Setelah melewati berbagai momen menegangkan, ujian kelulusan, perayaan, dan penyerahan tongkat estafet geng nongkrong, dua keluarga besar sepakat untuk mengatur waktu berlibur bersama. Tidak jauh, hanya ke sebuah villa di daerah pegunungan dengan pemandangan danau yang tenang dan pepohonan rindang yang membingkai langit biru.
Satu villa besar dengan balkon kayu dan halaman hijau dipilih. Di sinilah keluarga TayNew, MewGulf, dan pasangan muda Nut dan Peach, serta anak-anak mereka: Nanon, Ohm, Win, Franks, Pluem, Jimmy, James, dan tentu saja sahabat dekat mereka: Leo, Fourth, Gemini, Neo, sekali Handmood.
Hari itu, cuaca sangat bersahabat. Langit bersih, angin lembut menyentuh kulit, dan aroma tanah basah dari pagi yang baru disirami embun masih terasa.
🏡 Tiba di Villa
"Ya ampun! Ini tempatnya keren banget!" seru Nanon begitu turun dari mobil.
Ohm yang berdiri di sebelahnya mengangguk sambil tersenyum. "Bisa buat foto-foto aesthetic. Background-nya cakep banget."
Jimmy dan James langsung lari ke halaman depan, main kejar-kejaran dengan tawa riang. Peach yang berdiri di samping suaminya, Nut, tertawa kecil sambil menggenggam tangan Nut.
"Rasanya baru kemarin kita sibuk mikirin catering pernikahan," kata Peach.
Nut mencium puncak kepala Peach singkat. "Sekarang waktunya nikmatin jadi suami istri yang sah."
Tay dan Mew sedang sibuk membuka bagasi. Sementara itu, Gulf dan New sudah mengatur pembagian kamar.
"Aku, Tay, dan anak-anak di kamar lantai atas. MewGulf dan anak-anak mereka di sebelahnya. Nut dan Peach dapet kamar yang view-nya langsung danau. Yang lain? Bisa sharing kamar bawah ya," seru New.
Leo, yang membawa ransel besar, berseru, "Asal jangan sekamar sama Gemini, dia suka tidur ngorok!"
Gemini menjawab cepat, "Daripada sekamar sama lo yang tidur sambil ngobrol sendiri!"
Semua tertawa.
🧺 Piknik di Tepi Danau
Sore harinya, mereka menggelar tikar besar di tepi danau. Ada makanan ringan: roti isi, buah potong, dan teh dingin. Beberapa anak duduk sambil menggambar dan mewarnai, yang lain bermain bola kecil.
Franks sedang memotret pemandangan menggunakan kamera digitalnya.
"Lo mau foto juga, Win?" tanya Franks.
Win, yang duduk bersandar di pohon bersama pacarnya, Bright, tersenyum. "Cukup lo aja yang jadi fotografer. Gue jadi model-nya aja."
Bright tertawa pelan. "Model-nya duduk aja ya? Mager banget, Win."
Di dekat danau, Nanon dan Ohm duduk berdua, kaki mereka mencelup ke air.
“Kayak mimpi ya,” kata Nanon pelan. “Kita bisa tenang kayak gini setelah semua yang kita lewati.”
Ohm menatap air yang berkilauan. “Iya. Dan lo tahu apa yang lebih gue suka?”
“Apa?”
“Fakta bahwa semua orang di sini. Gak ada yang tertinggal. Semua yang gue sayang ada.”
Nanon tersenyum. “Gue juga ngerasa begitu.”
Di balik mereka, suara Gulf dan New terdengar riang saat mereka menyusun makanan tambahan. Sementara Tay dan Mew membahas rencana kegiatan malam hari.
“Gimana kalau kita adain BBQ kecil di halaman villa?” kata Tay.
Mew mengangguk setuju. “Bagus tuh. Biar anak-anak punya kenangan liburan yang gak cuma foto.”
🌃 Malam BBQ di Halaman Villa
Malam datang dengan lampu gantung yang digantung melintang di halaman. Aroma daging panggang menyatu dengan tawa anak-anak dan suara musik akustik ringan dari speaker kecil.
Leo dan Neo duduk sambil main gitar pelan, menyanyikan lagu santai. Gemini sibuk mengatur jagung bakar.
“Jangan gosong, Gem!” seru Font dari belakang.
“Lo pikir gue gak bisa masak, hah?” balas Gemini, sambil membalik jagungnya dengan gaya.
Sementara itu, Tay, New, Mew, dan Gulf duduk di kursi rotan memandangi semua anak-anak dan sahabat mereka.
“Kamu liat gak, anak-anak kita sekarang?” kata Gulf pelan, menatap Mew.
Mew mengangguk. “Udah dewasa. Tapi di mata kita, mereka tetap bayi kecil yang dulu sering kita tidurin di pundak.”
New menyahut, “Dan sekarang mereka duduk bareng, ketawa bareng, kayak teman sejati. Kita berhasil membesarkan mereka, Tay.”
Tay menggenggam tangan New. “Dan semua perjuangan kita gak sia-sia.”
🌌 Menutup Hari dengan Penuh Rasa Syukur
Malam semakin larut. Anak-anak mulai masuk ke dalam villa, beberapa sudah tertidur. Yang lain masih duduk di balkon, menikmati udara pegunungan yang dingin dan damai.
Nut dan Peach duduk berdua, menikmati minuman hangat.
“Liburan ini... aku gak akan lupakan,” kata Peach.
Nut tersenyum, “Karena ini awal dari kenangan baru yang kita buat bareng semua orang.”
Sementara itu, Nanon dan Ohm duduk bersama sahabat-sahabat mereka.
“Aku pengen waktu berhenti di sini aja,” kata Ohm.
Nanon menatap bintang di langit. “Tapi waktu tetap jalan. Kita yang harus isi setiap detiknya dengan sesuatu yang berarti.”
Jangan lupa like dan komen
KAMU SEDANG MEMBACA
Rival Marriage(END)
Novela JuvenilNanon, ketua tongkoran ressie yang memiliki sifat yang jauh berbeda dengan kedua kakak laki-lakinya. Sifatnya yang nakal, suka tawuran sana sini sampai lupa pulang membuat orang tuanya lelah Sementara itu, Ohm ketua tongkaran dessio, anak ketiga dar...
