Kabar
.
.
"Ini deh Ra lucu banget ya. Bagus di kulit lo juga kan"
Hari ini Hera temani Nanda untuk memilih kain untuk acara resepsi pernikahan gadis itu
"Gue ikut aja Nan. Kan terserah lo dulu ini mau warna apa"
"Kalau pink Jenov mau gak ya Ra?" Nanda letakkan brokat yang ia pilihkan untuk Hera tadi dengan wajah cemberut
"Emang belum bilang?" Nanda gelengkan kepala
"Mau pasti. Asal lihat pinknya kayak mana dulu"
"Pink pastel gitu kok"
"Yaudah itu aja. Ada ya Ci pink yang bagus juga nanti buat cowoknya"
Pemilik toko kain itu langsung bantu carikan bahan dengan warna yang diminta
"Kenapa sih Nan?" Hera itu sadari sedari tadi Nanda agak tak bersemangat saat menjemputnya ke rumah tadi
Nanda duduk di sofa panjang yang ada di butik ini. Diikuti Hera duduk di sebelahnya
"Jenov sibuk banget Ra. Sibuknya itu beda loh ini. Dia gak ada tanya tanya soal nikahan kita" adu Nanda
Hera terdiam. Berkaca dari pengalamannya beberapa saat lalu, lelaki memang tidak bercerita tapi mendadak sibuk seketika. Berarti kalau Jenov sibuk sebelum pernikahan, bisa jadi lelaki itu mau selesaikan tugasnya sebelum nanti ambil cuti panjang kan
Berkebalikan dengan Marka. Marka bahkan ikuti semua kegiatannya mempersiapkan persiapan pernikahan
"Kan mau ambil cuti nikah Nan. Biasa emang sengaja gitu kan"
"Lo udah nanya emang?" Tanya Hera, Nanda menggelengkan kepala
"Tanyain dulu. Gue udah berapa kali malah overthinking sendiri perkara gak mau ngomong"
Nanda menghela napas lelah
"Gitu ya?"
"Iyaa, udahlah kalau sama Jenov Gausah ragu. Warna ini bagus Nan" Hera angkat contoh kain dengan warna krem yang punya corak sederhana. Ia suka warna dan motif itu
"Iya bagus. Ini aja" balas Nanda, Hera tertawa kecil. Nanda mudah sekali dialihkan perhatiannya
.
Nanda menangis di lorong rumah sakit. Kedua tangannya gemetar hebat dengan beberapa sisinya terdapat luka kecil karena bergesekan dengan tanah
Lorong rumah sakit mungkin akan jadi trauma tersendiri baginya karena kejadian yang ia alami hari ini
Dengan tangannya sendiri, ia menangkap Hera yang mendadak terjatuh pingsan saat mereka asyik makan eskrim di pinggir jalan
Sikunya menabrak aspal jalan yang keras. Sakit sekali tapi Hera yang tak membuka mata meski ia berteriak di samping telinga wanita itu berhasil membuatnya teralih dari rasa sakit
Beruntungnya banyak orang yang langsung membantunya menelepon ambulans. Hera langsung dibawa ke rumah sakit. Dan Nanda langsung menelepon Jenov, ia tak berani menelepon Marka karena ia takut lelaki itu memarahinya
Jenov bilang Marka mungkin sedang rapat tapi lelaki itu akan secepatnya bawa Marka ke rumah sakit
"Nanda" Nanda segera berdiri saat lihat Jenov dan Marka datang
KAMU SEDANG MEMBACA
Kabur
FanfictionKabur karena dijodohin malah ketemu lagi sama crushnya yang suka sama sahabatnya pas sekolah dulu
