Di Rumah Tay
Nanon pun pulang ke rumah setalah makan dengan sabahat Fiat di antara dengan pacar Fiat
Naon pun langsung membuka pintu
"Bun Nanon pulang" kata nanon sambil melepas sepatu
"Eh nanon tumben dah pulang" tanya pluem
Nanon pun kaget biasa nya abang pluem belum pulang karena kuliah.
"Eh bang lu ko nggak kuliah, mana bunda" tanya nanon dengan kager
"Nggak kuliah gua dosen tak masuk hari ini, bun di sebelah antar makanan" kata pluem yang du meja makan
Nanon pun hanya mengangguk saja.
"Dah sana gantu baju cuci tangan terus makan bunda masak banyak tuh makan" kata pluem
Nanon naik ke atas pergi ke kamar untuk segera ganti bajunya, setelah ganti baju nanon pun turun untuk segera makan ia mencuci tangan terlebih dahulu dan abang pleum pun sudah makan duluan.
"Eh nanon dah pulang" kata New
"Udah bun" jawab nanon
New pun langsung ke dapur untuk mensiapkan makan menutup untuk anak nya
"Btw nanon lu udah mau lulus kan lu ada kepikira tak mau kampus di mana sam jurusan nya apa" kata pluem
"Gua kalo jurusan udah ada sih abg tapi kampus belum ada" kata nanon
"Yaudah lu pikirin dulu mau kampus di mana kalo urusan daftra bisa lah tuh" kata pluem
Tak lama kemudian abang kedua datang Franks
"Wih masak banyak nih bun" cetus Franks
New hanya mengekang kepala nya melihat tingkat kelakuan anak nya
"Udah sana ganti baju kamu baru selesai kuliahkan cuci tangan baru makan" kata new
Franks pun pergi ke kamar untuk ganti baju.
"Oh iya nanon gimana hubungan kamu sama Ohm lancar aja kan" kata New sambil meletakkan
Makan menutup
"Lancar bun" kata nanon
"Syukur" kata new
Pintu depan terdengar terbuka, suara langkah kaki berat memasuki rumah.
“Aku pulang” suara khas Tay menyapa sambil melepas sepatu kerjanya.
“Eh, kamu udah pulang, Yah?”sahut New dari dapur
“Iya, hari ini rapatnya kelar lebih cepat,” jawab Tay sembari meletakkan tas kerjanya di sofa. Ia langsung menuju meja makan, melihat Franks sedang lahap menyendok nasi.
“Wah, Franks, kayaknya laper banget ya kamu,” canda Tay sambil duduk.
“Laper banget Yah, hari ini kuliah padat banget. Pas pulang lihat makanan langsung semangat,” kata Franks sambil tertawa kecil.
Tay ikut tersenyum, lalu memanggil, “Nanon, kamu udah makan?”
“Udah Yah, barusan,” jawab Nanon yang sedang duduk santai di ruang TV sambil main HP.
Tak lama kemudian, HP Nanon bergetar. Nama “Ohm” muncul di layar. Nanon langsung mengangkatnya.
“Halo Ohm?”
“Hai Non, lu lagi di rumah?” suara Ohm terdengar di ujung telepon.
“Iya, baru aja selesai makan. Kenapa?”
“gua pikir… kamu mau dinner bareng gue nanti? Aku udah reservasi tempat,” ucap Ohm dengan nada sedikit grogi.
Nanon tersenyum, melirik ke arah ayah dan bundanya yang sedang sibuk di dapur.
“Dinner? Hmm… boleh deh, asal jangan pulang malem-malem ya,” jawab Nanon manja.
“Serius? Oke! Aku jemput jam tujuh ya.”jawab ohm yang nampak gembira
“Oke, see you,” kata Nanon sambil menutup telepon.
Franks yang duduk dekat Nanon langsung menoleh, “Dinner sama Ohm? Wah-wah, makin lengket aja nih.”
“Udah ah, abang jangan kepo,” kata Nanon tersipu malu.
Tay pun ikut angkat suara dari meja makan, “Jangan pulang terlalu malam ya, Nanon. Biarpun kamu udah gede, tetep harus jaga waktu.”
“Iya Yah, tenang aja, Ohm juga tahu batas kok,” jawab Nanon sambil berdiri.
New menyelutuk sambil menyusun piring, “Kalo udah nikah nanti jangan lupa undang keluarga besar ya,” godanya.
Semua pun tertawa. Rumah terasa hangat oleh canda dan keakraban.
Jangan lupa like dan komen
KAMU SEDANG MEMBACA
Rival Marriage(END)
Dla nastolatkówNanon, ketua tongkoran ressie yang memiliki sifat yang jauh berbeda dengan kedua kakak laki-lakinya. Sifatnya yang nakal, suka tawuran sana sini sampai lupa pulang membuat orang tuanya lelah Sementara itu, Ohm ketua tongkaran dessio, anak ketiga dar...
