Hubungan

543 57 9
                                        

"Sana!"

Mendengar namanya dipanggil begitu kencang membuat Sana langsung terbangun dari mimpi indahnya.

"Hmmm? Kenapa?"

"Kok pulang gak ngabarin aku? Susah ya buat sekedar bales chat dari aku?"

Sana mengusap wajahnya dengan kasar. "Kalo kamu kesini cuma mau marah mending pergi dari sini Tzu, aku butuh istirahat." Sana menatap Tzuyu dengan tatapan sengit penuh amarah.

"Kok jadi kamu yang marah? Harusnya kan aku! Sekali lagi aku tanya. Kenapa kamu pulang gak ngabarin aku?"

"Oke aku minta maaf! Aku gak mau bahas itu sekarang, tolong jangan bikin aku stres Tzu"

"Gak ada yang mau bikin kamu stres, aku kesini cuma pengen tanyain hal tadi. Kamu gak tau gimana aku tersiksanya nungguin kabar dari kamu hmm?"

"Kamu kan lagi sibuk!"

"Kesibukan aku gak kayak kamu Sana! Aku bahkan masih bisa ajak anak aku meeting, masih bisa telfon kamu chat kamu. Begitu kamu bilang aku sibuk? Aku kerjapun masih kepikiran kamu!"

Tzuyu menghembuskan nafasnya pelan, dia mengatur nafasnya supaya gak makin kepancing emosi. "Plis udahan diem-diemannya, aku kangen banget sama kamu sayang" nada bicara Tzuyu melembut.

"Jangan bahas soal hubungan dulu, aku masih harus nunggu mv colab kamu keluar. Itu yang nentuin kita baikan atau enggak"

"Maksudnya engga?" tanya Tzuyu heran.

"Kalo sampe ada aneh-aneh di mv kalian, aku pastiin kita break"

"Kok gitu? Maksudnya kamu mau kita putus?"

"Break, gak putus"

"Apa bedanya?"

"Pokoknya beda, aku butuh waktu buat sendirian nenangin diri"

"Aku bisa nenangin kamu, kenapa harus nenangin diri sendiri?"

Sana lagi-lagi mengusap wajahnya dengan kasar, dia gak bisa ngadepin Tzuyu sekarang. "Kamu bisa gak sih cukup hargai aja apa yang aku mau? Kalo kamu selalu nentang kayak gitu, aku capek Tzu. Aku cuma pengen nenangin diri aja kalo sampe di mv kalian ada aneh-aneh, aku sendiri juga gak sanggup pisah dari kamu Tzu"

"Terus kenapa break? Kamu ngancem aku apa gimana sih ini?"

Sana langsung terdiam.

Tzuyu yang marah sambil kebingungan itu membuatnya jadi merasa bersalah. "Intinya aku belum bisa jadi kayak biasanya untuk kamu, anggap mulai dari sekarang kita break aja"

"Kok jadi sekarang breaknya? Kamu pikir hubungan kita bisa kamu mainin dengan minta break kayak gini San? Kamu tuh..." Tzuyu membalikkan badannya sambil berusaha menahan amarahnya. Tangannya mengepal sambil gemetar, dia manahan semua rasa marahnya ke Sana, karena takut perempuan kesayangannya itu sakit hati dengan perkataannya.

"Kamu tuh bisa gak sih profesional? Kita idol Sana kita IDOL! kamu harus tau mana pekerjaan mana bukan, aku sama dia murni kerja!"

"Tapi dia flirting ke kamu. Dia selalu nyentuh kamu, aku gak suka!"

"Yaudah, aku anggap kita beneran break hari ini. Tenangin diri kamu." Sebelum keluar dari kamar Sana, Tzuyu menoleh sambil memegang gagang pintu. "Asal kamu tau, aku bahkan sortir sendiri mana aja adegan di mv yang menurut aku bisa bikin kamu marah. Semua aku lakuin juga untuk kamu sayang. Aku pamit." Pintu kamar Sana tertutup rapat. Tzuyu pergi setelah menyetujui ajakan Sana untuk break.

I Just Wanna Be With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang