BAD OR HAPPY?

8.5K 258 0
                                        

JONATHAN

Aku mengucapkan apa tadi? Aku mencintainya? Ah aku bingung dengan diriku sendiri. Kenapa aku mengucapkan hal itu? Kulihat Cia sudah mulai tenang dan tangisannya sudah mulai perlahan hilang.

"Jonathan, jaga dia. Dia wanita yang tangguh" Ucap ibuku.

"Pasti Mom" Jawabku.

"Kapan kalian akan menikah?" Tanya ibuku.

"3 hari lagi Mom" Ucapku santai. Tiba tiba pelukanku terlepas dan melihat Xellecia menatapku dengan tatapan tajam.

"Kau gila?! Aku tidak bisa!" Tegasnya.

"Tidak bisa? Kalau begitu kau harus bisa" Ucapku sambil tersenyum miring.

"Apa kau tidak sehat? Menikah dalam waktu 3 hari dari sekarang? Mendadak sekali" Ujarnya sambil menggeram.

"Tak usah khawatir karena aku sudah mempersiapkan semuanya tadi saat aku bicara di dalam dengan Dad" Jawabku santai.

"Apa maksudmu menyiapkan semuanya?" Tanya nya heran sambil menaikan sebelah alisnya.

"Aku punya Hotel dan kita akan menikah di hotelku. Kita cukup memilih baju dan mengundang teman temanmu"

Xellecia tertunduk malu dan menutup setengah wajahnya. Kulihat sekilas wajahnya berubah menjadi merah merona. Ah shit! Dia sangat cantik!

"What's wrong?" Tanyaku sambil mengusap pipinya.

"Tidak" Jawabnya cepat sambil menatapku.

Aku menatapnya lekat dan mencondongkan badanku untuk mendekati bibirnya. Namun suara deham ibuku membuat kami tersadar bahwa-- ya orangtuaku masih ada disini menatap kami.

"Baiklah Jo kapan terakhir kali aku mengajarkan tata krama di keluarga kita hmm?" Ucapnya sambil menyindirku.

"Oke Mom aku cuma bercanda" Aku tertawa dan mencium pipi ibuku.

"Mom, aku ingin segera berangkat untuk mempersiapkan pernikahan kami, Mom and Dad jangan lupa datang ya" Ucapku lalu aku merangkul Cia dan membawanya ke limosinku dan segera melaju menuju tempat pemesanan baju.

"Kita mau kemana?" Tanyanya.

"Beli baju lah" Jawabku santai. Dia hanya mengangguk dan memunggungiku. Sikapmya benar benar seperti anak kecil ya.

34 menit akhirnya kami sampai di tempatnya. Terpajang disana WILLIAM'S DRESS. Kami memasuki tempat itu dan bertemu dengan William.

"William, aku perlu 2 pasang baju pengantin yang terbaik untuk pernikahan secepatnya" Ujarku sambil mendekati William.

"Wow hey dear sudah lama tidak bertemu, kau makin tampan saja! Ohh siapa ini? Cantik sekali! Dia calon istrimu?" Tanya William.

"Yap dia calonku Wil. Aku perlu pakai--"

"Oh darling kau tidak perlu khawatir! Aku susah punya sepasang baju pernikahan yang cocok untuk kalian" Dia mengantar kami ke suatu ruangan besar yang khusus untuk orang tertentu.

XELLECIA

Yaampun.. apa aku harus menikah secepat ini? Batinku.

"Jonathan.. kita tak perlu menikah dengan keadaan mewah aku mau yang biasa saja" Ucapku sambil menghela nafas.

"Keputusanku tidak bisa diganggu gugat. Aku ingin yang terbaik untukmu dan jangan larang aku untuk memberikan yang terbaik untuk calon anakku" Ucapnya sambil mengelus rambutku.

Calon anaknya? Kenapa aku senang mendengarnya? Aku mengeleng geleng kepala lalu membalasnya.

"Ralat, dia anakku" Tukasku. Dia hanya tertawa kecil.

"William itu perempuan apa laki laki? Aku tidak bisa membedakannya tadi karena rambutnya pendek seperti pria" Ucapku penasaran.

"Nama panjangnya William kirana alderick. Dan gendernya adalah perempuan yaa walau sedikit tomboy" Jawab Jonathan.

Aku hanya bisa membuka mulut membentuk huruf O dan mengangguk.

"Oke dear ini baju kalian!!" Ucap William semangat. Dia membawakan kami sepasang baju pengantin indah yang dilengkapi dengan berlian dan kain panjang berwarna putih menjuntai indah.

"Miss Cia mari kita coba dulu" William membukakan pintu besar. Ternyata itu adalah ruangan khusus mengganti baju. Tanpa pikir panjang aku langsung memasuki ruangan itu dan memakai bajunya.

"Will aku sudah memakainya" Ucapku.

"Benarkah? Wow!! So beautiful! Kamu cocok sekali!" Ucapnya semangat ketika melihatku.

"Ah tidak aku biasa aja" Ucapku malu.

"Akan kubantu bereskan dengan dua temanku ya" Dia lalu memanggil 2 temannya dan merapikan bagian bawah gaunku.

"Apakah aku terlihat buruk menggunakan ini?" Ucapku tidak nyaman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apakah aku terlihat buruk menggunakan ini?" Ucapku tidak nyaman.

"You're so perfect!!" Ucap William. Aku agak tersipu mendengar ucapannya.

"Sudah Miss, gaunnya siap" Ucap Willaim lega. Dia dan temannya tersenyum padaku dengan manis. Aku melihat gaunnya dan tersenyum lebar.

"Thank you William" Ucapku sambil memeluknya.

"Urwel~" Jawabnya lembut. Tiba tiba terlintas dipikiranku kepada Jonathan.

"Lalu bagaimana dengan baju Jonathan?" Tanyaku.

"Oh dia ada di sebelah Miss ayo kita keluar untuk melihatnya" William membukakan pintu dan mataku terbelalak saat melihat Jonathan dengan pose layaknya model sedang berdiri menungguku dengan jas putih yang membalut tubuh kekarnya.

"Wow so beautiful" Ucap Jonathan lantang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Wow so beautiful" Ucap Jonathan lantang. Dia mendekatiku dan memeluk pinggangku.

"Aku sangat menginginkanmu Cia" Ucapnya pelan. Lalu dia menciumku dengan hangat. Aku bahkan tidak peduli dia menciumku di tempat seperti ini dan tanpa sadar aku melingkarkan tanganku di lehernya.

"Jonathan.. hentikan! Ini di dep--" Ucapanku terpotong karena dia terus menciumku tanpa memberiku ruang bernafas.

"I love you darling" Ucapnya dengan hembusan nafas memburu.

"Kau mencintaiku karena aku mengandung anakmu?" Tanyaku dengan menatapnya. Dia sedikit terkejut.

Apa cuma karena keseksian ku? Dan karena aku sedang mengandung anaknya? Ya tuhan. Tolong hilangkan perasaan bimbang ini aku bahkan tidak tau kemana tujuan hidupku jika aku terus bersamanya.

Bagaimana akhir hidupku? Bad? Or Happy? Batinku.

MY POSSESIVE CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang