Sebelumnyaa maaf ya gais kalo yang KL aku skip.
🗣️: Kenapa emang ka?
Selain ketinggalan, disana juga kurang greget momennya😭 Aku juga mau ngingetin ke kalian kalo emang sebenernya cerita ini update kalo mereka ada momen aja hehe apalagi yang bikin kalian kejang-kejang kesenengan ngeliat momen satzu.
Aku juga masih nyicil buat update, karena aku mulai harus bagi fokus juga antara wp sama skripsi, wkwkw stres banget kalo dua duanya jalan bersamaan gitu, kayaknya isi otak aku bisa kayak kapal pecah wkwkwk.
Oiya makasih buat yang masih setia nunggu aku update (apalagi yang nunggu aku lanjutin cerita My Idol Girl wkwkwk), makasih juga yang udah rajin komen walaupun aku jarang bales.
Pokoknya aku gak akan hiatus kok teman-teman, cuma mungkin jadi gak bisa janji kasih update kalian tiap weekend.
Happy reading all!🤩
***
"Kamu gakpapa sayang?" tanya Tzuyu khawatir.
"Gakpapa kok yang."
Mereka semua sedang berada di agensi, menunggu semuanya siap untuk keberangkatan ke Sydney siang ini.
Tzuyu selalu berada di samping Sana, dia membiarkan kekasihnya itu untuk bersandar di bahunya.
Semalam Sana tiba-tiba demam tinggi, dan batuk-batuk.
Pergantian musim memang banyak membuat orang-orang yang lagi gak fit jadi rentan terkena penyakit. Termasuk Sana.
Tzuyu menempelkan pipinya ke kening Sana untuk memeriksanya. "Duh, kamu masih anget sayang. Aku beliin teh panas madu di bawah ya?"
Sana hanya menganggguk.
"Sebentar ya sayang."
Sana mulai mengubah posisi duduknya menjadi tiduran, dan menutup wajahnya dengan masker.
Setelah izin ke Jihyo, Tzuyu langsung turun menuju caffe untuk memesan teh panas madu untuk Sana.
"Sana-ya?" panggil Jihyo sambil meraih kedua tangan Sana yang menjuntai ke lantai.
"Astaga, lo beneran sakit?" sekarang giliran Jihyo yang panik.
Gimana gak panik? Chaeng aja sampe sekarang masih belum sembuh, ditambah lagi kondisi Sana sekarang lagi demam.
Gak lama Momo, Dahyun, dan Jeong ikut mendekat ke arah Sana setelah mendengar suara panik Jihyo.
"Sana kenapa Ji?" tanya Jeong.
"Demam. Badannya anget banget"
"Tzuyu kemana?" tanya Dahyun.
"Izin kebawah tadi buat beliin Sana teh."
Momo mengecek suhu di kening Sana dengan hati-hati. "Eh iya panas ini mah anjir bukan anget lagi!"
Sana yang dari tadi memejamkan matanya langsung menatap Jihyo, Momo, Dahyun, dan Jeong bergantian.
"Peluk gue plis" pinta Sana.
Merek berempat langsung memeluk tubuh Sana yang sedang demam itu.
Jihyo menepuk pelan kepala Sana, Momo mengusap rambutnya, Dahyun mengusap pundak, dan Jeongyeon menepuk-nepuk bokong Sana seperti sedang ngelonin bayi.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Just Wanna Be With You
FanfictionSatzu never ending story *Cerita ini up kalo ada momen di Twice yang pas
