Berpisah
.
.
Seperti biasa Marka akan siapkan sarapan untuk Hera dan juga susu ibu hamil untuk istrinya itu. Ia yang memaksa untuk lakukan hal itu setiap pagi karena Hera sering kelelahan hanya untuk sekedar berjalan dari kamar ke dapur rumah mereka
"Yang.." Marka menoleh, terbitkan senyumnya lihat istrinya itu berjalan pelan ke arahnya. Marka berjalan mendekat, memeluk pinggang sang istri dan bawanya duduk di kursi meja makan
"Tumben udah bangun"
"Kamu belum selesai emang?"
"Tinggal susunya aja sayang, bentar ya" Hera mengangguk, pejamkan matanya saat Marka cium dahinya lembut
Wanita itu perhatikan bagaimana Marka dengan telaten bekerja di dapur. Marka sudah terbiasa dengan kegiatan di dapur, lelaki itu sudah hidup sendiri sejak kuliah, Hera saja yang suka kepikiran
"Jangan ngelamun!" Marka meraup wajah Hera dengan kekehan jahil, Hera mengerucutkan bibir. Marka masihlah suka menjahilinya
"Hari ini jadwalnya makan ini ya sayang, dihabisin. Aku mandi dulu" ujar Marka sambil usak surai istrinya yang sudah sedikit berantakan setelah letakkan semua sarapan Hera diatas meja
Hera tangkap pergelangan tangan Marka
"Kamu sarapan apa? Kata kamu yang cathering itu udah kamu cut"
"Iya, kemarin mereka nawarin lagi tapi takut gak kemakan. Aku bikin sandwich tadi, kemarin aku sekalian beli bahannya" Hera mengangguk paham. Mereka memang sengaja pesan sarapan dan makan siang dari cathering untuk Marka namun hanya berjalan 2 minggu saja karena beberapa hari Marka sering kelupaan makan sehingga makanannya tertumpuk dan jadi tidak dimakan, kalau diberikan ke orang lain juga mereka terlalu boros
Marka tak biarkan Hera memasak kalau memang tidak kuat, lelaki itu tak masalah sama sekali, namun kini istrinya justru tak lepaskan tangan darinya
Marka tersenyum miring, lalu kurung Hera dengan masing masing tangan berada di atas meja dan sandaran kursi sang istri. Wajah lelaki itu mendekat hanya sejengkal saja dari wajah Hera
"Mau apa?" tanyanya dengan suara rendah, nafas keduanya beradu dengan Marka masih tersenyum miring ke arah istrinya
"Suapin" kata Hera dengan manja. Marka mendengus akhirnya, ia kira dirinya bakal diberi beberapa afeksi menyenangkan pagi ini. Tapi ternyata salah, ia malah diminta untuk menyuapi Hera
Marka mengecup ujung hidung Hera lalu ikut duduk
"Separuhnya aja ya, sisanya makan sendiri" ujar Marka lembut. Hera sendiri tersenyum lebar lalu dengan tenang tunggu Marka menyuapinya
Marka lagi lagi tak masalah. Ia suka kalau Hera bergantung padanya, meskipun seharusnya ia harus sudah siap siap ke kantor karena meeting penting, tapi tak masalah, ada untungnya juga ia jadi anak kesayangan petinggi kantor. Apalagi ayahnya Jenov yang punya kewenangan besar disana, tinggal sebut nama Hera pasti Ayah sahabatnya itu tak akan marah, tapi tanpa sebut nama Hera juga tidak akan marah sih
Jenov kan sudah pernah katakan kalau Marka jadi anak kesayangan ayah lelaki itu, bahkan sampai buat Jenov iri padanya
"Udah, gak kuat" Namun sepertinya malah Hera yang lebih dulu minta berhenti
"Kenapa? Gapapa kan? Udah sesuai resep kok sayang" Marka langsung panik, takut masakannya tak enak
"Enak tapi gak mau habisin sekarang, nanti aja" Marka menghirup udara dalam, lalu berdiri dan memeluk Hera
KAMU SEDANG MEMBACA
Kabur
FanfictionKabur karena dijodohin malah ketemu lagi sama crushnya yang suka sama sahabatnya pas sekolah dulu
