"Sayang besok aku gak langsung pulang ya."
Detik itu juga Sana langsung menghentikan aktivitasnya, dia meremas sisir yang ada dalam genggamannya.
"Mau kemana?" tanya Sana setenang mungkin.
"Aku diajak dinner sama Corbyn"
"Dia kesini cuma mau dinner sama kamu?"
"Enggak sayang, kita mau sekalian bahas lagu colab kita yang rilis bulan ini"
"Oh ya? Wow keren dong. Aku bahkan gak tau kapan kamu rekaman."
Tzuyu menghela nafasnya pelan, dia berusaha untuk gak kepancing dengan tanda-tanda kemarahan Sana.
"Waktu itu kamu sibuk syuting, tapi kamu juga tau aku bolak-balik ke agensi kan"
"Tapi kamu gak bilang kalo itu buat rekaman lagu sama dia"
"Iya emang enggak semua, aku nyicil itu buat ngirim sample suara ke dia"
"Oke stop. Aku gak mau bahas ini, aku gak mau keliatan bete di depan banyak Once"
"Okei."
Mereka akhirnya sibuk sendiri-sendiri. Sambil menunggu manager unnie menjemput mereka ke agensi, Sana masih terus menyisir rambutnya, berharap pikiran kusut di kepalanya ikut rapih karena terkena sisir, sementara Tzuyu asik memainkan ponselnya.
"Gak bisa nih, gue harus cari tau udah sedeket apa mereka berdua!" Sana menatap dirinya sendiri di pantulan cermin, beberapa kali juga berpose dan tersenyum supaya Tzuyu gak curiga kalo sebenarnya sedang ada yang Sana pikirkan.
"Enak aja abis bikin trend pegang tangan Tzuyu terus sekarang ngajak dinner. Dia juga yang bikin Tzuyu gak kasih tau apa-apa ke gue bahkan ke anak-anak tentang colabnya." Diliriknya Tzuyu dari pantulan cermin yang ternyata masih asik memainkan ponselnya di kasur.
"Awas aja kalo ternyata masih ada yang disembunyiin!"
"Sayang ayo turun, manager unnie udah di bawah" ajak Tzuyu.
Sana hanya mengangguk, dia mengambil tasnya dan keluar dari kamar lebih dulu.
"Astaga sayang... jangan kayak gini dong" Tzuyu buru-buru keluar untuk mengejar langkah Sana.
"Gini gimana hmm?"
"Setelah ini kamu pasti diemin aku, sok gak kenal sama aku"
"Sok tau"
"Tuhkan kamu udah jawab singkat. Sayang tolong lah ngertiin aku. Kalo kamu gak bisa ngertiin aku, minimal kamu ada rasa bangga sama aku, karena aku jadi member pertama yang ambil solo project duet sama artis luar. Aku pengen kamu jadi orang pertama yang ngucapin selamat ke aku."
Langkah Sana terhenti, kali ini dia berusaha meredakan rasa cemburunya demi pencapaian Tzuyu. "Selamat ya sayang, semoga lagu colab kalian sukses" ucapnya lalu kembali melangkah pergi.
"Astaga... Sana tunggu!"
*
"Aku mencium aroma-aroma orang berantem nih yang" bisik Momo ke Dahyun saat melihat Sana.
Sana masuk ke ruang meeting dengan gaya sok bossy diikut dengan Tzuyu di belakangnya.
Orang-orang disana langsung tau kalo lagi ada apa-apa dengan pasangan itu.
"Ini kopi pesenan kalian tadi, untuk Sana sama Tzuyu gue pesenin latte gakpapa kan?" Jihyo dibantu salah satu manager masuk membawakan kopi untuk doping mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Just Wanna Be With You
Fiksi PenggemarSatzu never ending story *Cerita ini up kalo ada momen di Twice yang pas
