Part 52

31 1 0
                                        

Babak Baru: Pertunangan di Tengah Sorotan


Sejak pengumuman di kantin, dua minggu berlalu dalam sekejap mata. Kampus seolah-olah berubah menjadi teater drama romantis, dan Ohm serta Nanon adalah pemeran utamanya. Bisikan, tatapan, dan gossip mengikuti mereka ke mana pun mereka pergi.

Fiat, AJ, dan JJ sudah berganti peran menjadi asisten pribadi dan bodyguard dadakan.

"Nanon, kamu yakin cincin ini tidak terlalu ketat? Acara tunangan tinggal dua hari lagi!" Fiat berbisik histeris saat mereka berada di perpustakaan.

"Fiat, ini perpustakaan. Dan ini cincin kawin Bunda yang akan dipoles ulang! Ukurannya pas!" balas Nanon, setengah berbisik dan setengah mendesis.

Di sisi lain, Ohm juga tidak bisa tenang. Ketiga abangnya Nut, Jimmy, dan Win sudah standby di rumah Tay sejak sehari sebelumnya untuk memastikan semua berjalan lancar, membuat suasana rumah Nanon seperti markas persiapan militer.

"Kau harus bersikap anggun, Ohm. Tatapanmu harus penuh cinta, tapi jangan berlebihan. Nanti dibilang akting," Jimmy memberi instruksi.

"Hadiah perpisahanmu untuk Nanon sudah kau siapkan, kan? Yang sudah kau rahasiakan sejak lama?" tanya Nut penuh selidik.

Ohm menghela napas. "Sudah, Phi. Aku sudah siapkan segalanya."


Hari-H: Upacara Tunangan


Hari itu tiba. Rumah Nanon diubah menjadi taman bunga champagne dan gold yang elegan. Hanya keluarga inti dan sahabat terdekat yang diundang, tetapi aura kemewahan terasa kuat.

Nanon mengenakan baju batik yang modren yang indah, didampingi New yang berlinang air mata bahagia. Saat Nanon melihat pantulan dirinya di cermin, ia tidak melihat Nanon yang takut tersesat di hutan, melainkan Nanon yang siap melangkah maju.

Di sisi lain, Ohm tampak gagah dalam balutan batik sutra premium. Ia berdiri di sisi Tay dan Gulf, pandangannya terus tertuju pada pintu masuk tempat Nanon akan muncul.

Saat Nanon berjalan perlahan menuju tempat upacara didampingi Tay, detak jantung Ohm berpacu kencang. Ia tahu, ia telah melihat Nanon berkali-kali, tetapi hari ini, Nanon terlihat luar biasa, seperti takdir yang akhirnya terwujud nyata.

Prosesi pertukaran cincin berlangsung khidmat. Cincin emas putih dengan berlian sederhana milik New disematkan di jari manis Nanon oleh Ohm. Sebaliknya, Nanon menyematkan cincin yang serupa di jari Ohm.

Saat cincin itu terpasang, Ohm mengangkat tangan Nanon, mencium punggung tangan Nanon dengan penuh kasih, lalu menatapnya dalam-dalam.

Ini bukan lagi mimpi, Nan. Ini nyata. Kita milik satu sama lain.

Setelahnya, Tay memberikan pidato singkat yang mengharukan, diselingi tangisan New. Kemudian, tibalah momen yang ditunggu: Hadiah Rahasia Ohm untuk Nanon.

"Kami sudah meresmikan janji orang tua kami," kata Ohm, memegang mic dengan gugup. "Sekarang, aku ingin memberikan janji pribadiku pada Nanon."

Ohm mengambil sebuah kotak kayu kecil dari saku jasnya. Nanon menatapnya dengan rasa ingin tahu.

"Nanon," Ohm memulai, suaranya tulus. "Kamu tahu, hal yang paling aku benci dari perkemahan adalah saat kamu hilang di hutan. Saat itu, aku bersumpah, aku tidak akan membiarkanmu merasa tidak aman lagi."

Ohm membuka kotak itu. Di dalamnya, bukan perhiasan mewah, melainkan sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk Kompas Kecil.

"Ini adalah Kompas yang sudah aku ukir dengan inisial kita," jelas Ohm, matanya hanya terfokus pada Nanon. "Setiap kali kamu merasa takut, atau bingung, atau merasa sendirian di tengah keramaian, ingatlah kompas ini. Kompas ini akan selalu menunjukkan satu arah: Kepadaku. Aku adalah rumahmu, Nanon. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu."

Rival Marriage(END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang