Bangkok

391 45 6
                                        

Perjalanan dari Korea ke Bangkok kali ini sangat menegangkan.

Tadi saat mengudara, beberapa kali pesawat yang dinaiki Twice dan crew mengalami turbolensi dari yang kecil hingga guncangan sedang yang membuat mata Sana terpejam sambil komat-kamit mengucap kalimat 'Ya Tuhan, Sana belum siap mati. Izinin Sana buat nikah sama Tzuyu dulu, Tuhan.'

Momo yang duduk di sebelahnya juga gak jauh beda, pokoknya dua perempuan Jepang itu sama-sama ketakutan karena turbolensi.

"Pucet banget muka lo berdua" Jihyo ketawa ngakak ngeliat Sana dan Momo yang terlihat seperti setengah nyawanya masih tertinggal di atas langit tadi.

"Kamu kenapa yang?" tanya Tzuyu sambil menyamakan langkahnya dengan Sana.

"Turbolensinya bikin aku takut" jawab Sana.

Ekspresinya masih datar, tatapannya juga kosong. Sana kayaknya syok berat.

"Beli minum dulu yuk, mau thaitea apa greentea?"

"Apa aja ay."

Tzuyu mengangguk, lalu izin ke manager kalo mau beliin Sana minum sebentar. "Oiya unnie, aku titip Sana sebentar. Tolong ajak dia ngobrol terus ya"

Manager unnie mengacungkan jempolnya. "Siap Tzu."

Setelah dirasa calon istrinya aman bersama manager unnie, Tzuyu menghampiri salah satu brand minuman yang terkenal di Thailand.

Dia memesan satu thaitea dan greentea, jaga-jaga kalo ternyata Sana lebih suka sama greentea dibanding thaitea.

Tzuyu menghampiri Sana dengan membawa dua minuman di tangannya. "Kamu mau yang mana?"

"Ini apa?"

"Thaitea"

"Beda ya sama Chaitea?"

"Beda dong sayang, nih minum dulu."

Karena Sana dan Momo yang masih syok, manager mereka jadi memanfaatkan waktu itu untuk beristirahat sebentar.

Dahyun juga sedang membelikan minum untuk Momo, tapi bedanya Momo request pengen es jeruk.

Tentu aja Dahyun harus mencari minuman itu dengan ekstra dan ditemani salah satu manager supaya lebih aman.

"Sayang mau cobain greentea kamu boleh?" pinta Sana.

"Boleh."

Tzuyu diam-diam tersenyum, sekarang calon istrinya itu udah gak keliatan sawan lagi kayak tadi. Emang gula paling ampuh bikin energi Sana cepet balik.

"Enak punya kamu ih"

"Tuker aja gakpapa kok ay"

"Bener?"

Tzuyu mengangguk yakin, karena memang itu tujuannya membeli dua minuman berbeda. "Iya sayang, kamu minum aja punya aku gakpapa"

"Makasih baby."

Sana yang emang dasarnya suka matcha ngerasa lebih familiar dengan greentea, walaupun rasanya jauh lebih manis daripada matcha yang biasa dia minum.

"Sana udah mendingan?" tanya manager unnie.

"Udah unnie, lumayan udah ilang bayangannya. Tadi Sana rasainnya kayak beneran mau jatoh, nyawa Sana gak tau ada dimana."

Manager unnie tertawa, Sana ternyata gak sadar kalo ternyata hampir semua orang juga merasakan hal yang sama.

Turbulensi tadi sangat menegangkan.

"Yuk lanjut jalan!" Manager lainnya memberi isyarat untuk segera keluar dari bandara.

I Just Wanna Be With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang