Par 62

44 2 2
                                        

Menanti Kehadiran Sang Kompas Kecil

Pengumuman tentang kesiapan mereka untuk memiliki anak disambut dengan antusiasme yang luar biasa dari kedua keluarga. The Four Generals Tay, New, Mew, dan Gulf seketika mengalihkan fokus dari proyek karier menjadi proyek cucu. Diskusi tentang nama, kamar bayi, dan bahkan sekolah masa depan langsung menjadi topik wajib di setiap pertemuan keluarga.

Nanon dan Ohm sendiri menjalani fase ini dengan penuh harapan dan cinta. Setiap pagi, mereka bangun dengan semangat baru. Mereka mulai mengubah rutinitas mereka, fokus pada gaya hidup sehat, dan saling mendukung di tengah kesibukan pekerjaan.

Suatu pagi, sekitar dua bulan setelah pengumuman itu, Nanon bangun dengan rasa mual yang luar biasa. Ia bergegas ke kamar mandi. Ohm, yang terbangun karena gerakan Nanon, segera menyusulnya dengan wajah khawatir.

"Kamu baik-baik saja, Sayang?" tanya Ohm, mengusap punggung Nanon dengan lembut.

"Aku tidak tahu, Ohm," Nanon berbisik, merasa lemas. "Perutku sakit sekali."

Setelah Nanon merasa lebih baik, Ohm segera berinisiatif. Ia membelikan test pack dalam perjalanan ke kantor. Ketika Ohm kembali, Nanon sudah menunggunya di kamar mandi. Mereka berdua menatap alat itu dengan jantung berdebar kencang, menanti hasilnya sama gugupnya seperti menunggu hasil kelulusan Tugas Akhir.

Lima menit yang terasa seperti satu jam.

Nanon mengangkat alat itu, tangannya gemetar. Dua Garis Merah.

Keheningan melanda kamar mandi itu. Mata Nanon berkaca-kaca, penuh haru. Ohm, yang biasanya tenang dan berwibawa, terlihat sangat terkejut, air mata kebahagiaan menggenang di matanya.

"Ohm..." bisik Nanon, suaranya tercekat.

Ohm tidak berkata apa-apa. Ia hanya mengambil alat itu, memastikan ia melihatnya dengan benar, lalu ia menjatuhkannya dan memeluk Nanon erat-erat. Pelukan itu begitu kuat, penuh rasa syukur.

"Kita... kita berhasil, Sayang," Ohm berbisik di telinga Nanon. "Terima kasih. Terima kasih."

Nanon membalas pelukan itu, air matanya tumpah. Mereka tidak hanya menciptakan kehidupan, mereka juga mewujudkan mimpi terbesar mereka bersama.

Pengumuman Paling Manis

Pengumuman kehamilan ini tidak bisa dilakukan lewat telepon. Ohm dan Nanon memutuskan untuk mengatur makan malam kejutan di rumah mereka pada hari Sabtu.

Mereka menyiapkan kotak hadiah kecil. Di dalamnya, mereka menaruh foto test pack dua garis dan sebuah Kompas Kecil hadiah spesial dari mereka berdua.

Saat semua keluarga sudah berkumpul, Nanon berdiri dan memegang tangan Ohm.

"Ayah, Bunda, Tante, Om, Abang-Abang sekalian," Nanon memulai, suaranya sedikit gemetar karena haru. "Kami mengundang kalian malam ini bukan hanya untuk makan malam. Tapi kami punya kabar yang kami tunggu-tunggu."

Ohm tersenyum lebar. "Kami ingin mengumumkan bahwa Kompas kami akan segera bertambah."

Ohm mengambil kotak hadiah itu, dan memberikannya pada Mew dan Tay, yang segera membukanya bersama-sama.

Saat mereka melihat isinya, Mew  langsung memejamkan mata, menahan air mata haru. Tay  tersenyum lebar, lalu tertawa gembira.

"Ya Tuhan!" seru Gulf , air matanya menetes. "Aku akan menjadi Nenek! Aku akan segera belanja!"

"Selamat, Anak-Anakku!" seru New, memeluk Nanon dengan penuh kasih.

Para kakak Pluem, Frank, Nut, Jimmy, win dan peach istri nut langsung menyerbu Nanon dan Ohm dengan pelukan dan sorakan.

"Aku akan jadi Paman terbaik!" teriak Pluem. "Anak ini harus diajari main PS sejak dini!"

"Aku harus membelikan stroller yang paling mewah!" sahut Jimmy.

Suasana malam itu pecah dalam kebahagiaan. Di tengah keramaian itu, Ohm menarik Nanon ke sudut ruangan, mencium puncak kepala Nanon.

"Lihat, Sayang," bisik Ohm. "Kita berhasil membuat mereka semua bahagia. Tapi tidak ada yang lebih bahagia dariku. Kamu dan Kompas kecil kita adalah segalanya."

Perjuangan dan Dukungan Selama Kehamilan

Masa kehamilan Nanon adalah perpaduan antara kebahagiaan dan tantangan. Nanon mengalami mual yang cukup parah di trimester pertama, dan Ohm menjadi perawat pribadinya yang paling setia.

Setiap pagi, sebelum pergi ke kantor, Ohm akan menyiapkan toast dan teh hangat untuk Nanon. Di kantor, meskipun ia kini adalah Manajer penting, ia selalu menyempatkan diri mengirim pesan singkat ke Nanon setiap jam.

"Apakah kamu sudah makan? Apakah mualnya hilang? Aku akan membawakanmu mangga muda sepulang kantor." Pesan-pesan Ohm selalu dipenuhi perhatian.

Nanon juga menghadapi kesulitan di kantor, terutama karena ia memimpin proyek yang padat. Suatu hari, ia merasa sangat lelah dan drop di tengah rapat penting. Ohm, yang mendengar kabar itu dari Tay  langsung meninggalkan rapat pentingnya sendiri dan bergegas ke kantor Nanon.

Ohm masuk ke kantor Nanon yang sepi. Nanon sedang duduk di sofanya, wajahnya pucat.

"Kenapa kamu tidak bilang apa-apa, Nanon?" tanya Ohm, nadanya khawatir. Ia berlutut di depan Nanon, memegang tangan istrinya.

"Aku tidak mau mengganggu rapatmu, Ohm. Aku baik-baik saja," Nanon mencoba meyakinkannya.

"Tidak ada yang lebih penting darimu dan anak kita," Ohm memotongnya. "Pekerjaan bisa menunggu. Aku adalah suamimu, dan aku harus tahu segalanya. Kita adalah tim, ingat?"

Ohm memeluk Nanon dengan lembut. "Ayo kita pulang. Kamu harus istirahat. Aku sudah bicara dengan Ayahmu. Mulai sekarang, kamu bekerja dari rumah dua hari seminggu. Tidak ada kompromi."

Nanon menangis haru. "Terima kasih, Ohm. Kamu benar-benar suamiku yang paling baik."

Ohm tersenyum. Ia mengangkat Nanon dan membawanya pulang, memperlakukannya seperti permata yang paling berharga.

Perjalanan kehamilan itu mengajarkan mereka banyak hal. Mereka belajar mengorbankan waktu kerja, mengorbankan ego, dan mengorbankan kenyamanan demi Kompas kecil yang akan segera hadir.

Mereka tahu, kisah cinta mereka yang berawal dari ketakutan di hutan, kini akan berlanjut menjadi warisan yang paling indah. Cucu pertama keluarga besar itu akan membawa takdir baru, menyatukan ikatan mereka lebih erat lagi.

Rival Marriage(END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang