Maura membuka mata nya saat ia mendengar deru knalpot motor yang berasal dari luar kamarnya. Entah kenapa saat mendengar deru knalpot motor, mengingatkan nya akan adit kemarin. Yang kembali bersikap acuh tak acuh kepada dirinya. Maura melihat ke arah jarum jam. Jam menunjukkan pukul 04.30. Merasa penasaran dengan bunyi knalpot tersebut, maura melangkah keluar kamarnya. Ia melihat ke bawah lewat balkon kamarnya.
Mata yang tadinya menyipit sekarang berubah menjadi membelak lebar. Adit berangkat sekolah sepagi ini?!. Maura dengan segera masuk berlari ke kamarnya. Ia mengambil ponselnya. Lalu membawa ponselnya ke balkon bersama dirinya. Ia mengecek, apa adit mengirimnya pesan atau tidak. Saat notifikasi dari adit tak memenuhi ponselnya, maura hanya menatap layar kaca ponselnya. Lalu pandangan nya beralih kepada adit yang perlahan-lahan membawa motornya pergi.
"Tumben." gumam maura sambil menatap lampu motor adit yang makin lama makin hilang. Maura memutuskan untuk segera mandi dan berangkat sekolah. Kalau begitu, ia sendiri yang akan menegur adit.
✌✌✌✌
Maura hanya tersenyum saat ada seorang cewe menyapa nya. Mendadak maura jadi banyak yang mengenalnya. Bahkan ada yang menyapa, dan meng-add line nya. Teman seangkatan, maupun kakak kelasnya. Rata-rata dari semua nya, kebanyak anak cewe. Maura tentunya tau bahwa ia mendadak menjadi perhatian orang lain, semenjak statusnya sebagai pacar adit. Cowo yang masuk daftar The Most Wanted disekolahnya.
Agak merasa risih juga kalau dia menjadi perhatian orang lain, lebih tepatnya dirinya menjadi bahan perbincangan orang lain. Semakin hari maura terbiasa dengan dirinya yang sering sendiri. Selain bermain bersama geng nya adit, ia tak punya teman yang selalu menemaninya kemanapun. Layaknya shafa. Yang semakin hari justru menghindari maura, hanya karena cemburu dengan maura. Sering kesepian, namun mau bagaimana lagi?.
"Gue heran sama kak adit. Pacarnya itu siapa sih,? Kak dinda apa maura kelas 10?. Kadang kak adit ama maura. Terkadang adit ama kak dinda."
maura mulai mendengar isu-isu mengenai adit, dirinya, dan dinda.
"By the way, tadi pagi gue liat kak adit ama kak dinda dateng barengan. Kak dinda masuk sekolah, maura nya dilupakan. Hahhahahah."
"Jangan-jangan kak adit playboy lagi."
"Tapi kata gue si, adit mendingan ama dinda daripada ama dekel, yang baru lahir kemaren sore."
'Terus! Terusin! Gossipin gue. Terus!.' batin maura yang mulai jengkel sendiri.
Maura memilih untuk pergi ke perpustakaan daripada harus mendengar gosip-gosip tak bermutu dikantin yang membuat dirinya terpojok. Maura lebih memilih untuk membaca buku. Itu bisa membuat dirinya merasa sibuk sendiri, dan melupakan semuanya.
Saat diperpustakaan, maura langsung mencari buku yang tersedia dirak buku. Entah buku apa yang akan dibacanya, pokoknya ia mau ingin membaca buku. Maura sedikit merasa kesusahan saat ia mengambil buku yang letaknya lumayan tinggi. Lalu tiba-tiba satu juluran tangan mengambil buku yang maura ingin ambil, kemudian tangan itu terjulur kepadanya. Memberinya buku itu.
"Nih. Banyakin olahraga yak, biar tinggi." ujar orang itu. Maura lantas mendongakkan kepalanya. Maura menelan salivanya dengan getir. Namun dia berdecak saat itu juga. Maura langsung mengambil buku tersebut dari tangan rey. Lalu kemudian pergi.
