.
Jenov menatap jengah ke arah sisi kiri pelaminannya. Disana ia bisa melihat dengan jelas Marka yang tak mau sedetikpun melepaskan Hera dari pelukannya
Bukannya apa, Jenov sama sekali tak cemburu. Ia juga punya Nanda yang sudah resmi menjadi istrinya sejak 2 jam yang lalu. Ia juga bisa bergelanyut manja pada sang istri seperti yang Marka lakukan
Tapi.. bisa tidak sih Marka tidak melakukan itu di pesta pernikahannya? Orang orang kan jadi mudah terdistraksi, mana beberapa sempat ia dengar kalau Marka itu lucu sekali karena bermanja pada sang istri
Ini kan pestanya Jenov, kenapa Marka yang jadi pusat perhatian
"Liatin apa sih!" Nanda mencubit perut Jenov pelan
Jenov menoleh dengan bibir manyun
"Marka sama Hera ngapain gak pulang sih itu yang. Malah gelendotan gitu, di depan umum loh ini"
Nanda mendengus
"Ya biarin sih. Hera ngidam kayanya mau makan makanan nikahan. Itu dia lagi makan"
Jenov balik mendengus tak terima. Kalau sudah bahas ngidam ngidam dia juga tak bisa berkutik. Marka jelas tak mungkin mau lama lama di sini kalau bukan karena kemauan Hera sendiri
3 hari lalu waktu Marka pulang dari dinas kantornya. Marka langsung memusuhinya dan tak mau bicara dengannya
Jenov sudah coba membujuk tapi tetap saja, kalau Jenov sedang berkunjung ke rumah sahabatnya itu. Marka akan dengan kekanakannya menghentakkan kaki dan berjalan masuk ke kamar
Benar benar kekanakan, batinnya
"Udah selesai Ra? Ada yang masih mau dimakan gak? Atau mau dibungkusin aja?" Jenov tersentak kecil, tau tau Hera dan Marka sudah ada di dekat mereka
Lelaki yang baru menikah itu mencibir Marka yang sembunyikan wajahnya pada bahu Hera
"Udah kenyang tapi suka sama udang keju sama brownisnya Nan. Boleh minta gak sih?"
"Boleh banget Raa, bentar ya ini gue minta dibungkusin.. mbak mbak" Nanda memanggil salah satu waitress yang kebetulan berjalan tak jauh dari pelaminannya
"Iya?"
"Tolong bungkusin udang keju sama brownisnya ya buat mbak ini, ngidam orangnya. Dikasih agak banyakan aja, nanti kalau kurang langsung ambil makanan di toko kue mana aja ya disini" ujar Nanda dan pelayan itu mengangguk
"Eh sama puding buahnya dong Nan"
"Iya itu sama pudingnya juga mbak" pelayan itu kembali mengangguk dan berlalu untuk membungkuskan pesanan Hera
"Udah duduk dulu nanti dianterin, habis itu pulang ya"
"Iya ini Marka udah ngantuk katanya"
"Ck, lemah banget gitu aja ngantuk. Bayi lo kalo ngantuk mesti ditidurin" Jenov mencibir keras
Nanda sampai menyikut perutnya
Sementara itu Marka yang masih sembunyi dibalik bahu Hera terdengar menggeram pelan
Hera hanya tertawa saja. Ia tau kenapa Marka jadi sensi begini pada Jenov. Biar saja, toh nanti jika bakal baikan sendiri
KAMU SEDANG MEMBACA
Kabur
FanfictionKabur karena dijodohin malah ketemu lagi sama crushnya yang suka sama sahabatnya pas sekolah dulu
