46

1.3K 104 2
                                        

Nostalgia

.
.


"Kenapa ini? Kan aku bilangnya bukan yang ini. Kamu ikhlas gak sih!" Hera melempar tatapan kesal pada Marka yang baru pulang dari kantor

Ibu hamil itu langsung berbalik menjauh dari Marka dan masuk ke kamar mereka

Sementara Marka hanya bisa menghela napas lelah. Dengan cara apa lagi ia bisa bujuk istrinya itu

Ia baru pulang dari kantor, istrinya menyambutnya dengan senyuman lebar dan manis, namun saat tau apa yang dibawanya tidak sesuai dengan pintanya, Hera berakhir merajuk

Marka dudukkan dirinya di sofa ruang tamu, lepas jas dan dasi yang mencekik lehernya

Dipijatnya dahinya yang sedikit rasakan pusing. Ia tak miliki masalah apapun di kantor, justru penyebabnya pusing begini adalah Hera yang merajuk begini

Bagaimana tidak pusing jika Hera sudah merajuk selama 3 hari, wanitanya itu lakukan aksi mogok beri afeksi padanya selama 3 hari dan ia stres karena tak bisa dapatkan pelukan dari sang istri

Dan lagi, alasan Hera merajuk padanya tak lain karena wanita itu tengah mengidam makanan yang seharusnya tidak boleh dimakan oleh ibu hamil

Marka mana bisa izinkan Hera makan seblak dengan level pedas yang tinggi. Entah dari mana Hera lihat makanan itu sampai saat 3 hari lalu begitu bersemangat katakan apa yang sedang diidamkan

"Aku mau makan seblak yang, cabe nya yang banyak sampe merah gitu kuahnya. Terus kuahnya yang kental gitu gak cair, terus mauku isinya banyakan sawi nya aja ya ya ya"

Marka langsung diserbu permintaan itu begitu ia pulang kerja 3 hari lalu

Marka buru buru telfon ibunya dan tanyakan hal itu, namun ibunya bersikeras melarang Marka berikan makanan itu. Boleh asalkan tidak usah kerupuk basah dan tidak perlu yang pedas

Marka akhirnya pesankan makanan itu untuk
istrinya, namun tak indahkan permintaan ekstrem Hera tadi

Hera itu ngidamnya cuma sebentar, apalagi kalau apa yang diidamkan itu lama datangnya, malah kadang tidak jadi mengidam. Jadi Marka cari tempat makan yang cukup jauh dari rumah mereka

Tapi ternyata pilihannya salah dan dugaannya pun meleset. Hari pertama Hera mengidam seblak itu dan Marka bawakan pesanan yang tak sesuai, Hera tak mau makan. Dan terus meminta makanan itu ada didepannya. Padahal Marka sudah katakan kalau ibunya melarang Hera makan makanan itu. Biasanya Hera sangat takut pada ibunya, namun kali ini wanita itu benar benar tak mau dibantah

Marka pun janjikan akan belikan itu besok, seterusnya hingga hari ketiga istrinya masih belum selesai dengan ngidam seblaknya

Marka bangkit dari duduk bersandarnya, mendekat ke meja lalu menatap seblak yang masih keluarkan kepulan asap dari wadahnya

Ia ambil sendok yang sudah disediakan, ia mana pernah coba makanan seperti ini kalau bukan karena Hera yang memintanya. Dulu juga sewaktu pacaran, ada saja makanan baru yang Hera minta

Marka sendok kuah seblak yang tidak terlalu merah itu dan mengernyitkan dahi saat lidahnya rasakan rasanya

"Ini level 1 aja udah pedes loh, Hera mau level paling pedes apa gak nangis anak gue"

KaburTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang