YOU MUST LOVE ME

8.1K 240 1
                                        

     JONATHAN

Aku menatap matanya yang indah. Dan berucap "Tentu saja aku mencintaimu" Jawabku cepat.

Dia sedikit terkejut lalu menunduk. Apakah aku salah mengucapkan sesuatu?

"Hey ada apa denganmu?" Tanyaku sambil sedikit membungkukkan badanku. Dia hanya menggeleng.

"Aku ingin pulang dan tolong lepaskan baju ini.. ini sangat berat" Ucapnya. Aku tertawa kecil.

Akhirnya kami mengganti baju dan segera pulang. Di limosin kami hanya terdiam dalam diam. Tidak ada yang membuka pembicaraan. Sesampainya dirumah Xellecia pergi ke kamarnya.

"Mau kemana kamu?" Tanyaku.

"Mau tidurlah masa mau mejeng" Jawabnya dingin.

"What? Tidur pisah ranjang? Gaada tuh yang kaya begitu" Ucapku. Aku langsung menggendongnya dan membawanya ke kamarku.

"Apa yang kau lakukan idiot?!! Turunkan aku!! Aku bisa jalan sendiri!!" Jawabnya kasar sambil menjambak rambutku.

"Oww! Sabarlah Mrs.Blue aku akan menurunkanmu dikasur" Ucapku sambil menurunkannya dikasur. Dia menatapku tajam dengan mata birunya yang memikat hatiku.

"Jangan panggil aku dengan nama itu, jika kau memanggilku seperti itu lagi aku akan marah padamu" Ancamnya.

"Kenapa? Kamu tidak suka? Sebentar lagi kan namamu akan berubah menjadi Xellecia blue kan" Ucapku sambil tersenyum miring.

Dia memutar bola matanya. "Pokoknya aku tidak mau!" Ucapnya sambil mendorong badanku.

"Dan kamu harus mau karena kamu milikku dan keputusanku sudah bulat" Jawabku sambil memegang tangannya dan menindihkannya dikasur.

"Hentikan semua kebohongan ini! Aku muak denganmu! Aku hanya sebagai pembantu rumah tangga dan aku harus kuliah untuk melanjutkan sarjana ku!" Teriaknya.

"Kuliah akan membuatmu stress dan sekarang kamu sudah bukan lagi pembantu rumah tanggaku. Tapi sudah menjadi pemeran utama dalam rumah tanggaku" Ucapku sambil mencium lehernya.

Di terdiam sejenak. Aku terus menciumi leher putih dan wanginya. Aku merasa bahwa lehernya basah dan dia menangis.

"Ada apa denganmu?" Tanyaku.

"Tidak.. aku ingin pulang" Ujarnya pelan.

"Kamu sudah pulang sayang.. disinilah kamu akan tinggal" Jawabku sambil mengelus rambut cokelatnya.

"Untuk apa berharap pada hati yang sama sekali tidak terbuka?" Jawabnya sambil menangis sesegukan.

"Hey hey tenanglah.. aku disini.. Dengarlah sayang aku mencintaimu dan itu mutlak" Ucapku sambil memeluknya. Dia terkejut dan membalas pelukanku. Tunggu, aku mencintainya? Bagaimana caranya aku bisa begitu?

Nafasnya mulai teratur dan tangisannya mulai mereda. Aku langsung menciumnya dan merobek bajunya. Membuka dalamannya dan menidurkannya dengan hati hati.

"Apa kau mencintaiku?" Tanyaku sambil mencium bibirnya.

"I don't know.." Jawabnya lemas.

"You must love me" Ucapku pelan. Aku membuka celanaku dan mulai berhubungan dengannya diatas kasur. Apakah dengan ini bisa membuat dia jatuh cinta padaku?

***

     XELLECIA

Aku terbangun dengan sinar matahari yang begitu cerah. Aku melihat sekeliling. Sepertinya aku pernah ke kamar ini. Aku melihat kesampingku dan Jonathan tertidur memunggungiku tapi selimutnya hanya menutupi pinggangnya saja.

Aku mengingat kejadian semalam.. Ahh!! Aku baru sadar jika aku dan dia kalau kami berhubungan-- Gosh!

Aku hanya bisa menghela nafas dan mengelus elus perutku. Maafkan aku karena belum bisa menjadi ibu yang baik untukmu nak. Batinku.

Tiba tiba ada gerakan disampingku. Dan tangan besar tiba tiba menyentuh dadaku. What the fuck! Aku langsung bangun dan menampar Jonathan.

"Apa kau pikir aku ini mainan hah??!! Atau bahkan teman tidurmu?!! Ohh atau bahkan guling hahh?!!" Bentakku.

Dia terkejut dan bangun dalam satu gerakan tegak.

"A-apa yang terjadi?! Kenapa kau menamparku?" Tanyanya sambil memegang pipinya yang merah.

"Pikir saja sendiri apa yang sudah kau lakukan padaku!" Bentakku. Aku langsung mengambil guling dan memukulkan guling itu pada Jonathan. Dia sedikit mengaduh tapi tertawa.

Aku terus memukulinya berharap dia meminta maaf padaku. Saat aku kelelahan dia langsung menindihku dikasur dan berbisik ditelingaku.

"Jika kau memukulku lagi maka siap siaplah akan kubuat suara lucumu itu keluar di tengah malam" Ucapannya itu membuatku merinding dan wajahku berubah semerah tomat.

"Tuan Jonathan ada Nona Ver--" Ucap Maggie sambil membuka pintu dan terkejut melihat kami. Aku menatapnya tajam lalu dia meminta maaf dan keluar.

"Ini semua salahmu" Tukasku.

"Tidak semua kok" Jawab Jonathan singkat sambil tersenyum kecil. Lalu aku beranjak dan turun kebawah menemui Veronica.

"Astaga.. apa yang terjadi padaku" Aku bingung dengan semua perasaan ini. Tuhan, tuntunlah aku pada perasaan yang hanya datang kepadaku. Batinku.

MY POSSESIVE CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang