part 31

40 2 0
                                        

Sinar matahari sore jatuh lembut ke rerumputan taman kampus, menciptakan bayangan daun yang bergoyang pelan seiring tiupan angin. Udara sejuk dan aroma tanah yang hangat membuat tempat itu jadi spot sempurna untuk beristirahat.

Di bawah pohon besar yang rindang, empat anak muda duduk santai di atas tikar tipis. Minuman dingin di tangan, tawa kecil di antara mereka, dan percakapan ringan yang mengisi ruang.

Fiat rebahan setengah duduk, memejamkan mata. “Akhirnya bisa duduk tenang. Minggu kemarin rasanya napas aja susah.”

“Iya,” timpal AJ yang duduk bersila sambil menyeruput es tehnya. “Dosennya kayak lagi balapan ngasih tugas.”

JJ tertawa pelan. “Makanya, taman ini tempat paling damai di dunia.”

Nanon duduk di samping mereka, tangannya memainkan sedotan minuman. “Sore-sore gini... kayak semua jadi lambat. Gak ada jam kuliah, gak ada deadline. Rasanya tenang.”

Dan seolah semesta ikut mendengar percakapan mereka, speaker kampus mendadak hidup dengan suara khas pengumuman.

“Diumumkan kepada seluruh mahasiswa bahwa kampus akan mengadakan kegiatan Kemah Kebersamaan Mahasiswa Baru & Lama, bulan depan. Info lengkap bisa dilihat di papan informasi dekat gedung utama.”


Tiga pasang mata langsung melirik ke arah Nanon, yang matanya sudah berbinar penuh semangat.

“KEMPING?!” seru Fiat.

AJ tertawa. “Aku udah kangen banget tidur di tenda, jujur.”

“Kita ikut, kan?” Nanon menoleh ke mereka, senyumnya lebar. “Kita bareng, satu kelompok!”

JJ mengangguk. “Fix. Kita daftar duluan biar dapet tempat yang enak.”

Dan seperti adegan dari film, sebuah mobil berhenti tak jauh dari mereka. Dari dalam, muncul sosok yang tak asing. Hoodie abu-abu, celana hitam, rambut sedikit berantakan Ohm.

“Ohm!” panggil Nanon sambil berdiri cepat, meraih tasnya.

“Yuk, pulang,” kata Ohm sambil tersenyum kecil. “Mama bilang makan malam udah siap.”

“Eh, aku pulang dulu ya,” ujar Nanon ke teman-temannya. “Besok kabarin lagi soal kempingnya!”

“Bilang ke Ohm, dia harus ikut juga!” teriak JJ sambil tertawa.

Nanon hanya mengangkat alis sambil nyengir, lalu berjalan cepat menyusul Ohm ke mobil.

Dalam Mobil

Mobil melaju pelan menyusuri jalan keluar kampus. Lagu lembut mengalun dari radio, dan jendela sedikit terbuka membiarkan angin sore masuk perlahan. Nanon masih sibuk membuka chat grup kampus.

Ohm melirik sebentar. “Tadi kamu sama siapa aja?”

“Fiat, AJ, JJ,” jawab Nanon tanpa menoleh. “Tadi kita lagi duduk di taman, terus ada pengumuman dari kampus…”

“Pengumuman apa?” tanya Ohm, matanya kembali fokus ke jalan.

“Kampus ngadain kemah bulan depan! Buat mahasiswa baru dan lama. Seru banget, kan?”kata nanon

Ohm tersenyum tipis. “Kedengerannya seru. Tapi kamu kuat tidur di tenda? Gak ada AC, loh.”

Nanon menoleh, mencibir. “Hei, aku tuh anak alam. Jangan remehkan aku. Tapi...”

“Tapi?” ulang Ohm, nada suaranya naik setengah penasaran.

Nanon menunduk sebentar, lalu menoleh dengan ekspresi serius tapi manja. “Aku mau kamu ikut juga.”

Ohm tak langsung jawab. Ia hanya tersenyum sambil menggeleng pelan. “Bukannya itu acara kampus kamu?”

“Kan mahasiswa lama juga boleh ikut. Kamu masih aktif.”

Ohm tertawa kecil. “Yakin mau aku ikut?”

Nanon mengangguk cepat. “Yakin. Biar aku ada yang bantu masak, jagain tenda, dan... jagain aku juga.”

Ohm melirik, matanya lembut. Ia menepuk kepala Nanon pelan. “Oke. Kalau kamu ikut, aku ikut.”

“Deal,” kata Nanon mantap.

“Tapi jangan ngeluh kalau nyamuknya banyak,” tambah Ohm sambil nyengir.

“Deal juga,” balas Nanon.

Dan begitu saja, sore itu menjadi lebih hangat. Jalanan pulang tak terasa panjang, karena tawa dan percakapan ringan mengisi ruang di antara mereka. Di luar, langit mulai memerah. Di dalam mobil, dua hati diam-diam menanti petualangan kecil yang akan segera datang.
























Jangan lupa like dan komen

Rival Marriage(END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang