Before After

537 41 9
                                        

"Dih kapan dia sampenya?"

Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan hari ini Tzuyu sama sekali belum membuka ponselnya. Dia gak tau kalo ternyata Sana sudah sampai di Korea, dan bahkan sudah tertidur pulas bersama kedua anak Tzuyu.

"Udah makan belum ya dia?"

Tzuyu menggelengkan kapalanya pelan. "Gak Tzu! Jangan peduliin dia!"

"Mending gue mandi dulu lah."

Tzuyu masih kesal dengan Sana setelah video bersama Sabrina itu booming. Apalagi setiap bertemu member lain di agensi pasti terus meledeknya Sana lebih dulu dilamar Sabrina Carpenter.

Sebelum masuk ke kamar mandi, Tzuyu diam-diam mencari suatu benda di tas dan koper Sana yang baru saja dia ingat.

"Udah gue duga pasti diselipan baju kotor."

Setelah menemukan benda yang dia cari, Tzuyu tersenyum miring. Dia gak sabar menunggu Sana bangun nanti. "Semoga Dahyun gak lupa sama rencana kemarin."

Walaupun rencana itu agak memalukan, tapi Tzuyu tetap setuju dengan ide yang Dahyun berikan.

Akhirnya Tzuyu masuk ke kamar mandi dengan tenang, suasana hatinya juga kembali membaik.

Beberap menit kemudian Sana terbangun karena mendengar gemercik air dan suara lagu-lagu pop barat dari arah kamar mandi.

Dia mengerjapkan matanya beberapa kali, dan dengan kesadaran yang masih 50% Sana berjalan pelan ke arah kamar mandi.

"Sayang" panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur.

Tzuyu sendiri sengaja gak mau jawab, dia lebih memilih untuk memejamkan matanya sambil menikmati air hangat dari pancuran shower.

"Kok gak bangunin aku sih kalo kamu udah pulang?"

Tzuyu terkejut, Sana ternyata sudah melepaskan seluruh pakaiannya. Dia ikut berada di bawah pancuran shower sambil memeluk Tzuyu dari belakang. "Aku nungguin kamu pulang tadi sampe ketiduran, abisan kamu gak bales-bales chat aku."

Tzuyu mulai goyah, nada Sana yang merengek manja seperti itu selalu bisa membuatnya luluh. "Jangan tergoda Tzu! Sana itu penuh tipu daya uler!" - batinnya.

"Sayang kok diem aja sih?"

"Apa ini bukan Tzuyu? LO HANTU YA!" teriak Sana tiba-tiba. Dia juga melepaskan pelukan itu lalu mundur secara perlahan.

"Pantes dari tadi gak jawab, gak balik badan juga" gumam Sana sambil terus melangkah mundur.

"AAAAAA!!"

Bruk!

Detik itu juga Tzuyu langsung balik badan, kegaduhan di belakangnya ternyata gara-gara Sana tersandung kakinya sendiri saat mau kabur sambil teriak ketakutan.

"Kamu ngapain sih!" marah Tzuyu.

"Ada aja deh tingkahnya, kan jadi jatoh gini!"

Sana tiba-tiba sesegukan, dia susah payah menahan tangisannya walaupun air matanya sudah membasahi pipinya. "Aku kira daritadi aku meluk hantu."

Diusapnya pelan air mata yang tadi membasahi pipinya. "Hantu mana ada yang secantik aku" jawab Tzuyu santai.

"Sttt!" Sana langsung membekap mulut Tzuyu. "Nanti mereka denger terus malah jadi terinspirasi gimana? Nanti mereka beneran jadi mirip kamu gimana?" paniknya.

Tzuyu menghela nafas pelan sambil menyingkirkan tangan Sana yang menutupi mulutnya. "Kebanyakan nonton film sih kamu, udah sekarang mandi yang bener abis itu aku kasih minyak kakinya. Sakit kan?"

I Just Wanna Be With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang