part 24

51 4 0
                                        

Malam perlahan turun setelah pesta pernikahan Nut dan Peach usai. Kilau lampu-lampu di taman mulai padam, digantikan kehangatan di dalam rumah masing-masing keluarga.

Di Rumah Nanon

Suasana rumah keluarga TayNew terasa tenang. Setelah semua tamu pulang dan suasana mereda, Nanon duduk di ruang tengah sambil memeluk bantal kecil di pangkuannya. Di meja, segelas susu hangat dan buku catatan terbuka.

Franks datang dari dapur, membawa semangkuk buah potong. Ia duduk di samping adiknya.

“Kamu nggak capek, Nan? Hari ini padat banget,” tanya Franks sambil menyerahkan mangkuk.

Nanon tersenyum kecil. “Capek sih iya, tapi kayak… senang. Aku senang banget liat Nut akhirnya menikah.”

Pluem muncul dari arah tangga, meregangkan tubuh. “Kalau kalian udah selesai nostalgia, besok kita semua harus bangun pagi. Ujian terakhir, ingat?”

“Yaaah…” Nanon mendesah panjang. “Andai besok itu bukan hari ujian. Rasanya pengen masih santai di suasana bahagia hari ini.”

New datang sambil membawa bantal dan menyelip ke antara anak-anaknya. “Ujian itu pintu menuju masa depan. Biar nanti bisa menikah juga kayak Nut dan Peach.”

Tay tertawa kecil dari balik sofa. “Eh, jangan buru-buru nikah semua, ya. Satu dulu cukup.”

Semua tertawa kecil. Malam itu berakhir dengan kehangatan dan candaan ringan. Tak ada beban. Hanya rasa syukur.

Di Rumah Ohm

Sementara itu di rumah MewGulf, suasana juga serupa. Ohm baru saja masuk kamar setelah mencuci muka. Di meja, buku-buku pelajaran tertata rapi. Win duduk di tempat tidur sambil membuka laptop, dan Bright di sebelahnya sedang membaca catatan.

Jimmy dan Nut duduk di ruang tamu, ngobrol sambil ngemil roti bakar.

Gulf masuk ke kamar Ohm sambil membawa segelas air madu hangat. “Minum ini dulu. Biar tenang belajarnya.”

“Thanks Ma,” ucap Ohm sambil menerimanya.

Mew mendekat lalu mengusap kepala Ohm. “Jangan terlalu stres ya. Kamu sudah belajar keras. Besok tinggal percaya sama diri sendiri.”

Win menoleh, ikut menenangkan. “Santai aja, Ohm. Kita semua di sini saling dukung. Kalau kamu gugup, pikirin Nut pas nikah tadi. Kalau dia bisa lewat itu, kamu pasti bisa lewat ujian.”

Ohm tersenyum, mengangguk kecil. “Iya... Aku nggak akan nyerah.”

Bright menambahkan sambil melirik catatannya, “Satu halaman lagi nih, habis itu tidur. Ingat, otak butuh istirahat juga.”

Malam itu ditutup dengan saling menyemangati. Tak ada yang merasa sendirian. Setiap dari mereka tahu, mereka sedang berjalan ke masa depan bersama.

Keesokan Paginya

Matahari pagi menyapa dengan lembut. Di rumah TayNew, Nanon bangun lebih awal dari biasanya. Ia duduk di depan kaca, memakai seragam sekolah terakhir kalinya untuk ujian akhir.

New mengetuk pintu dan masuk. “Udah bangun, Sayang?”

“Iya, Ma.” Nanon tersenyum, menatap bayangannya di cermin.

New melangkah pelan, lalu memeluk pundak Nanon dari belakang. “Ini hari besar buat kamu. Apapun hasilnya nanti, Mama selalu bangga.”

Tay muncul di pintu. “Udah siap, pangeran kecil?”

Pluem dan Franks sudah menunggu di meja makan sambil menyantap roti dan telur rebus. Mereka memberi semangat lewat candaan, membuat suasana tidak tegang.

Di rumah Ohm, suasana tak jauh berbeda.

Gulf menyiapkan bekal kecil untuk dimasukkan ke tas Ohm. “Ini buat jaga-jaga kalau kamu lapar setelah ujian. Jangan lupa minum air putih juga.”

Mew merapikan dasi seragam Ohm. “Jalan hati-hati, ya.”

“Thanks Pa… Ma…”kata ohn

Win dan Bright sudah menunggu di pintu sambil memeriksa kelengkapan dokumen ujian. Jimmy menggoda Ohm sambil berkata, “Ujian hari ini, pelaminan besok ya, Kak.”

Ohm hanya menertawakan itu. “Lulus dulu, baru nikah!”

Di Sekolah

Siswa-siswa mulai berdatangan, suasana agak tegang tapi juga penuh semangat. Banner besar di aula sekolah bertuliskan:

SELAMAT MENEMPUH UJIAN KELULUSAN – SEMANGAT, PARA PEJUANG MASA DEPAN!

Nanon tiba bersama Pluem dan Franks, lalu bertemu Fiat yang langsung menyapa ceria.

“Nanon! Akhirnya hari ini ya? Rasanya deg-degan banget, sumpah!”kata Fiat

“Tenang aja, kita udah belajar mati-matian. Hari ini tinggal tunjukin aja,” jawab Nanon sambil tersenyum.

Ohm datang bersama Win dan Bright, langsung menghampiri Nanon.

“Good luck ya,” ucap Ohm pelan.

Nanon mengangguk. “Kamu juga. Jangan lupa, kita janji belajar keras untuk masa depan.”

“Oh iya, habis ini kita rayain bareng, ya. Tapi baru setelah ujian selesai.”kata Fiat

Guru masuk ke kelas dengan setumpuk soal. Semua siswa duduk di tempat masing-masing. Ketegangan sempat terasa, tapi semangat satu sama lain jadi bahan bakar.

Guru berkata lantang di depan kelas:

“Anak-anak, hari ini kalian menapaki langkah terakhir di jenjang ini. Kerjakan dengan jujur, percaya pada diri sendiri. Masa depan kalian… dimulai sekarang.”kata Guru

Semua siswa membuka kertas soal, dan suara pensil mulai menggores lembar jawaban. Tak ada yang bicara, tapi di antara mereka ada rasa yang sama: harapan dan impian.

Dan di antara mereka, dua hati Ohm dan Nanon berdegup selaras, membawa cinta dan masa depan yang perlahan tumbuh bersama.























Jangan lupa like dan komen

Rival Marriage(END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang