XELLECIA
Aku terkejut, marah, sedih dan senang. Entah kenapa perasaan itu campur aduk dalam pikiranku sekarang.
Tanpa kusadari, aku menitikkan air mataku.
"Sayang? Jadi benar itu kamu! Astaga aku senang sekali!" Ucapnya sambil hendak memelukku.
Sontak aku berdiri dan mendekatinya.
"Cia?"
'PLAK!!!'
Aku menamparnya keras hingga wajahnya memerah.
"Cia? Ada ap--"
"KAU PIKIR KAU INI APA HAH?!! BERANI BERANINYA DATANG KEMARI DAN BERLAKU MANIS SEPERTI ITU?!! KAU LUPA KALAU KAU PERNAH MENCUMBU WANITA DI SIARAN TV LIVE ITU HAH??!! AKU BUKAN JALANG JONATHAN!!!" Bentakku padanya.
"Sayang.. Dengarkan aku, aku bisa jelaskan semuanya dari awal sampai se--"
"Aku tak butuh penjelasanmu bitch! Kau brengsek! Bajingan! Sialan! Fuck you asshole!!" Umpatku padanya. Aku bahkan mengambil beberapa batu dan melemparinya.
Tapi dia tetap mendekatiku dan memelukku.
"Sssttt.. Sayang.. Ibu hamil ngga boleh bicara kasar, nanti ngga baik buat dede nya" Ucapnya lembut.
"Apa urusanmu brengsek!!" Tukasku.
"Aku disini untukmu, hanya untukmu. Aku disini karena aku mencintaimu. Tolong Cia, aku mencintaimu" Ucapnya sambil mengelus rambutku.
Kata katanya menusuk dadaku. Aku menangis dalam pelukannya. Aku meremas punggungnya erat.
"Cia.. Dengarkan aku, aku tau aku salah dalam hal ini, tidak, dalam semua hal. Aku minta maaf sayang.." Ucapnya sambil berlutut dihadapanku.
Aku menunduk dan tak mau menatapnya. Aku menutup wajahku.
"Hey honey? I'm here okay?" Ucapnya sambil menggenggam tanganku.
Aku menatapnya sendu. "Apa karena aku memaafkanmu, kamu ngga akan melakukan hal seperti itu lagi?" Ucapku.
"Tentu saja!" Jawabnya mantap.
"Bullshit! Semua cowok sama saja" Tukasku.
"Cia, tatap aku. Tatap aku dengan mata kebencianmu. Dengan begitu aku tau kalau kau berbohong" Ucapnya. Aku menggeleng.
"Aku tak percaya kau mencintaiku" Ucapku.
"Kamu ngga percaya? Oke akan kubuktikan" Ucapnya. Dia berdiri dan berjalan ke arah pekarangan mawar.
Dia mengambil mawar dengan tangannya. Dia sedikit mengaduh namun berhasil. Dia kembali dengan tangan berdarah darah.
"For you" Ucapnya.
Aku melihat tangannya.
"Astaga!! Tanganmu!! Sini obatin dulu!" Ucapku. Aku menariknya ke bangku dan mengobati tangannya.
"Ngga apa, cuma berdarah ngga sakit kok. Dibilas air juga sembuh" Ucapnya.
Aku mencubit tangannya dan sukses membuat dia mengaduh.
"Aku tak mengerti kenapa kau melakukan hal itu" Ucapku pelan.
"Melakukan hal apa?"
"Mengejarku sampai kesini, padahal kau ini cowok perfect. Bahkan kau bisa tinggal memilih perempuan yang akan menjadi jodohmu selanjutnya" Gumamku.
"Aku punya wanita pujaanku sendiri dan itu adalah wanita yang sedang mengobatiku sekarang ini" Ucapnya sambil tersenyum.
'DEG!'
Sial! Jantungku berdebar!
"La-lalu kenapa kau kesini? Harusnya kau kerja saja di Amerika dengan wanitamu itu" Ucapku.
"Aku jatuh cinta denganmu dan perasaan ini tak bisa ditarik kembali sayangku" Ucapnya. Aku menatapnya kaget.
Dia menangkup wajahku, tanpa sadar aku menangis.
"Cia.. Betapa bahagianya aku bisa menemukanmu dan menjadikanmu sebagai bagian hidupku" Ucapnya. Aku tersedu sedu.
"Cia.. I fall in love with you.. I love you" Jonathan menciumku lekat.
Aku memejamkan mataku. Tak kuasa membendung rasa senang ini. Rasanya aku ingin mati senang sekarang.
"Aduh om! Tante! Ngga boleh berbuat mesum disini!!" Ucap seorang bocah dibelakang kami.
Kami sontak menengok. Ah ternyata anak kecil yang tadi.
"Kau apa tau kids" Ucap Jonathan. Aku tertawa.
Aku tersenyum kecil sambil terus memikirkan kata kata Jonathan..
'Aku jatuh cinta denganmu dan perasaan ini tak bisa ditarik kembali sayangku'
***
Yak para reader sori banget update telat :'v Saya sibuk pisan gegara banyak tugas school hehe. Maaf ya kalau chapter ke 57 ini kurang greget atau tidak seperti yg kalian pikirkan :'v
Yak kalo mau tau selanjutnya tetap ikuti terus ceritanya ya~ Jangan lupa vote and read~
Thanks guys
#Aldelard
KAMU SEDANG MEMBACA
MY POSSESIVE CEO
Romansa#DON'T COPY MY WORK!!! Bagaimana rasanya jika sudah terlanjur cinta tapi disakiti? Ya itulah yang dirasakan Jonathan blue. Dia sudah berjanji untuk tidak mencintai lagi dan berharap hatinya tak terpikat untuk orang lain. Tapi bagaimana jadinya kal...
