Matahari pagi menyapa dengan lembut, seolah tahu bahwa hari ini adalah hari yang penuh makna. Udara terasa segar, langit begitu biru tanpa awan, dan daun-daun di pepohonan sekolah tampak lebih hijau dari biasanya.
Sejak pagi buta, halaman sekolah sudah mulai ramai. Siswa-siswa berdatangan dengan seragam rapi dan wajah tegang bercampur harap. Tak sedikit dari mereka yang datang bersama orangtua masing-masing hari ini adalah pengumuman kelulusan.
Di salah satu sudut halaman, tampak Ohm bersama Mew dan Gulf. Gulf tampak menggenggam tangan Ohm dengan lembut.
"Kamu udah melakukan yang terbaik, Nak. Hari ini tinggal kita syukuri aja," kata Gulf sambil tersenyum.
Mew menepuk bahu anaknya. "Nggak peduli nilai berapa, yang penting kamu sudah berjuang jujur dan penuh usaha."
Tak jauh dari sana, Nanon tiba bersama New, Tay, dan kedua kakaknya Pluem dan Franks. Bahkan Peach dan Nut ikut hadir, mengenakan pakaian santai tapi rapi.
New menggenggam tangan Nanon dengan penuh cinta. “Mama yakin kamu bisa. Apa pun hasilnya, kita tetap bangga sama kamu.”
Tay mengangguk sambil menambahkan, “Kamu udah dewasa sekarang, Nanon. Hari ini awal dari perjalanan baru.”
Nanon menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak cepat.
Tak lama kemudian, kepala sekolah muncul di panggung kecil yang sudah dihias dengan spanduk besar bertuliskan:
SELAMAT DATANG DI HARI PENGUMUMAN KELULUSAN
Wakil kepala sekolah membawa map tebal berisi nama-nama siswa. Guru-guru tampak berdiri di sisi kanan panggung, beberapa dari mereka tersenyum melihat wajah-wajah harapan di depan mereka.
Suara pengeras suara mulai terdengar.
“Selamat pagi anak-anak dan orang tua yang kami hormati. Hari ini adalah hari yang membanggakan. Setelah perjuangan panjang, tibalah saatnya kita mengumumkan hasil ujian akhir. Kami ingin menyampaikan bahwa…”
Kata wakil kepala sekolah
Semua menahan napas.
“…semua siswa dinyatakan LULUS dengan hasil yang memuaskan!”
Serentak halaman sekolah meledak oleh tepuk tangan, sorak sorai, dan pelukan hangat. Wajah-wajah cemas berubah jadi bahagia. Mata-mata yang tadinya berkaca-kaca kini mengalirkan air mata haru.
Nanon langsung memeluk ibunya erat.
“Mama… aku lulus…” bisiknya.
New mengusap kepala Nanon. “Mama tahu kamu bisa, Nak.”
Tay pun memeluk mereka berdua. Pluem dan Franks menepuk bahu adik mereka dengan bangga.
Sementara itu, Ohm memeluk Gulf dan Mew secara bergantian.
“Terima kasih… terima kasih udah percaya sama Ohm…” ucap Ohm dengan suara gemetar.
Mew tersenyum hangat. “Kami bukan hanya percaya. Kami bangga.”
Di tengah keramaian, Fiat, Gemini, dan Font juga saling berpelukan. “Kita semua lulus, guys! GILA!”
Gemini tertawa kecil. “Kita bisa akhirnya nyantai juga… setelah ini mau ngapain?”
Fourt menimpali, “Mau healing dulu! Udah pantes dapet liburan nih!”
Tak lama, kepala sekolah melanjutkan pidato.
“Mulai besok, kalian resmi menjadi alumni sekolah ini. Tapi ingat, belajar tidak pernah berhenti. Jadilah manusia yang terus berkembang, yang bermanfaat bagi sesama…”kata kepala sekolah
Beberapa orang tua meneteskan air mata, sementara yang lain mengabadikan momen ini dengan kamera ponsel.
Nut dan Peach berdiri di belakang Nanon dan Ohm. Peach merangkul Nanon dari samping. “Adik ipar aku sekarang udah jadi alumni, nih!”
Nanon tersenyum malu. “Hehehe… makasih Kak Peach. Kak Nut juga dateng ya.”
Nut mengangguk. “Nggak mungkin nggak datang. Ini momen penting banget. Aku senang banget kalian berhasil.”
Win datang bersama Bright, menepuk bahu Ohm. “Congrats, bro. Kamu hebat.”
Ohm membalas dengan senyum bangga. “Lu juga bakal ngikutin, Win. Masih ada perjalanan lu sendiri.”
Jimmy dan James, anak bungsu MewGulf, berlari kecil menghampiri mereka. “Kak Ohm, Kak Nanon! Kami juga mau lulus nanti kayak kalian!”
Semua tertawa melihat semangat dua bocah itu.
Foto Bersama dan Perayaan Kecil
Setelah pengumuman, para siswa dan orangtua berkumpul untuk berfoto bersama. Kamera berkedip, tawa tak berhenti terdengar.
Nanon berdiri di tengah, diapit oleh Tay dan New, sementara Franks, Pluem, dan Peach berdiri di belakang mereka. Tak jauh dari sana, Ohm berfoto bersama Gulf, Mew, Nut, dan Jimmy.
Foto-foto yang diambil hari itu akan menjadi kenangan indah. Sebuah akhir dari masa putih abu-abu, dan gerbang awal menuju kehidupan yang lebih dewasa.
Jangan lupa like dan komen
KAMU SEDANG MEMBACA
Rival Marriage(END)
Teen FictionNanon, ketua tongkoran ressie yang memiliki sifat yang jauh berbeda dengan kedua kakak laki-lakinya. Sifatnya yang nakal, suka tawuran sana sini sampai lupa pulang membuat orang tuanya lelah Sementara itu, Ohm ketua tongkaran dessio, anak ketiga dar...
