Part 22

1.6K 82 15
                                        

Kemarin seharusnya adit berbicara dengan maura, namun saat adit datang kerumah maura, pihak dari rumah maura bilang bahwa maura sedang menginap dirumah teman nya. Mau tak mau adit menundanya untuk berbicara serius dengan maura. Namun hari ini, adit bertekad akan berbicara dengan maura.

Bagaimanapun caranya dia harus berbicara dengan maura. Adit sengaja datang lebih pagi, dia menunggu  maura dikoridor kelas 10. Adit menunggu cukup lama. Maura sedaritadi belum menunjukan batang hidung nya. Maura pun belum hadir disekolah. Adit melihat kearah jam tangan nya. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.53 dan sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.

Kringg!!

Sekali lagi adit harus menunda untuk bicaranya dengan maura. Adit pun kembali ke kelas nya. Saat dia sudah sampai kelas nya, saat itu juga maura datang dengan kedua teman nya. Mereka bangun telat karena semalam mereka tidur saat jam pukul sudah 3 pagi. Maura berlari-larian menuju kelas nya. "Huft,, untung aja masih selamat" ucap shafa.

                              ✌✌✌✌

Adit duduk dibangku pojok kantin sambil memerhatikan orang yang sedang masuk dan keluar kantin. Berharap dia akan menemukan maura. Berharap ia akan dapat berbicara tentang segala nya dengan maura, sehingga ia segera mendapat jawaban nya.

"Dit" panggil ridho.

"Dit" ridho mengulang memanggil adit.

"Aditya Veron Hidayatullah!!" suara ridho meninggi dan memanggil adit dengan nama panjang nya. Adit lantas menoleh kepada ridho. "Cukup dit ama adit aja. Nggak usah nama panjang gue lo sebut" ucap adit.

"Eh tai, daritadi gue panggil nggak nengok. Yak gue panggil aja nama panjang lo" sahut ridho. Adit hanya menganggukkan kepala nya.

"Lo ngapa si dit" ujar mario yang melihat sikap aneh adit.

"Nungguin maura palingan mah" bukan nya adit yang menjawab, malahan leo yang menjawab nya.

'Maura kemana si?' batin adit.

                              ✌✌✌✌

"Da-dah maura" shafa dan abigail melambaikan tangan nya kepada maura sebelum kedua nya masuk kedalam mobil dan menghilang dari pandangan maura.

Maura mengambil ponsel nya yang berada didalam tas nya. Tepat saat dia membuka lockscreen nya, pesan pribadi dari al masuk.

Al(tai)
Ra, gw gak bisa jemput. Gw mau
main kerumah tmn. Lo plng ndiri
aja yak :) lo cantik kok, lo kan adek gw

Njs, sok ngerayu lu amit-_-
mmps dah lo. Plng ama siapa njir_-
Ah tai bilangin mama suruh pak suba
jemput gw.

Al(tai)
Pak suba gak bisa jemput juga.
Lagi nganterin mamah pergi. Dah
jangan banyak kct. Pulang lu!

Tai :)


Dengan kesal maura memasukkan kembali ponsel nya kedalam tas nya. Maura hanya mendumel terus-menerus, karena al.
"Maura" panggil seseorang yang membuat nya berhenti mendumel.

"Nggak pulang?" tanya orang itu. Rey.

"Nggak ada yang jemput" jawab maura ketus. Rey hanya tersenyum simpul, lalu dia kembali memerhatikan maura dengan serius. "Gue anterin dah. Daripada lo disekolah terus kayak orang bego" ujar rey yang membuat mata maura membulat.

"Lo ngatain gue bego?" tanya maura.

"Naik aja. Sekalian ada yang pengen gue omongin sama lo" ucap rey. Perkataan rey seperti perintah bagi maura. Perintah yang tak bisa dibantah. Maura pun naik ke motor rey. Dan setelah itu rey menjalankan motornya.

Motor hijau rey keluar dari kawasan SMA Cakrawijaya Bakti. Tanpa sadar ada sepasang dua bola mata memerhatikan mereka. Sepasang mata milik adit.

                              ✌✌✌✌

Maura menunjukan arah jalan menuju rumah nya. Dan saat ini rey dan maura pun sudah sampai dirumah maura. Maura turun dari motor. "Ini mah rumah nya adit" gumam rey yang terdegar oleh maura.
Maura yang mendengar itu menautkan alisnya. "Ha?" ucap maura spontan.

"Ini rumah adit. Lebih tepatnya, rumah lo sama rumah adit deket banget. Noh rumah adit yang ke lima dari deretan yang pager ijo" ujar rey.

Maura langsung menganga tak percaya. "Demi apa itu rumah kak adit?" tanya maura sambil memasang wajah terkejutnya.

"Iya, lo baru tau?" ujar rey.

"Baru banget malahan. Kok lo tau kak?" tanya maura.

"Kan gue pernah main kerumah nya dia. Terus main basket sama al" jawab rey.

"Al kakak gue" tukas maura.

"Pantes mirip" ucap rey.

Maura hanya menatap rumah adit dengan perasaan bergemuruh. Rumah nya dekat dengan doi nya saja ia tak tahu, bagaimana tentang perasaan doi. Berarti sudah lama adit disitu. "Ma-makasih yal kak, lo udah mau anterin gue pulang" ujar maura.

"Ra"

"Ya?"

"Kalo lo sedih, lo panggil gue aja, okay?" ujar rey yang membuat maura mau tak mau mengangguk. Setelah itu pun maura masuk kedalam rumah nya.

Dan rey pun menjalankan motornya kembali. Namun saat itu juga, motor adit menghalang jalan nya rey.

                              ✌✌✌✌

Voment yaww💕💕💓💕💕💕✌



Our Promise Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang