Tentang Ersya dan kehidupan keduanya. Terdengar mustahil tapi ini lah yang dialami oleh Ersya. Hidup kembali di masa lalu dalam raga yang sama. Mengulang masa lalu dan berniat mengubah masa depan. Ersya seperti diberi kesempatan untuk memperbaiki hi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perusahaan milik Kendrik berdiri megah di tengah-tengah deretan gedung pencakar langit. Keramaian yang terjadi di luar menciptakan hiruk pikuk tiada henti. Berbanding terbalik dengan suasana di dalam ruangan Kendrik yang terasa jauh lebih hening
Kendrik duduk di kursi kebesarannya. Jemarinya bergerak pelan di atas papan ketik. Mulai mengerjakan pekerjaannya. Karena masih pagi, ekspresinya terlihat tenang meskipun terkesan datar. Sampai sebuah notifikasi muncul di layar handphonenya.
Keningnya mengernyit saat mengetahui bahwa pesan itu dari grup keluarga. Pagi-pagi sekali?
Mencampakkan pekerjaannya, Kendrik mengambil handphonenya dan membaca pesan dari Nathan. Suasana pagi yang tenang mulai runtuh saat mata tajam Kendrik melihat pesan berisi kabar buruk dari Ersya.
Tak ada ledakan emosi, tetapi kemarahan yang terpancar begitu jelas dari kedua matanya. Serta genggamannya pada handphone semakin erat. Aura dingin menyelimuti Kendrik.
Apa lagi yang Ersya lakukan? Ke mana anak itu? Atau sesuatu terjadi padanya? Sial, kekhawatiran keluarga Leonard dibuat terombang-ambing oleh Ersya.
Selama Ersya tidak berada di sisinya, pikiran buruk selalu menghantuinya. Seakan-akan tempat paling aman untuk Ersya adalah di mansion Leonard. Meskipun sekarang Ersya tinggal bersama ibu kandungnya, tetap saja Kendrik tidak tenang. Ia mengenal mantan istrinya, penilaiannya terhadap Vira tak berubah. Malah semakin buruk.
Tadinya ia setuju Ersya tinggal bersama Vira agar dia tahu sendiri bagaimana sifat ibu kandungnya itu. Namun, jika ini risikonya, ia tak akan setuju dari awal. Ini sama saja Ersya menghilang dari pengawasan mereka.
Handphonenya kembali berdering. Masih diliputi emosi, tatapan tajam Kendrik tertuju pada layar handphone. Setelah melihat siapa yang menelpon, ekspresinya melunak.
"Ersya hilang!"
"Kita harus segera mencarinya."
"Bagaimana ini."
"Kita harus mencarinya sampai luar negeri."
"Sebelum itu kita harus mencarinya di mansion Mahatma."
"Jika tidak ada di sana, kita akan mencari besar-besaran."
"Oh oh, apa jangan-jangan sesuatu terjadi di mansion sana?"
"Awas saja jika terjadi sesuatu dengan Ersya, aku sendiri yang menampar mantan istrimu. Biar dia rasakan tamparan dari nyonya baru Leonard."
"Cepat pulang, sekarang!"
"Anak-anak sudah di sini."
Sambungan telepon langsung diputus sepihak tanpa mengizinkan Kendrik untuk membalasnya. Kendrik hanya bisa menghela napas, istrinya sangat mengkhawatirkan Ersya, lebih dari dirinya.