."
Jeongyeon gak ngerti lagi sama pacarnya, padahal kegiatan Twice juga lagi padat-padatnya, tapi Nayeon malah nyempetin untuk nonton konser temannya.
"Yaudah, hati-hati ya nanti"
"Kamu ngapain jam segini udah dateng" tanya Nayeon heran.
"Aku dikerjain Momo. Sialan emang!"
"Hah? Kenapa?"
"Harusnya kan aku ada latihan sub-unit yang sama Momo, Tzuyu, Sana. Nah semalem Momo ngingetin aku buat jangan lupa latihan besok. Padahal jadwalnya diubah karena Sana belum pulang. Makanya aku kayak orang linglung pas liat kamu udah disini, sumpah aku bingung banget gara-gara Momo"
"Lagian percaya kok sama Momo. Salah banget kamu."
"Kerennya lagi, ternyata hari ini kosong. Alias gak ada jadwal Twice"
"Nah lain kali gak usah dengerin Momo. Dia aja orangnya pelupa, malah kamu percaya"
Jeong menghembuskan nafasnya pelan. "Yaudahlah aku temenin kamu disini sampe urusan kamu selesai ya? Kamu lagi nunggu manager unnie kan?"
Nayeon mengangguk, dia lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Jeongyeon. "Aku mau tidur sebentar, tolong bangunin ya nanti kalo manager unnie udah selesai"
"Iya sayang, istirahat aja dulu."
Jeong mengusap kepala Nayeon dengan lembut, dia jarang banget punya momen sweet kayak gini. Hubungannya didominasi dengan perang, mau itu bercanda, beneran, ataupun perang dingin. Semua jenis perang ada di hubungan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Just Wanna Be With You
Fan-FictionSatzu never ending story *Cerita ini up kalo ada momen di Twice yang pas
