Gue langsung memeluk Mama saat menemukan beliau di ruang tunggu. "Papa gimana, Ma?" tanya gue langsung.
"Sudah keluar dari UGD, tapi belum bisa ditemui, Ndi," jawab Mama. Gue ingin bertanya Papa sebenarnya kenapa, tapi gue mengurungkan niat. Lidah gue kelu.
Jadi, yang bisa gue lakukan hanyalah menggenggam tangan Mama erat-erat. "Katanya dokter gulanya Papa kambuh. Makanya sampe ambruk," kata Mama.
"Oh..." cuma itu yang bisa gue katakan. Papa memang punya diabetes melitus tipe 1, tapi seinget gue, beliau sangat menjaga pola makannya dan kesehatannya supaya penyakit itu nggak sampe mengganggu ruang gerak dan pekerjaannya.
Tapi...
"Kok bisa, Ma?" tanya gue. Mama menghela napas. "Ya Papamu kan juga sudah berumur. Gulanya kambuh, ditambah ada hipertensi dan kecapekan, beginilah jadinya," kata Mama, lalu mengusap pelan rambut gue.
"Kamu yang tenang ya," ujarnya.
Mestinya Kandi yang bilang gitu ke Mama, Ma, batin gue. Karena gue bisa melihat saat ini Mama jauh dari kata tenang, meskipun dia nggak mengucapkan apa-apa ke gue.
Tapi lidah gue juga kelu. Jadi yang bisa gue lakukan adalah mengusap pundak Mama, sebelum pamit pergi dengan dalih mencari minum.
Begitu gue mengecek ponsel gue, layarnya sudah penuh dengan notifikasi.
The Eyeless Pandora
Irgi
Kandi, kalo udah sampe RS kabarin ya
Kalo butuh apa-apa, kasih tau aja kali kita bisa bantu
Garin
Iya, Ndi, jangan sungkan ya.
Irgi
Yang lain udah pada di mana, btw?
Garin
Aman, udah di rumah
Wigra
Idem.
Cakra
Udah, nih gue sambil ngerjain tugas
Ndi, hang in there ya.
Lalu ada chat dari Langit
Langit
Ndi
Kalo udah sampe kabarin aku ya
Aku udah di kos nih.
Nanti aku telpon ya.
Ndi
Masih di kereta ya Ndi?
Henpon aku stand-by ya pokoknya.
Gue memejamkan mata sejenak dan menarik napas.
Semua ini terlalu cepat dan terlalu rumit untuk gue cerna satu-satu.
Setelah mengatur napas, barulah gue mengetik balasan. Pertama, untuk The Eyeless Pandora.
The Eyeless Pandora
Kandi
Hai gengs
Gue udah di RS, sori lama ngabarinnya
Bokap udah keluar dari UGD, cuma belum ada kepastian berapa lama di sini
Belum bisa ditengok juga
Irgi
Oh gitu
Alhamdulillah kalo udah keluar dari UGD
Cepet sembuh ya bokap lo
Cakra
Thank God
Garin
Fiuh. Good to know.
Lo juga take care ya
Wigra
Alhamdulillah ada kabar baik
Semangat Ndi
Kandi
Makasih ya.
Gue menatap obrolan di grup The Eyeless Pandora. Lalu teringat ketika gue menerima telpon Mama tadi.
"Guys, gue harus balik. Sori ya, gue nggak bisa latihan hari ini," kata gue sembari bangkit membereskan tas gue.
"Lho, lho, kenapa?" Garin spontan berdiri, begitu juga dengan Irgi, Cakra, dan Wigra.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Eyeless Pandora
Historia CortaLima laki-laki dan lima jalan hidup berbeda, dipertemukan dan saling menemukan dalam kelindan mimpi yang sama. Dengar mereka bercerita soal hidup, musik, cita-cita, cinta, luka, menerima, memaafkan, serta serangkaian perjalanan yang menempa untuk j...
