Rasa Cinta
.
"Hueekk!! Hueekk!!"
Seberapa keras pun ia coba keluarkan isi perutnya yang seperti teraduk, tak ada apapun yang keluar
"Mual lagi ya sayang?" Hera memeluk Marka dari belakang yang tengah menunduk didepan wastafel kamar mandi mereka
Hera mengusapkan pipinya pada bahu sang suami yang beberapa kali masih ingin muntah
Sekarang masih pukul 6 pagi dan suaminya itu sudah bertandang ke kamar mandi selama hampir 15 menit lamanya
"Hueekk!!" Hera mengangkat kepalanya, lalu ikut menunduk, melihat wajah Marka dari samping. Ia usap bahu suaminya, bergantian dengan pijat lembut tengkuk sang suami
Dahi Marka mengernyit dalam, sebelum akhirnya lelaki itu putuskan basuh mulut dan wajahnya. Hera ikut bangkit berdiri saat suaminya juga berdiri tegak. Keduanya saling melihat wajah masing masing pada cermin wastafel
Wajah Marka nampak sedikit pucat, rambutnya berantakan karena memang lelaki itu baru bangun tidur dan langsung berlari ke kamar mandi tepat saat membuka matanya karena perutnya yang bergejolak
Hera mencebikkan bibir, gandeng lengan Marka sambil sandarkan kepalanya disana juga
Marka tersenyum tipis, sadar sebentar lagi istrinya akan mulai drama paginya
"Kamu gapapa kan? Sakit banget ya? Terus gimana sayang? Harusnya gimana biar gak gitu?"
Senyum Marka melebar dengar nada bicara Hera yang penuh rengekan
"Gapapa sayang, mau gimana lagi. Kata dokter kan mualnya emang bisa pindah ke aku" ujar Marka dengan suara serak
Hera mendongak, Marka menoleh ke arahnya lalu beri kecupan pada pucuk hidungnya
"Beneran gapapa?"
"Hm, gapapa" balas Marka dengan senyum lebar meskipun wajahnya masih pucat
Tak lama, Hera lepas peluknya pada lengan Marka. Lalu pegangi perutnya yang sedikit membesar sambil berlalu keluar dari kamar mandi
"Yaudah kalau gapapa. Aku mau tidur lagi boleh kan?"
Marka tergelak, benar kan ia bilang. Hera suka begitu, tadi merengek khawatir padanya lalu dengan cepat bersikap seolah tak terjadi apa apa. Tapi tak masalah, ia tak masalah dengan semuanya, yang penting Hera baik baik saja seperti sekarang. Istrinya kembali bergelung di bawah selimut saat Marka ikut bergabung dan memeluk perutnya dengan lembut, satu tangannya digunakan menopang sisi kepalanya untuk lihat wajah sang istri yang sudah kembali terlelap
Marka mengelus pipi Hera yang semakin berisi, lembut sekali dan ia langganan mengecupinya tiap hari
"Kok ditinggal tidur akunya sayang" bisik Marka
Hera tak bergeming? Istrinya benar benar telah terlelap, cepat sekali. Mana wajahnya sangat lucu, wajah Hera yang terlelap sangat lucu dan selalu lucu. Ia betah memandanginya seharian
"Aku buatin sarapan dulu, nanti aku bangunin" Marka mengecup lama pipi Hera sebelum bangun dari tempat tidur. Ia raih kaosnya yang tersampir pada sofa kamarnya
Sedari tadi ia memang hanya kenakan celana tidurnya, kebiasaan yang tak bisa dirubah. Ia suka tidur tanpa kenakan atasan apapun, Hera suka itu, kata istrinya ia seperti diselimuti selimut yang sangat hangat setiap malam
"Masak apa ya gue, duh pengen makan ayam bakar lagi. Tapi gue gak bisa masaknya, pengen makan masakannya Nanda" Marka bergumam sendiri sambil memindai bahan makanan di dalam kulkasnya. Penuh, tapi ia tak tau bagaimana cara membuat ayam bakar
KAMU SEDANG MEMBACA
Kabur
FanfictionKabur karena dijodohin malah ketemu lagi sama crushnya yang suka sama sahabatnya pas sekolah dulu
