Kehidupan Manis
.
.
Ting tong ting tong
"Stopp.. Ada tamu!" didorongnya kuat bahu Marka menjauh darinya
Hera bangkit berdiri dari pangkuan Marka
Ia benarkan tali spageti piyama tidurnya, lalu menunduk ambil cardigan tipis piyamanya di atas meja ruang tamu. Tak lupa hapus jejak air mata diujung kedua matanya
"Buka deh. Aku ke kamar mandi dulu" Hera mengusap bibir basah Marka lalu segera berlalu pergi. Istrinya itu terkekeh pelan sambil usak surai suaminya yang nampak kesal kesenangannya diganggu
Marka mengerang keras
Siapa yang bertamu ke rumahnya pada akhir pekan begini sih
Ia menghela napas kasar
Lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu rumahnya. Ia buka interkom yang hubungkan dengan pagar depan
Dilihatnya Jenov yang bediri didepan pagar. Wajahnya menyebalkan sekali. Marka berdecak keras
"Lo ngapain sih Sabtu kesini! Pagi pagi banget lagi" omel Marka melalui interkom pagar
Jenov tertawa keras
"Buruan buka!"
"Sialan lo!" Marka tetap buka pagar rumahnya melalui tombol di dekat pintu depan. Sengaja ia buat begini agar tak perlu jauh jauh berjalan ke depan
Begitu mobil Jenov terlihat sudah masuk ke pekarangan rumahnya, Marka tutup kembali pagar itu, lalu bukakan pintu utama. Setelahnya menunggu di sofa ruang tamu
Tempat yang baru saja hendak ia gunakan untuk memadu kasih dengan istrinya. Ada gila gilanya memang dia ini. Tapi biar saja, toh rumahnya sendiri kan
"Kusut banget muka lo!" Tawa Jenov menggelegar buat Marka mendengus. Lelaki itu masuk begitu saja lalu duduk bersama Nanda di sebelahnya yang celingukan ke dalam rumah
"Hera mana?"
"Mandi" jawab Marka ketus
Jenov menaik turunkan alisnya menggoda
"Abis ngapain kalian hayo!!"
Marka kembali mendengus
"Ya lo pikir aja sendiri!" Jenov tergelak
"Nih, nikah gue minggu depan" Jenov letakkan undangan di atas meja ruang tamu Marka
Nanda terkikik lihat ekspresi kesal Marka, kemudian ia lihat Hera yang masuk ke ruang tamu
"Heraaa.."
"Nandaa, lo lama banget gak kesini!!" Kedua wanita itu berpelukan lalu entah pergi kemana, mungkin ke dapur
Jenov terkekeh kecil
"Sorry bro. Nanda maunya anter langsung undangannya kesini"
Marka mengangguk pelan akhirnya. Marah marah hanya menghabiskan energi. Daripada itu lebih baik ia pikirkan bagaimana caranya agar Jenov dan Nanda segera pulang saja
"Jadi nikahan dimana kalian?"
"Akad sama resepsi besar disini lah, bentaran doang. Terus nanti party buat temen deket di Bali"
Marka mengangguk paham
"Gue ikut?"
Jenov memutar matanya malas
"Pikir aja sendiri bro, udah gue pesenin semua tinggal berangkat aja lo. Tapi kalau lo gak ikut gapapa asal Hera ikut aja. Nanda tantrum kalau dia gak ada"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kabur
Fiksi PenggemarKabur karena dijodohin malah ketemu lagi sama crushnya yang suka sama sahabatnya pas sekolah dulu
