Suasana mall mulai meredup, lampu-lampu neon memantulkan cahaya hangat di lantai mengilap. Setelah menikmati makan malam sushi bersama, rombongan kecil itu berjalan perlahan menuju pintu keluar. Ohm membawa kantong belanja berisi perlengkapan kemping, sementara Nanon berjalan di sampingnya sambil sesekali melirik daftar barang di ponselnya, memastikan semua sudah lengkap.
“Kayaknya semua udah kebeli deh,” kata Nanon pelan sambil tersenyum.
Ohm menoleh, “Iya, tinggal siapin baju sama peralatan pribadi aja nanti di rumah.”
Fiat, AJ, dan JJ berjalan sedikit di depan, masih asik membicarakan rasa sushi yang mereka pesan tadi. “Yang salmon bakar tadi enak banget, sumpah,” kata AJ sambil menggerakkan tangan antusias.
Fiat mengangguk, “Tapi yang unagi juga nggak kalah enak. Besok-besok kita makan bareng lagi yuk.”
Di sisi lain, Pluem berjalan di samping Chimon yang masih memegang kantong kecil. “Cuma beli itu aja, Mon?” tanya Pluem sambil melirik isi kantong.
“Iya, aku udah punya sebagian besar perlengkapannya di rumah,” jawab Chimon santai.
Saat tiba di area parkir, semua berhenti sebentar. Ohm membuka pintu mobilnya, Fiat, AJ, dan JJ langsung masuk. Nanon masih berdiri di luar, melihat ke arah Chimon.
“Mon, kamu pulang naik apa?” tanya Nanon.
“Aku pesan driver online aja,” jawab Chimon sambil mengangkat ponselnya.
Pluem langsung menawarkan, “Udah bareng aku aja, kebetulan arah rumah kita sama.”
Chimon tersenyum tipis sambil menggeleng, “Nggak usah repot, aku biasa sendiri kok.”
“Tapi ini udah malam, mending bareng aja. Kan sekalian ngobrol di jalan,” bujuk Pluem lagi.
Nanon ikut menimpali dengan nada lembut, “Iya Mon, ikut aja. Lagian di mobil juga enak, nggak perlu nunggu lama.”
Chimon menatap Nanon sejenak, lalu menghela napas kecil sambil tersenyum, “Yaudah deh, kalau kalian maksa.”
Akhirnya mereka pun berpisah di parkiran. Chimon ikut masuk ke mobil Pluem, sementara Ohm bersiap mengantar Nanon dan teman-teman lainnya. Mesin mobil dinyalakan, suara AC mengalun lembut di dalam kabin.
Dalam perjalanan, suasana di mobil Ohm terasa nyaman. Fiat bersandar di kursi belakang sambil berkata, “Untung kita beli semua hari ini, kalau besok pasti rame banget.”
“Iya, dan capeknya bisa dibagi rata, hahaha,” sambung JJ sambil tertawa kecil.
Setelah beberapa menit, mereka mulai menurunkan satu per satu penumpang. Fiat turun lebih dulu, diikuti AJ dan JJ. Sebelum keluar, AJ melambaikan tangan, “Besok kita ketemu di kampus ya, jangan telat.”
Ohm mengangguk, “Siap, hati-hati di jalan.”
Kini mobil hanya berisi Ohm dan Nanon. Jalanan malam terasa lengang, lampu-lampu kota melewati jendela seperti kilau bintang bergerak.
“Ohm,” panggil Nanon pelan.
“Hm?” Ohm menoleh sebentar, lalu fokus kembali ke jalan.
“Seneng ya hari ini… rasanya kayak lama nggak keluar rame-rame gini.”
Ohm tersenyum hangat, “Iya, apalagi bisa bareng kamu. Itu yang paling aku suka.”
Nanon tersipu, menatap keluar jendela sambil tersenyum kecil. Mereka terus berbincang santai tentang persiapan kemping dan hal-hal ringan lainnya, sampai akhirnya mobil berbelok menuju rumah Nanon.
Jangan lupa like dan komen
KAMU SEDANG MEMBACA
Rival Marriage(END)
Teen FictionNanon, ketua tongkoran ressie yang memiliki sifat yang jauh berbeda dengan kedua kakak laki-lakinya. Sifatnya yang nakal, suka tawuran sana sini sampai lupa pulang membuat orang tuanya lelah Sementara itu, Ohm ketua tongkaran dessio, anak ketiga dar...
