Sebuah kafe berkonsep taman indoor di pusat kota sore itu tampak tenang. Lampu-lampu bohlam menggantung di antara tanaman hias, musik akustik pelan mengisi ruangan. Di salah satu meja dekat jendela, dua pasangan duduk berhadapan Tay dan New di satu sisi, Mew dan Gulf di sisi lainnya.
“Oh, akhirnya bisa ketemu juga ya kita berempat. Biasanya cuma antar-jemput anak doang,” canda Tay sambil menyeruput kopi hitamnya.
Gulf tersenyum. “Iya, udah lama nggak duduk bareng kayak gini. Anak-anak makin besar, kita makin sibuk.”
New meletakkan cangkir tehnya, lalu tersenyum lembut. “Ngomong-ngomong soal anak-anak... kayaknya hubungan Ohm dan Nanon makin dekat ya akhir-akhir ini.”
Mew, yang dari tadi menyimak, tertawa kecil. “Iya. Mereka berdua sama-sama keras kepala tapi saling melengkapi. Dan kami juga… nggak masalah kalau memang mereka serius.”
Tay mengangguk pelan. “Aku juga lihat perubahan besar di Nanon sejak dekat dengan Ohm. Lebih dewasa, lebih semangat. Kami dukung sepenuhnya selama mereka saling mendukung.”
Gulf tersenyum bahagia mendengar hal itu, lalu mengeluarkan amplop dari tas kecilnya.
“Oh iya, ini sebenarnya juga alasan kenapa kami pengin ketemu. Kami mau ngundang kalian berdua ke acara besar keluarga kami minggu depan.”
New mengerutkan dahi penasaran. “Acara apa?”
Mew menyambung dengan suara penuh bangga, “Pernikahan Nut dan Peach.”
“Wah, Nut dan peach mau menikah?!” Tay dan New berseru bersamaan, nyaris serempak.
“Iya, mereka akhirnya memutuskan untuk melangkah ke tahap yang lebih serius. Udah cukup lama saling kenal dan saling mendukung. Kita pengen bikin acaranya sederhana tapi hangat, dan tentu saja… kalian harus datang,” jelas Gulf sambil menyodorkan undangan.
New langsung mengambilnya, membukanya pelan. Undangan itu penuh desain bunga putih dan biru muda, dengan tulisan kaligrafi elegan:
Undangan Pernikahan Nut & Peach
Sabtu, 10 Agustus, pukul 17.00 WIB
Bertempat di Taman Dalam Kota, Jalan Meranti
Tay menyender ke kursi, tersenyum haru. “Wah, cepet banget waktu berlalu, ya. Rasanya baru kemarin anak-anak masih main sepeda bareng.”
Mew menimpali, “Dan sekarang mereka udah siap jadi pasangan hidup. Gila banget.”
Percakapan kemudian mengalir lebih santai. Mereka membicarakan rencana acara, tentang bagaimana Nut dan peach ingin pesta yang intim dengan hanya orang-orang terdekat. Tay menawarkan bantuan dekorasi, karena New sangat suka mendesain acara kecil. Gulf dengan senang hati menerimanya.
“Aku yakin Nut dan Peach akan senang banget kalau kalian bantu. Mereka juga dekat sama Nanon dan Win, kan?” kata Gulf.
“Betul. Apalagi Bright juga udah deket banget sama Win. Rasanya kayak satu keluarga besar aja,” jawab New.
Mereka tertawa bersama, menikmati kebersamaan sebagai orangtua yang bukan hanya membesarkan anak-anak penuh cinta, tapi juga membangun ikatan antar keluarga.
Sore itu ditutup dengan foto bersama, satu momen penuh makna yang menandai awal dari semakin eratnya hubungan dua keluarga. Bukan hanya tentang Ohm dan Nanon, tapi tentang keluarga besar yang saling mendukung dan tumbuh bersama.
Jangan lupa like dan komen
KAMU SEDANG MEMBACA
Rival Marriage(END)
Teen FictionNanon, ketua tongkoran ressie yang memiliki sifat yang jauh berbeda dengan kedua kakak laki-lakinya. Sifatnya yang nakal, suka tawuran sana sini sampai lupa pulang membuat orang tuanya lelah Sementara itu, Ohm ketua tongkaran dessio, anak ketiga dar...