Maura memilih bangku yang berada dipojok ruangan. Agar kedatangannya ke perpustakaan tak ada yang menyadari, mungkin ada, namun hanya beberapa. Tak seperti saat ia duduk di tengah ruangan. Ia malah menjadi pusat perhatian orang. Maura pun mulai membaca buku nya. Saat sedang enak-enak membaca buku, tiba-tiba seseorang menghampirinya dan duduk disamping nya. Rey lagi. Maura tak mempedulikan rey yang duduk disamping nya.
"Asik banget yak baca nya."ujar rey. Rasa risih maura kembali menyerangnya.
"Saking asyik nya, nggak nyadar kalo ada pacarnya." lanjut rey yang membuat maura menatapnya tajam. Lalu ia mendesah kecil, dan kemudian melanjutkan membaca bukunya.
"Lo nya yang jadi status pacarnya aja sendirian, eh cewe lain lagi asik sama cowo lo. Lebih tepat nya cewe itu mantannya cowo lo." ucap rey. Maura mengerti sekarang rey bukan membicarakan dirinya sendiri, melainkan membicarakan adit.
Maura merasa jengah dengan rey. "Lo nggak aus napa kak? Ngomong mulu lu!." ucap maura.
"Gue ngomong sama lo, karena gue itu cuman mau ngasih tau doang. Daripada lo nya nggak tau. Kasian gue sama lo ra." ujar rey lalu bangkit dari duduknya dan kemudian pergi. Maura hanya menatap kepergian rey. Namun matanya menangkap sosok orang yang sangat ia kenali. Maura melototkan kedua bola matanya.
Adit dan dinda.
Hanya satu ekspresi maura. Kaget.
Hanya satu yang maura rasa. Cemburu.
Maura masih menatap adit. Mungkin karena maura menatap adit tanpa berkedip, hal itu membuat adit menatap maura balik. "Maura!." ucap adit sambil melambaikan tangan nya ke maura. Maura masih menatap adit. Tak bergeming.
Adit yang menyadari maura hanya diam, mengulang kelakuannya, akan melambaikan tangan nya kepada maura. Namun maura masih belum menyadarinya juga. Adit melihat ekspresi maura yang terlihat aneh bagi pandangannya. Adit melihat maura hendak bangkit dari kursinya, lalu berjalan. Sepertinya maura akan keluar dari perpustakaan.
Maura melewatinya tanpa menyapa adit yang sedang menatapnya sedaritadi. Bahkan maura tak menoleh ke arah nya. Adit hanya membiarkan maura keluar dari perpustakaan. Pulang sekolah ia akan bertanya kepada maura.
✌✌✌✌
Mata adit memperhatikan setiap siswa yang keluar dari koridor. Berharap ia akan menemukan maura. Namun maura belum lewat juga. Kebetulan adit melihat shafa. Adit pun langsung memberhentikan shafa. "Eh fa, liat maura nggak?." tanya adit.
"Tadi pas bel bunyi, dia langsung keluar kelas. Udah abis itu nggak tau lagi." jawab shafa.
"Oh makasih yak." ucap adit.
Adit pun menghampiri dinda. Dan kemudian menyuruh dinda naik ke motornya. Ia akan mengantar dinda pulang.
Saat motor adit sudah setengah jalan, tak sengaja adit melihat maura yang sedang berdiri sendirian ditrotoar. Mata maura tak sengaja bertemu dengan mata adit. Namun bukannya ia senang, ia malah bertambah kesal. Karena melihat siapa yang berada dijok belakang adit. Maura yang tadinya diam, menunggu angkot, kini berlari. Berlari untuk menghindari adit.
Adit pun membawa motornya mengikuti langkah lari maura. "Ra, jangan lari." ujar adit. Namun maura mengabaikan ucapan adit itu. Ia justru makin berlari. "Ra berenti dong." suara cewe yang maura yakini suara milik dinda.
Lari maura terhenti saat maura menghentikan sebuah angkot, dan menaikinya. Adit memberhentikan motornya. Kemudian dia menghembus napas kasar. "Kok dia malah ngehindar yak?." tanya adit.
"Kita nya juga yang salah dit. Kita terlalu berlebihan. Jadi maura mikir, kalo gue sama lo itu saling suka lagi." jawab dinda.
Adit hanya menatap angkot yang ditumpangi maura semakin hilang dari pandangannya.
✌✌✌✌
Voment yaw.💞
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Promise
Storie d'amoreDari sini kita tau, sesuatu yang melelahkan akan berujung manis.
