.
.
Suara tangisan bayi terdengar begitu Marka membuka pintu rumah. Lelaki itu langsung meletakkan tas kerjanya di salah satu sofa ruang tengah dan bergegas menuju kamar utama
Disana, istrinya tengah duduk di tepi kasur, dengan Aluna dibiarkan terlentang di sebelahnya. Menangis dengan keras entah karena apa
"Kenapa sayang?" Marka tak langsung mengangkat Aluna namun langsung memeluk istrinya dengan lembut. Setelahnya menangkup pipi Hera. Mengusapnya lembut dan hadiahi dahinya dengan kecupan panjang
"Daritadi Aluna nangis terus yang. Aku udah kasih ASI, dia juga udah ganti popok. Udah bersih semua, harusnya dia sekarang tidur siang loh"
Marka mengangguk, tanda ia mengerti dan berusaha agar Hera merasa didengarkan
"Kamu capek ya? Mau tidur dulu?" Hera terdiam, mengusap ujung matanya yang basah lalu menggelengkan kepala
Wanita itu lalu duduk menyamping dan langsung menggendong Aluna. Mendekap putrinya itu dengan lembut
"Maaf ya sayang. Ibu lagi capek dikit" Hera menepuk nepuk punggung kecil Aluna dengan lembut. Marka tersenyum tipis, lalu duduk di sebelah Hera
"Sayang, istirahat dulu gapapa biar Aluna aku yang jagain ya sayang"
"Aku gak capek. Cuma kayak sedih aja karena Aluna gak kayak biasanya" ujar Hera pelan
"Iya sayang gak capek ya. Aluna kan masih kecil jadi adaptasinya butuh waktu"
Hera mencebikkan bibir, Marka mendadak berdiri buat Hera bingung. "Bentar aku belum ganti baju sayang" Marka buru buru berlari keluar kamar. Hera yang sadar langsung mendelikkan mata
.
Setelah menghadapi Hera yang ngambek padanya karena tidak langsung ganti baju setelah pulang kerja tadi. Marka akhirnya bisa membawa Hera untuk istirahat sebentar sementara Aluna ia yang jaga
Si cantik sudah kembali tenang. Hidungnya memerah lucu. Matanya masih terbuka lebar menatap Marka dari bawah
Marka sendiri cuma bisa terkekeh saja
"Apa sayang? Udah nangisnya ini?" tanyanya dengan suara bayi. Aluna tersenyun kecil. Satu tangannya naik ke atas menyentuh dagu Marka
Marka lalu bersandar pada punggung sofa. Kini ia sedang ada di ruang tengah, duduk di sofa tunggal menghadap ke halaman rumah
Bukan tanpa alasan Aluna kesayangannya mendadak rewel begini. Ah, bukan mendadak. Sudah 2 hari ini Aluna memang bertingkah tidak seperti biasa
Alasannya adalah anak gadisnya itu baru mendapatkan suntik imunisasi. Kebiasaan untuk bayi yang baru lahir beberapa bulan
Efeknya pada Aluna adalah deman di hari pertama dan hari kedua ini seperti yang bisa dilihat, Aluna jadi agak rewel. Marka tidak masalah, dari awal ia sudah menanamkan dalam hati kalau anaknya rewel ia akan baik baik saja
Tapi ternyata itu tidak berlaku untuk Hera
Entah bagaimana Hera menghadapi Aluna tadi saat ia bekerja sampai akhirnya pundung pada anaknya sendiri
Marka terkekeh tiba tiba. Ia jadi ingat ekspresi nelangsa Hera saat ia pulang kerja tadi. Menggemaskan tapi juga kasihan. Kini Hera sudah tidur dengan nyaman, sempat menangis dan kekeh ingin menjaga Aluna tapi dengan segala bujuk rayu Marka. Istrinya itu akhirnya setuju dengannya
Hera itu begitu. Menangis tapi tidak mau meninggalkan Aluna. Kesal tapi Aluna tetap digendong dan disayang
Ia sempat bertanya pada ibunya dan ibunya bilang itu semua tidak masalah. Hera sedang lelah dan Marka harus mengerti itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Kabur
FanfictionKabur karena dijodohin malah ketemu lagi sama crushnya yang suka sama sahabatnya pas sekolah dulu
