Malam jumat kali ini adalah aktivitas paling berat untuk sepasang kekasih yang sedang lengket-lengketnya seperti Sana dan Tzuyu.
"Udah belum sih?" tanya Sana sedikit teriak penasaran.
"Belum!"
"Ck! Kan aku pernah bilang kalo punya tas tuh disimpen yang bener, pake rak atau pake lemari kaca gitu dong Tzu biar carinya gampang."
"Bawel deh kamu, mending sini bantuin cari!"
Mereka teriak-teriakan karena Tzuyu sedang di ruang wardrobe yang ada tepat di belakang kamarnya.
Sana mau gak mau ikut bantu Tzuyu buat cari tas yang cocok untuk outfit mereka berangkat ke Jepang besok.
"Liat sendiri ya Minatozaki Sana, itu lemari tas aku isinya tas siapa hmm?"
Sana cuma bisa nyengir, jelas aja dia sadar kalo tas miliknya lebih mendominasi daripada milik Tzuyu.
"Emang outfit kamu buat besok udah siap?" tanya Sana sambil mulai membantu membongkar kotak-kotak besar yang diduga berisi koleksi tas lama Tzuyu.
"Udah, tinggal tas aja. Kamu gimana?"
"Udah siap semua mulai dari outfil pulang-pergi sama baju ganti nanti"
"Tumben?"
"Aku lagi semangat aja."
Tzuyu curiga, dia ngerasa kalo ada yang Sana sembunyikan darinya. "Semangat karna?"
"Karna besok kita ke Osaka. Kamu kan udah tau kalo orang tua aku belum juga bisa dateng, tapi kan besok kita bisa pulang ketemu mereka"
"Iya sih, kita pulangnya juga senin kan?"
Sana mengangguk, dia kembali tersenyum dan membayangkan banyak hal di rumahnya nanti.
"Yang jangan senyam-senyum sendiri gitu ah, serem tau!"
"Aku tuh begini karena kamu Tzuyu sayangku"
"Sumpah serem banget!"
Tzuyu memberikan jarak dengan menggeser tubuhnya sedikit dari Sana, tapi perempuan itu sadar dan terus ikutan geser-geser tubuhnya buat dekat dengan Tzuyu.
"Kenapa sih malah jauhan?!"kesalnya.
"Serem, kamu sasaeng kan sebenernya? Ngaku aja kalo kamu bukan Sana tunangan aku!"
Kali ini giliran Sana yang menatap Tzuyu dengan tatapan aneh. "Stres! Kamu harusnya bantu pasien konsul, bukan malah jadi pasiennya!"
*
Sana cuma bisa geleng-geleng kepala saat melihat tas apa yang dipakai tunangannya hari ini.
Dari sebelum berangkat Sana udah males banget liat modelan Tzuyu hari ini.
"Kamu kenapa sih yang?" tanya Tzuyu heran. Pagi ini bahkan Sana gak bawel kayak biasanya.
"Kesel!"
"Kenapa? Emang aku ada salah sampe kamu cuekin aku gini?"
Sana melipat tangannya di dada dan menghela nafas pelan. "Aku semalem udah bantu bongkar barang kamu demi cari tas yang cocok, terus kenapa tiba-tiba yang kamu pake malah..." Sana melirik sekilas tas yang sedang Tzuyu kenakan, dan setelahnya dia kembali menghela nafas.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Just Wanna Be With You
FanfictionSatzu never ending story *Cerita ini up kalo ada momen di Twice yang pas
