This Is For

507 45 8
                                        

"Dingin!" Tzuyu menggigil kedinginan karena mandi di pagi-pagi buta.

"Gak pake air hangat emang tadi?"

"Ya pake, tapi ini keluar dari kamar mandi langsung kena suhu kamar yang sedingin ini, kamu pikir aku bakalan tetep ngerasa anget?"

"Astaga pagi-pagi udah sensi aja deh kamu"

"Matiin dulu yang plis."

Tzuyu gak terbiasa mandi sepagi ini, karena jadwal dia gak sepadat Sana yang jam 6 udah mulai beraktivitas.

"Ish nanti aku gerah kalo dimatinn, aku naikin ke 23 aja gimana?"

"Yaudah, seengaknya gak begitu dingin."

Sana akhirnya mengubah suhu di kamar mereka dari 17 ke 23 dengan harapan cukup untuk membuat Tzuyu gak kedinginan lagi. "Udah ya, jangan ganggu aku. Aku mau tidur bentar"

"Astaga yang, kita berangkat satu jam lagi loh. Bisa-bisanya mau tidur dulu"

"Selagi ada waktu, satu jam itu lebih dari cukup untuk tidur sayang. Udah ah jangan berisik!"

Tzuyu gak bisa ngelakuin apa-apa selain ngebiarin Sana tidur, karena dia juga harus mengurus dirinya sendiri sekarang, sementara Sana udah rapih dan makeup tipis untuk berangkat ke music bank nanti.

Setelah mengeringkan rambut dan memilih outif, Tzuyu segera membereskan barang bawaannya dan juga Sana. "Ck, cukup buat tidur tapi barang bawaannya belum disiapin. Dasar!"

Tzuyu jadi grasak-grusuk sendiri untuk cari barang-barang Sana yang sekiranya penting untuk dibawa. "Airpods udah, charger sama powerbank udah, apa lagi ya?"

"Bawa album gak ya? Temen dia kan banyak banget, dia kemungkinan ada rencana buat tukeran album gak ya?"

Saat Tzuyu lagi kebingungan, Sana akhirnya terbangun. "Kamu ngapain sih? Rusuh banget"

"Heloo? Rusuh? Aku tuh lagi siapin barang-barang tau!"

Mendengar itu Sana langsung loncat dan mulai mencari barang-barang penting untuk dia bawa, apalagi dia ada jadwal lain setelah dari music bank.

"Duhh hape aku mana ya?" Sana mulai panik, dia pikir barang-barangnya belum siap semua.

"Tadi kamu bawa tidur" jawab Tzuyu santai.

"Spidol aku mana sihh? ish aku tuh pengen bawa satu album yang udah aku tanda tangan buat tukeran."

Melihat sekarang Sana yang grasak-grusuk, Tzuyu hanya memperhatikan perempuan itu sambil bersedekap dada.

"Powerbank aku juga kemana lagi..."

"Tzu bantuin cari dongg!"

Tzuyu menghela nafas kasar. "Daripada itu barang kamu kumpulin di tangan, mending kamu taro di tas dulu, nih" Tzuyu memberikan tas Sana yang isinya sudah dia siapkan tadi.

"Loh berat?"

"Ya iya lah, aku udah beresin semuanya. Tuh tinggal kamu cek apa yang kurang"

"Hehehe makasih sayangku yang cantik."

Sana jadi senyam-senyum sendiri sekarang, dia ngerasa malu dan salah tingkah disaat yang bersamaan. Apalagi pas dia tau kalo Tzuyu yang rusuh tadi ternyata buat nyiapin keperluan mereka berdua.

"Cium kek! Makasih doang buat apa" protes Tzuyu.

"Yakin? Lipstik aku merah loh, nanti malah nempel loh"

"Yaudah di bibir aja biar nempelnya bagus"

"Tapi janji jangan dikokop?" Sana waswas.

"Hmmm janji."

I Just Wanna Be With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang