Keluarga Baru
.
.
Matanya memerah, hidungnya memerah
Bukan bayinya, tapi ayahnya
Marka tak peduli dengan Jenov yang sedari tadi berbisik pada Nanda sambil menatap ke arahnya dengan pandangan mengejek
Yang lelaki itu pedulikan sekarang adalah bayinya, bayi perempuannya yang sedang dibersihkan oleh dua orang perawat yang tampak telaten
Sementara itu kekasih hatinya juga sedang dibantu untuk dipindahkan ke ruang rawatnya setelah dibersihkan
Bayi perempuan sehat dengan kulit kemerahan itu baru saja lahir setengah jam yang lalu. Kelahirannya mendebarkan bagi kedua orang tuanya. Marka dan Hera sama sama menangis dalam ruang persalinan. Hera menangis menahan sakit, sementara Marka yang menangis melihat Hera kesakitan
Tak lama ruangan dengan kaca besar itu dibuka. Bayi Marka tampak tenang di atas box yang didorong oleh salah satu perawat
"Mari ke ruang rawat istri anda, Bapak"
Marka mengangguk masih dengan kedua mata yang basah
"Udahan nangis lo Mar" Jenov dengan cepat menyikut perut Marka
Nanda hanya bisa menggelengkan kepala
"Gue nangis karena itu anak gue"
"Ya gue tau, tapi malu banget. Lo nangisnya lebay banget. Ingus lo tuh kemana mana"
Marka dengan cepat menyeka ingus yang dimaksud Jenov menggunakan lengan kemejanya
"Sumpah jijik banget gue. Lo mending ganti baju sama cuci muka dulu. Biar enak dilihatnya"
"Bawel banget lo. Gue kayak gimanapun juga tetep enak dilihat" gerutu Marka
Sedihnya hilang jadi kekesalan karena Jenov cerewet sekali menceramahinya ini itu
"Ya tapi tetep aja ganti dulu. Itu baju udah kena apa aja tuh, mana lepek banget lagi. Ganti dulu yang seger biar nanti bayinya juga nyaman kalau lo gendong"
Marka yang tadinya kesal lalu tampak diam
"Nanti gue gendong? Beneran? Gue bisa emang? Dia masih kecil gitu kena tangan gue gapapa?" Jenov memutar mata malas
"Ya lo bapaknya"
"Tapi.."
Jenov mendengus, lalu tanpa kata menarik Marka untuk ke kamar mandi luar, ia memang sudah membawakan pakaian untuk lelaki itu sejak tadi. Itupun sebenarnya Nanda yang memintanya melakukan ini, kalau tidak ya peduli amat dia pada penampilan Marka
.
Sementara itu Hera sudah dipindahkan kembali ke kamar rawatnya. Wanita itu tampak terus mengedipkan matanya melihat sosok bayi yang berada di gendongan suster yang memang selalu merawatnya sejak awal disini
"Ibu Hera, selamat ya. Bayinya sehat dan cantik sekali. Untuk kulitnya ini gapapa ya Bu, nanti lama kelamaan juga akan hilang kok"
"Ibu udah siap gendong bayinya?"
Hera yang setengah terduduk itu mendadak gagap. Panik bukan main, mana Marka tak datang bersama suster juga tadi. Kemana lelaki itu pergi
"Eh beneran sus? Saya.."
Nanda di seberang ruangan terkekeh melihat Hera yang kikuk
"Gapapa Ra, udah nyariin maknya itu"
"Saya nanti kalau terlalu kasar gimana sus"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kabur
FanfictionKabur karena dijodohin malah ketemu lagi sama crushnya yang suka sama sahabatnya pas sekolah dulu
