Liburan Tzuyu telah selesai. Mama Chou, Judy, dan Elkie juga sudah kembali ke negara masing-masing.
"Jangan lupa besok kita flight loh Tzu, kamu harus cepet istirahat"
"Aku bahkan belum packing unnie, setelah dari Macau kita lanjut ke Jepang kan?"
"Iya kita langsung flight ke Jepang"
"Nahh, aku belum packing." Tzuyu mendesah pelan, dia malas bongkar-bongkar koper dan isi lemarinya untuk membawa barang keperluan besok.
"Koper kamu udah siap kok. Tadi unnie bantu Sana nyiapin semuanya"
"Sana? Dia di apart aku sekarang?"
"Tadi siang sih iya, gak tau deh sekarang. Mungkin lagi hangout sama Momo kayak hari sebelumnya"
"Kita sampe."
Mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan loby apartemen Tzuyu. Manager unnie dan supir mulai menurunkan barang bawaan Tzuyu dari bagasi.
"Aku naik sendiri aja unnie, makasih yaa udah bantuin Sana beresin koper aku"
"Sama-sama Tzu. Kalo gitu unnie pulang ya, besok kamu dijemput manager yang lain, karena unnie jemput Sana dulu"
"Sana sendiri?"
"Iya, ada beberapa barang endors yang di kantor buat dia. Biasa deh foto-foto dikit. Yaudah kamu masuk duluan Tzu"
"Iya, hati-hati di jalan ya unnie."
Tzuyu melangkahkan kakinya menuju lift sambil menebak-nebak. Dia penasaran apa Sana masih ada di atas atau enggak.
"Merasa bersalah deh gue" gumam Tzuyu pelan.
Lift terbuka di lantai tempat Tzuyu tinggal.
Setelah sampai di depan pintu, Tzuyu merasa sedikit gugup, takut Sana benar-benar menunggunya pulang.
Saat masuk hal pertama yang Tzuyu lihat adalah keberadaan dua anaknya yang baru saja terbangun dari tidurnya.
Guk! Guk!
Gonggongan kecil Kaya dan Butter yang menyambutnya membuat perempuan Taiwan itu tersenyum. "Hai sayang, siapa yang jemput kalian pulang hmm?" tanya Tzuyu sambil memeluk Kaya dan Butter.
"Tadi pagi aku yang jemput mereka."
Suara datar Sana membuat Tzuyu menegang.
Akhirnya dia tau kalo ternyata tunangannya itu benar-benar sedang ada disini.
"Makasih ya udah jemput mereka." ucap Tzuyu pelan.
Sana pergi begitu saja menuju sofa dan membuat Tzuyu heran.
"Jam segini kenapa nonton tv disini?"
"Takut ganggu kamu, aku kan gak tau kamu udah maafin aku atau belum" jawab Sana santai.
Detik itu juga Tzuyu langsung menaruh anak-anaknya dan menghampiri Sana. "Aku udah maafin kamu, tapi sekarang kok kayaknya malah kamu ya yang marah sama aku?"
"Gimana gak marah? Aku tiba-tiba ditinggal gitu aja. Kamu bahkan gak ngabarin aku kalo mau liburan kemana dan sama siapa, aku ini tunangan kamu loh Tzu."
Tzuyu menerima kenyataan pahit tentang kejadian kemarin. Dia mengaku salah karena kabur dari masalah.
"Kamu selalu begitu, dulu juga kamu pernah tiba-tiba pulang ke Taiwan sebelum masalah kita selesai"
"Aku minta maaf. Izinin aku buat jelasin dulu ya"
"Mau jelasin apa lagi? Kamu tau gak aku khawatir? Kamu tau gak kalo aku pengen cepet balik ke Korea biar bisa ketemu kamu, tapi ternyata kamu malah udah liburan di Okinawa. Apa susahnya izin sih? Kalo kamu masih suka kabur-kaburan kayak gitu aku jadi mulai ragu dengan keseriusan kamu buat hubungan kita kedepannya."
KAMU SEDANG MEMBACA
I Just Wanna Be With You
Fiksi PenggemarSatzu never ending story *Cerita ini up kalo ada momen di Twice yang pas
