Part 19

54 2 0
                                        

Awan senja perlahan turun ketika Ohm dan Nanon, yang biasanya punya jadwal padat belajar bersama, malam itu sepakat untuk nongkrong terakhir kali bersama teman-teman dekat mereka. Bukan untuk bersenang-senang semata, tapi untuk memberi pesan penting: mereka akan fokus pada ujian, dan butuh seseorang untuk menggantikan peran kecil mereka di lingkaran pertemanan.

Ohm lebih dulu sampai di tempat tongkrongannya. Sebuah tempat parkir kosong yang sudah diatur jadi tempat kumpul, dengan lampu gantung kecil menggantung di tali, dan suara musik pelan dari speaker Bluetooth yang diletakkan di atas ember cat bekas.

Fourt, sahabat setia Ohm yang selalu jadi orang paling santai di tongkrongan, langsung menyambut.

“Weh, pangeran datang juga!” ejek Fourt sambil menepuk punggung Ohm.

“Hehehe… ya, ini mungkin nongkrong terakhir gue sebelum belajar full buat ujian minggu depan,” kata Ohm sambil duduk.

“Hah? Serius lo?” tanya Fourt dengan alis naik.

“Iya. Gue udah janji ke Nanon, dan ke diri gue sendiri. Kita mau lulus bareng, dapet nilai bagus, bikin keluarga bangga. Tapi… nongkrong ini butuh yang jaga, yang nyambungin semua anak-anak. Jadi…”kata ohm

Ohm lalu menatap Font dengan serius.

“Gue mau lo gantikan gue dulu. Jaga anak-anak. Bikin suasana tetap enak. Lo bisa, Fourt.”sambung ohm

Fourt sempat terdiam, lalu menepuk dada sendiri.

“Siap, bos. Gue yang jaga. Tapi janji ya, habis ujian kita ngeteh bareng lagi!”kata Fourt

Ohm tertawa, dan mereka pun tos erat. Malam itu Ohm menikmati waktu sebentar dengan teman-teman lamanya, tapi di matanya sudah tergambar masa depan yang ia kejar.

Di sisi lain kota, Nanon duduk di bangku panjang kafe kecil tempat biasa ia dan teman-temannya nongkrong. Interiornya sederhana, dengan tanaman gantung dan lampu kuning hangat. Di hadapannya, duduk Gemini teman dekat yang juga cerewet dan selalu semangat.

“Nanon, lo kelihatan beda malam ini. Kenapa? Putus, ya?” tanya Gemini setengah bercanda.

“Heh, enggaklah!” Nanon tertawa.

“Justru karena gue serius banget sama semuanya sama Ohm, sama masa depan, sama ujian minggu depan…”kata nanon

“Ohhh, gitu. Trus kenapa ngajak gue ngobrol serius?”tanya Gemini

Nanon menarik napas dalam.

“Gue mau pamit dulu dari nongkrong. Bukan selamanya, tapi… sampai ujian selesai. Gue harus fokus. Tapi tongkrongan ini penting buat kita semua. Jadi…”kata nanon

Ia menatap Gemini dengan sorot yakin.

“Gue percaya lo bisa jagain tempat ini. Kalo ada yang sedih, lo hibur. Kalo ada yang berantem kecil, lo damaikan. Lo bisa, Gem.”sambung nanon

Gemini menatap Nanon dengan mata sedikit berkaca-kaca.

“Wah, gue merasa kayak dilantik jadi wakil ketua negara. Tapi oke, gue terima tugas ini. Selesai ujian nanti, lo wajib traktir gue kopi sama roti bakar ya!”kata gemini

Nanon tertawa. “Deal!”

Malam itu mereka menghabiskan waktu dengan obrolan ringan, mengenang masa-masa konyol, dan membicarakan impian ke depan. Di luar kafe, lampu jalan memantul di aspal basah sehabis gerimis, menciptakan suasana tenang yang penuh harapan.

Beberapa jam kemudian, Ohm dan Nanon saling bertemu di halte tempat biasa mereka janjian.

“Gimana?” tanya Nanon sambil tersenyum.

“Sukses. Fourth udah gue titipin semuanya,” jawab Ohm.

“Gemini juga siap kok, dia malah semangat banget.”kata nanon

Mereka saling menatap, lalu berjalan berdampingan menyusuri trotoar.

“Sekarang saatnya kita fokus ya, Nanon,” kata Ohm.

“Iya, kita kejar mimpi bareng-bareng.”kata nanon

Lampu jalan menyinari langkah kaki mereka, dua anak muda yang perlahan tapi pasti, mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih cerah, bersama.
























Jangan lupa like dan komen

Rival Marriage(END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang