Malam itu, rumah keluarga Mew dan Gulf dipenuhi cahaya hangat dari lampu gantung di ruang makan. Udara lembut dari pendingin ruangan mengalir perlahan, membuat suasana rumah terasa nyaman. Di ruang tengah, Jimmy baru saja sampai dari kantor. Ia menggantung jasnya rapi, melepas sepatu, dan langsung menuju dapur, mencium wangi makanan yang menggoda.
“Wah… Mama Gulf masak apa nih? Wanginya sampai depan pintu,” tanya Jimmy sambil melongok ke meja makan.
Gulf yang sedang mengatur piring tersenyum manis. “Mama masak ayam bakar madu dan sup jagung. Kamu pasti lapar kan?”
Jimmy mengangguk cepat. “Lapar banget! Tadi rapat sampai sore, belum sempat makan.”
Dari arah tangga, Ohm turun dengan pakaian santai, rambutnya masih basah habis mandi. Ia melihat Jimmy dan langsung menyapa.
“Eh, kamu baru pulang? Kelihatan capek banget,” ucap Ohm sambil menepuk bahu kakaknya.
“Iya nih, tapi sekarang udah senang… soalnya makan malam di rumah itu paling juara,” kata Jimmy sambil duduk di kursi.
Tak lama, Nut dan Peach keluar dari kamar mereka. Peach tampak menggandeng tangan Nut sambil tersenyum manis. Nut terlihat rapi, mengenakan kaos polos dan celana pendek santai, terlihat nyaman di rumah.
“Wah, kumpul semua nih,” kata Nut sambil menarik kursi untuk Peach.
Mew datang dari ruang belakang sambil membawa semangkuk besar nasi hangat. “Yuk, kita makan bareng. Papa udah laper banget dari tadi liat ayam bakar Mama Gulf.”
Win, yang baru saja selesai video call dengan teman magangnya, keluar dari kamarnya sambil menenteng laptop. “Kalian kalau makan jangan duluan dong, aku belum siap.”
Gulf tertawa. “Makanya, jangan lama-lama ngobrolnya.”
Semua tertawa, dan duduk di meja makan dengan posisi masing-masing. Mew di sisi Gulf, Nut dan Peach duduk berseberangan dengan Jimmy, sementara Ohm dan Win di sisi kanan kiri meja.
Percakapan pun dimulai:
“Jadi, besok kamu jadwal kelas pagi, Ohm?”tanyak mew
“Iya, jam delapan. Aku udah janjian sama Nanon buat ngerjain tugas kampus bareng.”jawab ohm
“Wah, kamu produktif banget. Dulu Papa kalau kuliah jam delapan, bisa telat terus.”sakit nut
“Eh! Papa kamu dulu itu sibuk organisasi juga, jadi wajar.”kata meq
(tersenyum) “Tapi bagus lho, Ohm. Kalian saling dukung belajar gitu. Nut dulu waktu kuliah gak ada yang ngajakin belajar, jadi nilainya…”kata peach
(semua tertawa)
“Kak Nut dulu sibuk ngejar Peach makanya gak sempat belajar ya?”kata Jimmy
“Ya ampun, jangan dibuka semua dong rahasianya!”kata nut
(tertawa lepas)
“Tapi senang lho ngeliat kalian udah dewasa semua sekarang. Rumah ini ramai tapi isinya positif semua.”kata Gulf
“Kak Win juga besok ada tugas magang ke kantor pusat, jadi pulangnya sore banget. Tapi nanti aku mau bantu bersihin rumah pas weekend.”kaya win
“Nah, itu baru anak Papa.”saut mew
“Aku juga bisa bantu masak kok, asal jangan suruh motong bawang ya, perih!”kata ohm
“Yaudah, kamu bagian nyuci piring aja kalau gitu.”kata Gulf
Semua tertawa. Suasana makan malam itu terasa seperti terapi bagi semua anggota keluarga. Penuh dukungan, lelucon kecil, dan kebersamaan yang tak tergantikan. Makan malam itu berlangsung hingga larut, diiringi tawa, cerita hari itu, dan rencana kecil akhir pekan nanti.
Selesai makan, semua membantu membereskan meja. Jimmy mencuci piring, Win menyapu lantai dapur, Nut dan Peach membantu Gulf menyimpan makanan ke wadah, sementara Ohm duduk di sofa sambil membuka buku kuliah.
Sebelum tidur, Mew duduk di sebelah Ohm dan menepuk pundaknya.
“Bangga lho sama kamu. Jaga kesehatan ya, kuliah penting, tapi istirahat juga harus cukup.”
Ohm mengangguk. “Iya, Pa. Aku ngerti. Dan makasih udah selalu ada buat aku.”
Gulf datang menyusul dan ikut duduk. “Kamu anak baik, Ohm. Lanjutkan ya…”
Malam pun menutup hari dengan tenang, rumah itu penuh cinta.
Jangan lupa like dan komen
KAMU SEDANG MEMBACA
Rival Marriage(END)
Fiksi RemajaNanon, ketua tongkoran ressie yang memiliki sifat yang jauh berbeda dengan kedua kakak laki-lakinya. Sifatnya yang nakal, suka tawuran sana sini sampai lupa pulang membuat orang tuanya lelah Sementara itu, Ohm ketua tongkaran dessio, anak ketiga dar...
