"Cepetan keluar gak lo."
"Ish, ya sabar."
"Inget kita flight bentar lagi San."
Sana menggigit bibirnya, dia resah dan bingung.
Sekarang dia sudah sampai di apart Tzuyu bersama dengan Momo menggunakan mobil manager unnie. Tapi gadis Jepang itu, masih terlalu takut untuk bertemu Tzuyu.
"Keburu di cariin anjirlah lama banget, ayo cepet." Momo yang kesabarannya setipis tisu langsung menarik Sana keluar dari mobil dan segera menuju unit apart Tzuyu.
"Gue bingung mau ngomong apa ke dia."
"Gak usah basa basi, lo langsung to the point aja deh ke dia tentang apa yang lo rasain."
"Takut di usir lagi Mo."
"Ya lo jangan maksa, ngomongnya pelan-pelan."
Akhirnya mereka sampai di lantai tempat Tzuyu tinggal, Momo masih menarik lengan Sana hingga sampai di depan pintu apart Tzuyu.
"Gue tunggu sini, gak usah pencet bell langsung masuk aja. Kelamaan kalo nunggu Tzuyu buka pintu, gue yakin dia masih tidur karna kecapean."
Sana hanya bisa nurut perintah Momo, dia takut menyesal karna gak mau nekat masuk.
"Tzuyu?" panggil Sana.
Seluruh lampu ruangan masih menyala, hanya lampu kamar Tzuyu yang lampunya mati.
Sana menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.
Ini saatnya.
Di bukanya pintu kamar Tzuyu, disana masih tertidur nyenyak perempuan yang selalu membuat jantung Sana berdetak gak karuan.
"Heii sayang."
"Tzu."
Merasa ada usapan lembut di kepalanya, Tzuyu malah semakin nyenyak.
"Sayang bangun dulu sebentar."
"Baby."
"Sayang."
Tzuyu mulai mengerjapkan matanya, dia terbangun karna tiba-tiba mendengar suara lembut Sana yang memanggilnya 'sayang'.
"Ka Sana?" tanya Tzuyu dengan suara seraknya.
Walaupun memanggilnya dengan sebutan 'Ka', tapi senyum di wajah Sana tetap terukir.
"Iya ini aku sayang."
"Ada apa ka?"
"Aku pamit ya mau berangkat."
"Berangkat kemana? Berapa lama?"
"Jerman sayang, syuting buat MISAMO."
"Sekarang banget?"
Sana mengangguk, dia terus menatap Tzuyu yang terlihat masih setengah ngantuk.
"Kita... baikan ya Tzu. Aku gak tenang pergi jauh pas hubungan kita lagi kayak gini."
"Kamu ke bandara kapan?"
"1 jam lagi aku otw dari agensi."
"Kesini sama manager unnie?"
"Enggak, sama Momo pinjem mobil manager unnie."
"Ka Momo dimana sekarang?"
"Tunggu di luar, jaga-jaga kaloo.." Sana menahan kalimatnya, dia gak akan lupain saat pertama kalinya Tzuyu mengusirnya keluar.
"Kalo apa?"
"Kalo kamu ngusir aku lagi."
Tanpa menjawab omongan Sana, Tzuyu langsung bangkit dan keluar kamar begitu saja.
Rasa cemas Sana semakin bertambah, karna Tzuyu juga mengalihkan pembicaraan mereka saat Sana meminta untuk baikan.
Tiba-tiba Tzuyu kembali ke kamar dengan membanting pintunya agar tertutup.
"Masih ada waktu sebelum kamu berangkat."
Hati Sana menghangat, akhirnya dia merasakan pelukan Tzuyu lagi. Pelukan yang selalu dia rindukan setelah sekian lama perang dingin dengan Tzuyu.
Tzuyu memeluknya, pelukan itu mampu membuat Sana ingin menangis.
"Hati-hati ya, kamu fokus disana biar cepet selesai syutingnya." ucap Tzuyu sambil mengusap kepala Sana.
"Tapi kita gimana?"
"Gimana apanya?"
"Hubungan kita? Kita baikan?"
"Iya kita baikan. Aku gak akan kuat lama-lama diemin kamu Sana, aku sayang kamu, aku kangen banget sama kamu dari kemarin. Tapi kita kan sama-sama sibuk, jadi aku agak gak nyangka ternyata kamu duluan yang nyamperin aku."
Sana mengeratkan pelukannya.
Ini dia Tzuyu yang dia sayangi. Kekasihnya kembali.
"Kita sama-sama turunin gengsi kita ya, aku gak mau kehilangan kamu Tzu. Aku sayang banget sama kamu."
"Kamu gak akan kehilangan aku sayang."
Merasa berbunga-bunga, Tzuyu mengecup kening Sana sebagai tanda cintanya.
"Boleh ini di cium juga gak?" tanya Sana sambil memegang bibirnya.
"As you wish chagiya."
Tzuyu dengan lembut mulai mencium bibir Sana, melumat bibir ranum itu dengan penuh rasa rindu yang menggebu-gebu.
"I love u Tzu."
"Love u more sayangku. Jangan lupa kabarin aku ya kalo udah landing. Aku tau kita punya kesibukan masing-masing sekarang, tapi janji sama aku yaa kalo komunikasi kita harus tetep lancar."
"Janji, aku berangkat yaa. Takut manager unnie nyariin mobilnya."
"Iyaa, maaf ya aku gak bisa anterin kamu."
"Gakpapa, kamu istirahat aja. Aku pamit ya."
"Safe flight sayang."
Tzuyu mengecup bibir Sana lagi sebelum gadis Jepang nya itu pergi meninggalkan kediamannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Just Wanna Be With You
FanfictionSatzu never ending story *Cerita ini up kalo ada momen di Twice yang pas
