The Eyeless Pandora Meets Bloody Mary

1.8K 298 54
                                        

Cakra menyikut Kandi. "Ndi, itu Langit bukan sih?" telunjuknya yang panjang menunjuk ke arah gadis berkacamata dengan rambut panjang tergerai di lantai bawah. "Eh iya," kata Kandi sambil bangkit dari tempat duduknya.

"Suruh sini aja, Ndi. L juga kayaknya udah mau nyampe," ujar Irgi. Kandi langsung menuruni tangga dan menghampiri Langit. "Baru sampe, Nggit?" tanyanya.

"Iya, Ndi. Kamu nggak nunggu di backstage?"

"Belom kok, kan baru naik panggung jam 9-an. Masih bisa nonton band yang lain dulu. Yuk gabung situ,"

"Oke,"

"EH ADA DEK LANGIT!" Kandi baru akan merengkuh tangan Langit ketika mereka mendengar suara keras tersebut.

Siapa lagi coba yang bisa menyapa secablak itu?

"Mas Garin apa kabar?" sapa Langit sambil menyambut high-five Garin. "Baik, baik. Kok baru keliatan? Diumpetin Kandi ya?"

Kandi spontan melotot. "Lu kata cewek gue kue nastar? Udah yuk ah nyusulin anak-anak," ajak Kandi. Garin mencibir. "Ya bagus, gandengan aja ke sana, bikin iri,"

"Bodo amat," gumam Kandi. Ketiganya lalu menghampiri Irgi, Cakra, dan Wigra. Panggung tempat The Eyeless Pandora tampil ada di lantai 1, dan semua penonton akan berdiri.

Untuk sementara, mereka berlima ada di lantai dua, di salah satu meja yang di dekat balkon bar sarat nuansa neon merah tersebut.

"Wah, ada Langit. Duduk sini, Nggit," Irgi berdiri dari kursinya.

"Lho, nanti Mas Irgi duduk di mana?" tanya Langit. "Gampang. Gue keluar ben... nah panjang umur orangnya dateng," sahut Irgi saat melihat sosok Lyanna mendekati mereka.

"Hai, hai. Belom telat kan?" tanya Lyanna. "Belom kok, L," jawab Irgi, lalu mengambil kursi di meja kosong dekat mereka untuk Lyanna.

"Kak Lyanna, kenalin. Ini Langit. Waktu itu belom ketemu kan?" Kandi langsung menunjuk Langit.

"Oh iya, halo, Lyanna," Lyanna menyodorkan tangan ke Langit. "Yang dari Jogja ya, Ndi? Cieee..." Lyanna menyikut Kandi. "Iya. Nggit, ini Lyanna, pacarnya Irgi,"

"Eh, Langit waktu itu dateng ke gig yang beberapa bulan lalu itu ya?"

"Iya, Mbak," jawab Langit. "Waktu itu belom ketemu kita ya, akunya lagi gak bisa dateng," kata Lyanna sambil menggeser tempat duduknya karena Irgi dan Garin sudah bergabung.

"Wah, gawat, The Eyeless Pandora udah punya darma wanita kalo gini. Cuma anggotanya belom full aja," celetuk Garin. "Ya makanya lo cari pacar dong, Rin, daripada cuma dengki," kata Lyanna kalem, disambut tawa Irgi, Cakra, Kandi, Langit, dan Wigra.

Garin mengelus dada. "Pacarnya Irgi kenapa savage banget," gumamnya. "Terima nasib makanya, Rin," celetuk Wigra tanpa melepaskan pandangannya dari ponsel di tangan.

"Lo ke toilet gih, Gra,"

"Ngapain? Gue udah pipis tadi,"

"Biar ngaca sebelum nyuruh gue nerima nasib," jawab Garin. "Supaya adil, lo berdua aja. Barengan," Cakra menimpali.

Wigra mengangkat alis. "Yakin berdua?"

"Rasain lo, Cak,"

"Sianjing."

Langit dan Lyanna bertukar pandang. "Maklumin ya. Aku juga suka bingung kalo nguping obrolan mereka," bisik Lyanna.

Langit mengangguk setuju. "Pas diceritain Kandi juga aku nggak percaya kok, Mbak. Tapi kok... kelakuannya..."

"Minus semua. Begitulah."

***

Para personel The Eyeless Pandora, serta Lyanna dan Langit menghabiskan waktu menunggu sambil mengobrol, sembari mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan band pembuka.

The Eyeless PandoraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang