BLOOD

6.4K 173 16
                                        

Police

Aku mengangkat alisku dan menoleh kebelakang.. Seketika kepalaku terasa dingin dan berlumuran cairan merah.. Aku memejamkan mataku sejenak..

"Hmm apakah ini rasanya tidur dengan nyenyak.." Gumamku.

XELLECIA

Duakkk!!!

Suara pukulan kayu keras mendarat di kepala polisi muda itu. Ternyata Jane yang melakukannya!

"HAHAHAHA!!! PERSETAN DENGAN POLISI BANGSAT!!" Pekiknya. Aku menunduk sambil menahan air mataku.

Kapan jonathan datang.. Batinku.

"Hey.. Kenapa kau diam saja huh?" Tanya Bryan sambil mengangkat daguku. Dia menatapku lekat.

"Uhh kumohon.. Le-lepaskan aku.." Ucapku gemetar.

Bryan menciumku. Dia memelukku erat.

"Well you're so fucking sexy.." Gumamnya.

Brakkk!!

Suara dobrakan pintu terdengar.

"Ciaa!!!" Panggil Jonathan.

Bryan menoleh. "Cih! Keparat!" Gumamnya.

"Hai sayang~" Ucap Jane sambil menghampiri Jonathan.

"Minggir!!" Jonathan masuk dan mendorong Jane hingga terhempas.

"Kau!! Jangan macam macam dengan wanitaku!! Kau sentuh dia, berarti nyawamu melayang!!" Tukas Jonathan sambil menarik baju Bryan.

"Hmm? Berani ambil nyawaku? Coba saja~" Ucap Bryan.

JONATHAN

Beberapa jam sebelumnya...

"Darwin!! Lacak dia sekarang!!" Tukasku kesal.

Perasaanku kesal, cemas, panik dan gelisah. Semua itu campur aduk dalam diriku. Apa yang harus kulakukan?!

"Sir, miss Cia berada disebuah tempat di bagian timur dari anda" Jawab Darwin.

"Apakah tempat itu ada orang lain?" Tanyaku.

"Dari yang saya dengar melalui pelacak dan pengendap suara di baju miss Cia, sepertinya ada beberapa orang yang bersamanya" Jawab Darwin.

"Cih! Bangsat!!" Tukasku dan aku langsung melajukan mobilku dengan cepat.

Hampir aku menabrak beberapa pohon dan terus mencari Cia.

Tak lama aku menemukan sebuah kontainer yang tergeletak begitu saja dipinggir jalan.

Aku keluar dari mobil dan mengeceknya. "Ini masih baru.." Gumamku.

Aku melihat ke daerah rumah kosong dan terdapat mobil polisi, aku menghampirinya.

"Permisi apak--" Aku terkejut karena aku melihat ada polisi tua yang terbunuh didalam mobil itu.

"Grrrr!!" Geramku. Aku mengambil pistol polisi itu dan masuk ke rumah kosong itu.

"Ciaa!!!" Panggilku.

***

"Hmm? Berani ambil nyawaku? Coba saja~" Ucap Bryan.

Aku menggeram kesal. Aku mendorongnya keluar kaca hingga dia terpental.

"Sayang?! Kamu gapapa?!!" Ucapku sambil mendekati Cia.

"Hiks, aku ngga apa apa" Ucapnya lirih.

"Kita harus pergi!" Ucapku lalu menggendongnya.

'Duarr!!' Satu peluru tembus mengenai lenganku.

"Jonathannn!!!" Pekik Cia.

"Aaaghhhh!!" Badanku gemetar.

"Cih! Cowo lemah kayak lu gausah sok sok an dapetin cewe kaya dia!!" Tukas Bryan dan menarikku ke dapur. Dia mengambil sebilah pisau.

"Jonathannn!!" Pekik Cia.

"Jangan dekat dekat dengan dia bajing!!" Jawab Jane sambil menarik Cia menjauh.

"Bawa dia ke kontainer, dan tunggu aku disana.. Aku akan segera menyelesaikan ini.." Ucap Bryan dengan nada rendah dan mengacungkan pisaunya didepanku.

"Apa kau yang membunuh polisi diluar itu?" Tatapku kesal.

"Yap, aku membunuh pria bangkotan itu~ Hebat bukan?~" Ucapnya sambil tersenyum.

Aku tersenyum miring.

"Cih, manusia rendahan.. Kau pasti dari generasi goblok yang hanya bisa menyakiti orang lain" Ucapku.

Dia menatapku tajam.

"Gausah banyak bacoooooottttt!!!" Teriaknya sambil mengacungkan pisau itu dengan tinggi.

***

Yoo maaf ya readers~ Waktu itu author bilangnya updatenya cepet ternyata lama ya :'( Soalnya author lagi banyak kesibukan nih wkwk jadi maklumin saja :'(

Jangan lupa vote terus ya dan masukin cerita nya si Mbah Jonathan sama Mbok Cia ke library mu~

#Aldelard

MY POSSESIVE CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang